Video: Pedang al-Saud Menebas Leher Penduduk Adra

1
2,122 views

 

Islam Times- mereka tidak mampu mendeskripsikan aksi pembantaian yang dilakukan Takfiri terhadap penduduk sipil yang selalunya diiringi dengan teriakan “Allahu Akbar”.

Exclusive: Survivors of Adra carnage speak about ordealKorban pembantaian mengerikan yang dilakukan Takfiri al-Qaeda di kota Adra dekat ibukota, Damaskus menyayat-nyayat nurani.

Para korban hidup menceritakan kepada al-Alam bahwa kejamnya pembataian itu belum pernah terjadi sebelumnya dari semua kekejaman yang dilakukan oleh ekstremis Takfiri dalam serangan yang merenggut nyawa puluhan warga sipil di Suriah.

Lihat video: http://v.alalam.ir/news/2013/12/20/alalam_635231372056348393_25f_4x3.mp4 

Kota Adra, adalah sebuah kota dengan populasi sekitar 20.000 orang. Penduduk tak berdosa itu ditangkap oleh ekstremis Takfiri dari Front al- Nusra dan Jaysh al-Islam dukungan Arab Saudi, Qatar dan Turki setelah terjadi pertempuran sengit dengan pasukan tentara.

Kota itu kini bagai kota hantu, dan menjadi saksi abadi atas pembantantaian dan eksekusi massal warga sipil yang dilakukan anak-anak Takfiri didikan Bandar bin Sultan.

Menurut al-Alam pada Jumat, 20/12/13, yang berhasil mewawancarai beberapa saksi mata menyebutkan, mereka tidak mampu mendeskripsikan aksi pembantaian yang dilakukan Takfiri terhadap penduduk sipil yang selalunya diiringi dengan teriakan “Allahu Akbar”.

Salah satu korban mengatakan, “salah satu teman saya menelepon saya, dan meminta saya untuk meninggalkan kota bersama keluarga, saya bertanya padanya apa yang terjadi? Dia menjawab bahwa teroris berada di kota. Saya awalnya berpikir, mereka adalah pasukan pemerintah Suriah karena wajah mereka dicukur. Tapi, mereka berteriak-teriak, “hey anjing kita datang”.

Ditambahkannya, setelah itu, ia dan keluarganya meninggalkan kota karena menurutnya, mati dengan peluru lebih baik daripada tewas dieksekusi di tangan teroris.

Korban lain, yang bernama Alaa mengatakan, ia juga memutuskan untuk melarikan diri kekota lain dengan keluarganya ketika ia melihat kekejaman yang dilakukan Takfiri al-Qaeda.

“Ketika saya menelepon teman saya untuk meminta dia segera meninggalkan kota, orang lain menjawab ponselnya dengan mengatakan bahwa ia sudah dipenggal.”

Sejauh ini, lebih dari 1.000 hanya warga Eropa telah melakukan perjalanan ke Suriah untuk membantai warga Suriah dan bergabung dengan kelompok-kelompok Jihadis Takfiri, dimana jumlah sebesar itu belum pernah terjadi dalam sejarah.

Menurut PBB, lebih dari 120.000 orang tewas dan jutaan mengungsi karena gejolak yang melanda Suriah selama lebih dari dua tahun. [IT/Onh/Ass]

 

sumber : http://www.islamtimes.org/vdcjm8ethuqetxz.bnfu.html

1 COMMENT

Comments are closed.