WAHABI dan ABU NAWAS

0
1,290 views

Wahabi : “Jangan melakukan suatu ibadah yang tidak ada contoh dari Rasulullah SAW”
Abu Nawas : “Kalau begitu jangan dengar Khutbah Jum’at dengan Bahasa Indonesia”

Wahabi : “Semua amalan itu tertolak kalau tidak ada contoh dari Rasulullah SAW”
Abu Nawas : “Kalau begitu jangan lakukan Shalat Tarawih sebulan penuh di masjid”

Wahabi : “Islam itu sudah sempurna, tidak perlu di tambah-tambah lagi”
Abu Nawas : “Kalau begitu, tidak usah banyak bicara. Karena Islam sudah sempurna, dan tidak perlu lagi di tambah ajaran aneh wahabi”

Wahabi : “Kubah kuburan wali harus di rubuhkan, karena berpotensi syirik disembah”.
Abu Nawas : “Kenapa hanya kubah kuburan saja yg di rubuhkan, sekalian saja tebang semua pohon didunia, ratakan gunung-gunung, goa-goa, laut, karena semuanya juga berpotensi syirik untuk disembah”

Wahabi : “Salam untuk orang yang telah meninggal dunia tidak akan sampai”
Abu Nawas : “Kalau begitu saat shalat tidak usah ucapkan “Assalamu ‘alaika ayyuhannabiyu warahmatullahi wabarakatuh”, karena Rasulullah SAW telah lama wafat”

Wahabi : “Tassawuf itu ajaran baru, karena Rasulullah SAW tidak pernah menyebut sufi”
Abu Nawas : “Kalau begitu tidak usah belajar hadits, karena istilah-istilah­ muhaddits pun Rasulullah SAW tidak pernah sebut”

Wahabi : “Jangan percaya ulama, ulama itu tidak ada yang maksum, dan yang maksum hanya Rasulullah SAW”
Abu Nawas : “Kalau begitu tidak usah pakai hadits, karena semua hadits di riwayatkan oleh para ulama”

Wahabi : “Maulid itu bid’ah, tidak boleh di lakukan”
Abu Nawas : “Kalau begitu jika anak kamu lahir tidak usah senyum senang, karena itu bagian dari perayaan kelahiran”

Wahabi : “Indonesia ini negara thaghut”
Abu Nawas : “Kalau begitu tidak usah tinggal di Indonesia”

Wahabi : “Aqidah Asy’ariyyah itu sesat”
Abu Nawas : “Kalau begitu tidak usah pakai kitab Ibnu Hajar Al Asqalani”

Wahabi : “Imam Syafi’i itu tidak maksum”
Abu Nawas : “Apa lagi kamu … Ha ha ha …”

No tags for this post.

NO COMMENTS