Senator AS: Jika Tidak Dibantu AS, ISIS Sudah Disapu Assad dari Suriah

0
803 views
Islam Times- “Mereka (ISIS) berani karena kita (AS) mendukung mereka … Bisa saja Assad menyapu orang-orang ini keluar [dari Suriah] bulan lalu,” kata senator asal Kentucky itu.
Bashar Assad

Bashar Assad

Senator Rand Paul mengatakan, pemerintah AS telah mempersenjatai kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah dan mendanai sekutunya.

Senator AS asal Partai Republik itu mengatakan dalam program NBC News, ‘Meet the Press’, bahwa pemerintah AS telah mendanai sekutu ISIS-nya dan mendukung kelompok teroris di Suriah.

“Mereka (ISIS) berani karena kita (AS) mendukung mereka … Bisa saja Assad menyapu orang-orang ini keluar [dari Suriah] bulan lalu,” kata senator asal Kentucky itu.

“Saya secara pribadi percaya bahwa kelompok ini tidak akan berada di Irak dan tidak akan sekuat sekarang jika kita tidak memasok sekutu mereka dalam perang.”

Rand mengatakan bahwa Arab Saudi dan Qatar, dua sekutu utama AS di Teluk Persia, juga mendanai kelompok teroris ini.

“Kita harus mencegah [ISIS] mengekspor teror, tapi saya tidak begitu yakin di mana kepentingan Amerika yang sebenarnya,” tambah Paul.

Awal pekan ini, sebuah situs berita independen, WND, melaporkan bahwa anggota ISIS telah dilatih oleh CIA di sebuah pangkalan rahasia di Yordania pada 2012 untuk memerangi pemerintah Suriah.

Terdapat pula laporan dari Reuters dan koran Inggris, The Guardian, bahwa AS, Inggris, dan Perancis memberikan pelatihan kepada pemberontak Suriah.

Sementara itu, oposisi utama Turki, Partai Rakyat Republik (CHP), menuduh Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) yang berkuasa bahwa pihak pemerintah menyediakan dukungan logistik, militer, dan medis kepada kawanan teroris ISIS yang sedang memerangi pemerintah Suriah.

Wakil Ketua CH, Muharrem Ince, mengungkapkan bahwa seorang komandan ISIS, Abu Muhammad, telah menerima perawatan medis di Rumah Sakit Negara Hatay pada 16 April 2014.

“Tanggalnya, 16 April 2014. Di rumah sakit milik negara, Hatay. Ia salah satu komandan ISIS. Namanya dikenal. Saya mengontak bahwa Kementerian Kesehatan untuk meminta tangapannya tentang hal ini dan mendesaknya untuk membuka catatan pasien di rumah sakit itu pada tanggal tersebut,” lapor Ince.

Pejabat tinggi lainnya dari partai oposisi itu, Ihsan Ozkes, yang menjabat wakil CPH di Istanbul menuduh bahwa para jihadis Front al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda telah menerima perawatan medis di sejumlah rumah tamu (guesthouse) yang dikelola Direktorat Agama Turki (DIB) di Turki, di bawah pengawasan Organisasi Intelijen Nasional (MIT). (IT/IIT/rj)

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS