Sisi Kelemahan Ideologis ISIS, Al Qaedah dkk (Bag. 2)

0
341 views

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan-farhan-al-maliki

(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliky adalah ulama moderat Arab Saudi. Beliau seorang Ahli hadis, hukum Islam dan peneliti sejarah, serta seorang  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, Anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisa mendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

.

Seperti telah saya sebutkan sebelumnya bahwa ISIS tenggelam dalam lautan keutamaan jihad sementara mereka jahil akan prinsip-prinsip jihad paling mendasar.. Persis seperti orang yang berbicara tentang keutamaan menikah setelah ia menikahi salah seorang mahramnya (wanita yang haram dinikahi)!!

Kamu menemukan seorang dari mereka mencecer hadis-hadis (tentang keutamaan jihad) dan menangis gembira karena ia akan segera melaksanakan “tindakan istisyhadiyah” (meledakkan diri dengan bom), sementara ia tidak pernah mendiskusikan prinsip jihad itu sendiri… Ia meledakkan dirinya di pasar tradisional… Yang penting baginya adalah nama jihad… Formalitas jihad. Demikianlah!

Saya telah berjanji akan melanjutkan pembicaraan dalam masalah ini dengan mengajukan dua pertanyaan:

Siapa yang dijawibkan Allah untuk ditumpahkan darahnya? Berdasarkan Al Quran! Agar si pembunuh berada di atas kejelasan dari perkaranya?.

Saya katakan, Di sini ada dua ayat yang merangkum masalah ini: Ayat Pertama:Dan selamanya kaum ISIS tidak menghiraukan/memperhatikan pengikat-pengikat dalam ayat itu, Mereka lari di belakang hadis-hadis dan fatwa-fatwa dan menolak ayat Al Quran! Ayat tersebut adalah:  .

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Dan jangan kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al Baqarah:190)

Perhatikan dalam ayat itu ada ikatan-ikatan: (1) Di jalan Allah. Ini adalah pengikat. Peperangan demi fanatisme bukan di jalan Allah! (2) Orang-orang yang memerangi kalian. Ini adalah pengikat yang terbesar yang tidak disukai ISIS! .

Ayat Kedua: Yaitu tentang pembelaan terhadap orang-orang yang terzalimi dan yang terusir dari kampung mereka, sedangkan ISIS justeru sebaliknya, jika mereka memasuki sebuah desa/negeri penduduknya yang terusir dan melarikan diri (kerena takut kejahatan dan prilaku kejam dan biadab ISIS _pen). Perhatikan kota Mosul yang separoh dari penduduknya lari!!

.

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

Perhatikan teks ayat kedua tersebut:

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”(QS: An-Nisaa Ayat: 75)

.

Kesimpulannya adalah ayat-ayat selain kedua ayat di atas adalah rincian dan penjabaran dari keduanya, seperti ayat 191 surah Al Baqarah yang datang setelah ayat pertama, di dalamnya terdapat banyak pengikat yang menguatkan bahwa mereka adalah kaum yang melampaui batas.

.

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (QS: Al-Baqarah Ayat: 191)

.

Kesimpulannya bahwa kedua ayat tersebut dan rincian masalah yang disebutkannya (dan tentu Al Quran adalah dasar prinsip) adalah hujjah bagi orang yang memerangi ISIS lebih dari ia menjadi hujjah bagi ISIS, sebab ISIS melampaui batas, menganiaya dan mengusir penduduk…

.

lari dari isis

Penduduk Mosul lari dari Teroris ISIS – sumber disini

.

Dan apabila kita masuk dalam hadis-hadis kita akan menemukan dua kelompok:

(1): Hadis-hadis yang dikelompokkan dalam syari’at Al Quran di atas. (2): Hadis-hadis palsu. Dan barang siapa berbohong menentang Al Quran berarti ia berbohong atas Nabi Saw.

.

Jadi hanya ayat-ayat itu yang tegak sebagai hujjah tentang disyari’atkannya berperang. Dan tidak diragukan lagi bahwa ia lebih dekat ketimbang hujjahnya ISIS, sebab merekalah yang menghancurkan dan merusak tempat-tempat ibadah.Perhatikan ayat 40 surah Al Hajj sebagai berikut ini:

.

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ .

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (QS: Al-Hajj Ayat: 40)

.

ISIS seperti yang disebutkan dalam hadis-hadis tentang kaum khawarij bahwa mereka berhujjah dengan Al Quran… Sementara Al Quran sendiri hujjah atas mereka. Tetapi kondisi fitnah ya demikianlah…. Ia membingungkan!! Kaum jahil yang tergesa-gesa yang berbangga diri dan tertipu terjatuh di dalamnya.

Para ulama Ahlu Sunnah (seperti Mulla ketua ulama Ahlu Sunnah Irak dan al Buthi) membantah Qardhawi dan menganggapnya sebagai penjahat yang bertanggung jawab atas kejahatan ISIS.

Mereka lebih memilih mati daripada mengikuti ISIS. Tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Justeru kekhawatiran terhadap meraka yang jahil lagi tertipu dari kalangan pendukung yang jahil!! Mereka yang menganggap bahwa Syari’at Allah dan berbicara tentang Syari’at disamakan dengan perlombaan.

Saya tidak ragu bahwa para pendukung ISIS yang luas itu -yang beberapa hari lalu diumumkan- Tidak ragu bahwa tanggung jawab terbesar ada di pundak pendidikan. Pendidikan bertanggung jawab atas terbentuknya mereka dengan model itu.

Para pendukung yang aneh, ganjil dan dungu. Menelan mentah-mentah semua kepalsuan. Mudah ditipu dan dibodohi serta diarahkan bak keledai. Mereka jadi bahan permainan di setiap saat. Tanpa akal…petunjuk dan tanpa pengkajian, Al Quran tidak penting bagi mereka… Tidak juga Sunnah…

Mereka adalah kaum rendahan yang hanya pandai mengekor. Mereka itulah yang kami prihatin terhadap nasib mereka. Kami berusaha membimbing mereka dan mengingatkan mereka bahaya neraka Jahannam, tetapi sayangnya mereka enggan kecuali terus bergelimang dalam kubangan senjata, lisan, jiwa dan badan… Lalu apa yang bisa kami perbuat?

Ini adalah cobaan! .

 

sumber : http://abusalafy.wordpress.com/

NO COMMENTS