Tinggi Tuhan dalam Pandangan Wahabi; Kemiripan Yahudi dan Wahabi

0
1,396 views

Musnad-Ahmad-300x281INFOSALAFI.COM – Sebagaimana diketahui Wahabi cenderung kepada zionis dan mengikuti jejak yahudi, bukan merupakan suatu hal yang aneh kalau akidahnya bersumber dari orang–orang Yahudi yang telah diselewengkan, karena kedua golongan ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu menceritakan kejelekan Islam serta menghancurkan persatuan ummat Islam. Karena itu terkadang ratusan riwayat maupun fatwa–fatwa Wahabi yang aneh, nyeleneh dan lucu, relevan dan sesuai dengan kitab–kitab Yahudi yang telah didistorsi.

Sebagai contoh, fatwa wahabi yang mengatakan bahwa (Tuhan menciptakan manusia sama dengan diriNya), hal ini relevan dan sesuai dengan apa yang terdapat dalam perjanjian lama dan kitab suci Taurat. Kepercayaan dan akidah ini merupakan dasar akidah yang rusak dalam mendeskripsikan Tuhan. Dalam hal ini ada dua riwayat yang bisa dijadikan landasan.

Ahmad bin Hambal dalam Musnad-nya 7941 berkata, Abu Amir meriwayatkan dari Mughirah bin Abdul Rahman, dari Abi Zinad, dari Musa bin Abi Usman, dari ayahnya, dari Abi Hurairah, Nabi Saw mengatakan, “Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan Adam sama dengan diriNya. Dan dalam kitab ayahku (Ahmad bin Hambal) terdapat, bahwa tinggi Tuhan 60 hasta. Riwayat ini juga terdapat dalam kitab Shahih Muslim dan Shahih Bukhari. Hal yang sama terdapat juga dalam  Kitab Kejadian, dari kitab suci Taurat (jil 1, hal.26), Tuhan bersabda : “manusia harus diciptakan seperti kami “. Pada halaman tersebut juga  terdapat kalimat yang sama, “ lalu Tuhan menciptakan manusia sama dengan diriNya“.

Pembaca yang budiman, kalau kita lihat pernyataan tersebut mempunyai redaksi yang berbeda, tetapi tujuannya sama. Sehingga dengan mudah kita bisa menyimpulkan, dan bukan suatu hal yang aneh, kalau akidah dan kepercayaan pembesar-pembesar Wahabi yang menyatakan bahwa Tuhan memiliki tubuh diambil dari pembesar-pembesar Yahudi.

 

Kemiripan Yahudi dan Wahabi

Dalam makalah ini kami bermaksud menunjukan perbandingan sebagian persamaan antara Wahabi, Salafi dan Yahudi dengan bersandarkan pada tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah.

  1. Syekh Salafi (Ibnu Taimiyah) berkata, di zaman Rasulullah Saw datang pendeta-pendeta Yahudi kepada beliau dan mengutarakan tajassum (Tuhan memiliki jasad) Allah Swt dan Nabi pun membenarkan perkataan mereka! Ini merupakan salah satu persamaan Wahabi, Salafi dan Yahudi yaitu tajassum Allah Swt.
  2. Taurat dalam pandangan Ibnu Taimiyah adalah benar dan merupakan bukti bagi orang-orang Islam selain kalimat “’Uzair putra Allah”, Yahudi juga meyakini kebenaran Taurat dan ini merupakan bukti nyata untuk seluruh umat!
  3. Ibnu Taimiyah dengan terang-terangan berani membela Yahudi dan berkata, “Semua Yahudi tidak meyakini bahwa ‘Uzair putra Allah!” Ia juga dengan sungguh-sungguh berupaya menetapkan bahwahomoseks itu tidak masalah (halal)!  Oleh sebab itu orang-orang Yahudi harus berterimakasih pada Ibnu Taimiyah karena mereka adalah pewaris Ibnu Taimiyah.
  4. Dihadapan Ibnu Taimiyah orang-orang Yahudi sama sekali bukanlah pendusta dan penyeleweng, karena jika mereka pendusta dan penyeleweng maka Rasulullah Saw  tidak mengakui mereka! maka seluruh perkataan para pendeta Yahudi adalah benar selain Fanhash bin ‘Azura atau selainnya saja.
  5. Apa yang ada dalam al-Quran dan hadis -menurut keyakinan Wahabi- sesuai dan tidak bertentangan dengan Taurat! Jelas bahwa Ibnu Taimiyah telah berlebihan karena berkata, “sesuai dan tidak bertentangan” dan orang yang sadar memahami perkataan tersebut.
  6. Orang-orang Wahabi percaya pada keyakinan Yahudi dalam tajassum Allah dan percaya bahwa ada kesesuaian antara perkataan dua nabi Ilahi (Musa as dan Muhammad Saw) dan dua kitab langit (al-Quran dan Taurat). Jika tidak seperti ini, maka risalah kedua nabi tersebut akan terputus dan menimbulkan irasional.
  7. Para Yahudi dan Wahabi keduanya yakin bahwa para nabi adalah patung!
  8. Orang-orang Wahabi menyatakan bahwa orang-orang Yahudi tidak bersalah dalam penyelewengan Taurat, dengan dalil bahwa umat Yahudi dengan kebesarannya yang tersebar di Barat dan Timur, tidak memiliki tujuan apapun untuk berkata bohong.

Inilah kebohongan nyata Wahabi dalam mengagungkan Yahudi dengan menceritakan kedustaan perkataan mereka! untuk memahami tema ini lebih dalam, kami bawakan penggalan tulisan dari kitab “Dar-u Ta’arudhi al-‘Aql wa al-Naql” karya Ibnu Taimiyah hal 88 di bawah  ini:

“Sudah jelas bahwa semua orang Yahudi tidak meyakini bahwa ‘Uzair putra Allah dan ini hanya perkataan satu golongan saja dari mereka seperti Fanhash bin ‘Azura dan lain-lain. Secara umum hanya sebagian kecil saja yang percaya akan hal itu. Adapun sifat Allah yang ada dalam Taurat dimana kelompok kecil yang membangkang tersebut berkata, tasybih (antrophomorfisme) dan tajassum Allah, bukanlah demikian adanya. Sebenarnya sifat tersebut menetapkan tempat untuk Allah dan Ia berbicara dengan suara-Nya sendiri dan Ia menciptakan Adam sesuai dengan wajah-Nya dan contoh-contoh yang lain. Jika apa yang dikatakan orang Yahudi adalah dusta, pastinya nabi Saw tidak mengakui mereka dan menjelaskan masalah yang sebenarnya! di sisi lain penjelasan al-Quran sesuai dengan apa yang ada dalam Taurat! sebelumnya kami juga telah katakan bahwa semua ini terpaksa tidak berakhir bagi pengikut Musa as dari Muhammad Saw dan pengikut Muhammad Saw dari ahli Kitab dan hal ini menunjukan kebenaran perkataan kedua nabi dan kedua kitab mereka yang mulia!

sumber : http://www.infosalafi.com/

NO COMMENTS