SALAFI / WAHABI DALAM PANDANGAN HADHROTUS SYAIKH KH. HASYIM ASY’ARI – rohimahulloh –

0
694 views

SALAFI / WAHABI DALAM PANDANGAN HADHROTUS SYAIKH KH. HASYIM ASY’ARI – rohimahulloh –

Oleh: Ustadz Abu Hilya

KH-Hasyim-Asyari

بسم الله الرحمن الرحيم والحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد سيد الأولين والآخرين، وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهديه إلى يوم الدين.

Islam Institute – Membaca beberapa artikel yang diposting di beberapa situs milik SALAFI/WAHABI yang mencatut nama Hadlrotus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari khususnya menyangkut peringatan beliau bagi para pelaku kemungkaran dalam acara Maulid yang sejatinya peringatan tersebut bertujuan guna menghilangkan atau setidaknya meminimalisir kemungkaran yang terjadi dalam peringatan Maulid, namun oleh para Ustadz yang tidak memahami permasalahan peringatan-peringatan dari KH. Hasyim Asy’ariy tersebut telah dibelokkan untuk menghentikan atau memerangi Peringatan Maulid Nabi  shollallohu ‘alaihi wasallam.

Berikut sikap dan pandangan Hadlrotus Syaikh KH. Asy’ari tentang SALAFI / WAHABI yang tertuang dalam kitab beliau “RISALAH AHLIS SUNNAH WALJAMA’AH”

ومنهم فرقة يتبعون رأي محمد عبده و رشيد رضا, ويأخذون بدعة محمد بن عبد الوهاب النجدى, و احمد ابن تيمية وتلمذيه ابن القيم وابن عبد الهادى , فحرموا ما اجمع المسلمون على نذبه وهو السفر لزيارة قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم, وخالفوهم فيما ذكر وغيره , قال ابن تيمية في فتاويه : واذا سافر لاعتقاده انها اي زيارة قبر النبي صلى الله عليه وسلم طاعة كان ذلك محرما بإجماع المسلمين , فصار التحريم من الامر المقطوع به.

Dan diantara golongan-golongan tersebut adalah kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad ‘Abduh dan Rasyid Ridho, mereka juga mengambil Bid’ahnya Muhammad Bin Abdil Wahab An Najdi, Ahmad Ibnu Taimiyyah dan dua orang muridnya yakni Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abdil Hadi. Mereka mengharamkan apa yang telah disepakati Ummat Islam sebagai kesunnahan yakni bepergian untuk berziyarah ke makam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, mereka menyelisihi ummat Islam dalam hal  tersebut juga hal-hal yang lain.

Ibnu Taimiyyah berkata dalam Fatwanya : “Jika seseorang bepergian karena meyakini bahwa Ziyarah ke makam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam adalah bentuk ketaatan (Ibadah) maka hal tersebut diharamkan berdasarkan kesepakatan Ummat Islam, maka jadilah hukum haram sebagai hukum (perkara) yang pasti.”

قال العلامة الشيخ محمد بخيت الحنفي المطيعي في رسالته المسماة ” تطهير الفؤاد من دنس الاعتقاد ” : وهذا الفريق قد ابتلي المسلمون بكثير منهم سلفا وخلفا, فكانوا وصمة وثلمة فى المسلمين وعضوا فاسدا يجب قطعه حتى لا يعدى الباقى, فهو كالمحذوم يجب الفرار منه,

Al ‘Allamah As Syaikh Bakhit Al Hanafi Al Muthi’iy berkata dalam risalahnya yang bertajuk “That-hirul Fuad Min Danasil I’tiqod” (Membersihkan Hati Dari Keyakinan/Aqidah Kotor) : “Sungguh Ummat Islam baik salaf maupun kholaf telah diuji/mendapat mushibah dengan adanya sebagian besar kelompok ini. Mereka (salafi / wahabi) bagaikan cacat dan pecahan dalam tubuh ummat Islam. Mereka bagaikan anggota tubuh yang rusak (sakit) dan wajib untuk diamputasi agar tidak menular kepada yang lain. Kelompok ini bagaikan orang yang terkena lepra yang wajib dihindari….

فانهم فريق يلعبون بدينهم , يذمّون العلماء سلفا وخلفا, ويقولون : “أنهم غير معصومين فلا ينبغي تقليدهم, لا فرق في ذلك بين الاحياء والاموات”. ويطعنون عليهم ويلقون الشبهات, و يذرونها في عيون بصائر الضعفاء, لتعمي ابصارهم عن عيوب هؤلاء, يقصدون بذلك القاء العداوة و البغضاء بحلولهم الجوّ, ويسعون في الارض فسادا…

Sungguh mereka adalah kelompok yang mempermainkan agama, mereka mencela para ulama baik salaf maupun kholaf (dahulu dan sekarang), mereka (SaWah) berkata : “ Sungguh mereka (para ulama) adalah tidak ma’shum (tidak terjaga dari kesalahan), maka tidak patut mengikuti (taqlid) pada mereka, tidak ada bedanya baik para ulama’ yang telah wafat maupun masih hidup”…. mereka (SaWah) menyerang para ulama dan membuat syubhat-syubhat yang mereka sebarkan dimata kaum awam guna menutupi aib mereka, itu semua mereka lakukan dengan tujuan menciptakan konflik/ permusuhan dan kebencian, mereka berbuat kerusakan dimuka bumi ini…..

Penjelasan penulis : Coba kita perhatikan tulisan Ustadz Firanda berikut :

Para pembaca yang budiman, meskipun penulis memandang akan bid’ahnya maulid akan tetapi taruhlah jika penulis mengalah dan menyatakan bahwa perayaan maulid dianjurkan (sebagaimana pendapat kiyai pendiri NU) maka marilah kita melihat kenyataan yang ada… sungguh terlalu banyak perayaan maulid di negeri kita yang bercampur di dalamnya kemungkaran-kemungkaran yang telah diperingatkan oleh Kiyai Muhammad Hasyim Asy’ari, seperti musik-musikan, nyanyian, ikhtilat lelaki dan wanita, mubadzir dalam makanan dan hias-hiasan.

Silahkan anda mencermati tulisan sang ustadz tersebut: meskipun penulis memandang akan bid’ahnya maulid akan tetapi taruhlah jika penulis mengalah dan menyatakan bahwa perayaan maulid dianjurkan…. Memangnya perkara agama bagi beliau ibarat main kelereng, atau petak umpet…? Inilah mungkin salah satu yang dimaksud As Syaikh Bakhit dalam pernyataannya : Mereka adalah kelompok yang mempermainkan agamanya. Juga syubhat-syubhat yang mereka ciptakan untuk mengelabuhi kaum awam, lihat syubhat-syubhat yang ditulis Ustadz Firanda dalam penolakannya atas konsep bid’ah hasanah dan yang lain..!!! Lihat pula “Al Maulid Bainal Masyru’iyyah Wal Bida’iyyah” yang ditulis oleh Abdullah Fahd!!!

Dalam artikel tersebut Ustadz Firanda juga menulis sebagai berikut :

Banyak pelaku maksiat (baik yang tidak pernah sholat, koruptor, bahkan pemabuk dan pezina, para artis tukang umbar aurat) begitu antusias untuk ikut andil dalam melaksanakan perayaan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menyangka bahwa perayaan inilah sarana yang benar untuk menyalurkan dan mengungkapkan kecintaaan mereka terhadap Nabi. Akan tetapi jika mereka diajak untuk melaksanakan sunnah Nabi yang sesungguhnya maka mereka akan lari sejauh-jauhnya. Ini merupakan salah satu dampak negatif dari perayaan maulid Nabi, karena sebagian orang menjadi tidak semangat bahkan menjauh dari sunnah yang sesungguhnya karena bersandar kepada perayaan-perayaan seperti ini yang dianggap sunnah.

Coba anda perhatikan tulisan Sang Ustadz tersebut, dan berfikirlah dengan hati dan akal yang jernih… niscaya anda akan tersenyum karena menganggap lucu dan mutathoffil (sikap kekanak-kanakan)…

Adakah koruptor, pemabuk, pezinah dilarang melakukan kebaikan ?… bandingkan dengan sikap Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wasallam- yang membiarkan arab baduwi (A’robi) kencing didalam masjid…. Lebih dari itu, sang ustadz telah menuduh mauled sebagai biang/penyebab orang-orang menjahui sunnah… Inikah yang disebut ilmiyah? Betapa fakta membuktikan sebagian koruptor adalah orang-orang yang anti maulid… Dan berapa banyak  Ummat Islam yang anti maulid juga pemabuk, meninggalkan sholat, bahkan menghinakan perempuan dengan menjadikannya sebagai gratifikasi ?… Subhaanalloh Hadzaa Buhtaan…..

Selanjutnya As Syaikh Bakhit berkata :

يقولون على الله الكذب وهم يعلمون, يزعمون انهم قائمون بالامر بالمعروف والنهي عن المنكر, حاضون الناس على اتباع الشرع واجتناب البدع والله يشهد انهم لكاذبون…. قلت : ولعل وجهه انهم من اهل البدع و الاهواء.

Mereka (Salafi/Wahabi) mengatakan hal yang dusta terhadap Alloh padahal mereka mengtahui itu, mereka mengira bahwa diri mereka sedang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, serta mendorong manusia agar mengikuti syariat dan menjahui bid’ah… dan Alloh menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta. Aku (As Syaikh Bakhit) katakana : Mungkin (melihat) penampilan mereka… merekalah ahli bid’ah dan ahlil hawa….

قال القاض عياض في الشفا : وكان معظم فسادهم على الدين, وقد يدخل في امر الدنيا بما يلقون بين المسلمين من العداوة الدينية تسري لدنياهم, قال العلامة ملاّ على القارى في شرحه : وقد حرم الله الخمر والميسر لهذه العلة, كما قال تعالى :إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ

Al Qodhi ‘Iyadh dalam kitabnya As Syifa berkata : “Kerusakan terbesar yang mereka lakukan adalah pada agama, dan terkadang merembet kedalam urusan dunia akibat perseteruan agama yang mereka ciptakan bias menjalar menjadi perseteruan dalam urusan dunia, (anda dapat membuktikannya dengan apa yang terjadi di sebagian Negara di Timur Tengah seperti Mesir, Libiya, Syiria dll). Al ‘Allamah Mulla Ali Al Qori berkata dalam syarahnya : “Sungguh Alloh telah mengharamkan khomer dan perjudian karena alas an ini (dapat menimbulkan konflik/permusuhan. red) sebagaimana yang telah Alloh Firmankan : “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu…” QS. Al Maidah: 91.

Demikian yang ditulis oleh Hadhrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari tentang Wahabi / Salafi dalam kitab beliau “Risalah Ahlis Sunnah Wal Jama’ah” hlm : 9-10.

Semoga bermanfaat dan menjadi perhatian kita guna mensikapi Fenomena Salafi/Wahabi, namun demikian kami berharap agar segenap saudaraku ASWAJA di samping mempertahankan Manhaj/Ajaran Ahulus Sunnah hendaknya dipertahankan pula akhlaq Ahlus Sunnah, dan tidak mudah terpancing…. Cukup kita buktikan dengan hujjah dan argument yang ilmiyah….

هدانا الله واياكم الى مايحبه ويرضى

 

NO COMMENTS