WAHABI HINA PEREMPUAN

0
1,765 views

1224493-suriah-p

Nafsu Syeikh Arab Menjerat Para Pengungsi Perempuan Suriah

Reporter El Pais itu menyinggung kisah pedih seorang ibu bernama Majidah yang bersama empat putrinya di sebuah kamp pengungsian. Dia berusaha menjaga putri-putrinya dari jangkauan para penyerang dan pemerkosa itu dengan menikahkan salah satu anaknya dengan syeikh kaya dari negara-negara Arab Teluk Persia. Dengan cara ini, dia berharap dapat menyewa rumah di pinggiran kota Amman, Yordania, agar terbebas dari “neraka” di kamp pengungsian itu.

_______________________________________
Koran El Pais terbitan Spanyol menurunkan laporan tentang nasib para gadis dan perempuan pengungsi Suriah yang menjadi korban budak **** para syeikh kaya Arab.

Alalam (28/5) mengutip El Pais menyebutkan, negara-negara Arab di sekitar Teluk Persia bukan hanya mendukung perang dan instabilitas di Suriah melainkan kalangan kaya di negara-negara tersebut juga memanfaatkan penderitaan yang sedang dialami oleh para gadis Suriah berusia 12 hingga 16 tahun di kamp-kamp pengungsian.

Reporter koran Spanyol ini dari hasil penelitiannya di kamp-kamp pengungsian Suriah menyebutkan, “Para gadis Suriah di kamp-kamp pengungsian diperjual-belikan… perang membuat para konglomerat dengan mudah menginjak-injak nilai-nilai kemanusiaan… ketika ada uang-uang Arab berwarna kelam seperti minyak, tidak ada yang mampu menaklukkan nafsu mereka untuk menistakan para kaum perempuan Suriah di kamp-kamp pengungsian.”

Menurutnya, penyerangan, penculikan dan pemerkosaan di kamp-kamp pengungsian warga Suriah itu sudah menjadi hal yang biasa bahkan tidak ada hari tanpa ada berita pemerkosaan gadis Suriah.

Satu-satunya cara untuk tertimpa bencana ini adalah dengan menikah… akan tetapi dalam hal ini pun mereka lebih memilih suami dari negara-negara Arab Teluk Persia dan masalah ini juga termasuk dalam kategori pemanfaatan ****ual.

Reporter El Pais itu menyinggung kisah pedih seorang ibu bernama Majidah yang bersama empat putrinya di sebuah kamp pengungsian. Dia berusaha menjaga putri-putrinya dari jangkauan para penyerang dan pemerkosa itu dengan menikahkan salah satu anaknya dengan syeikh kaya dari negara-negara Arab Teluk Persia. Dengan cara ini, dia berharap dapat menyewa rumah di pinggiran kota Amman, Yordania, agar terbebas dari “neraka” di kamp pengungsian itu.

Seorang perempuan bernama Ummu Ziyad meyakinkan Majidah bahwa jika anaknya dapat menikahi syeikh berusia 70 tahun, maka dia akan menerima mahar sebesar 300 USD, dan dia dapat tinggal dengan putrinya di sebuah rumah di Amman. Menurut Ummu Ziyad, usia pernikahan tersebut tidak akan berusia panjang dan biasanya setelah dua bulan putrinya akan dicerai melalui telepon. Setelah itu, Majidah dapat menikahkan kembali putrinya dengan syeikh lain. (IRIB Indonesia/MZ)

sumber: http://indonesian.irib.ir/

NO COMMENTS