Profil jaringan teroris perakit bom Al-Qaeda Indonesia

0
702 views

profil-jaringan-teroris-perakit-bom-al-qaeda-indonesi

Merdeka.com – Berniat meneruskan perjuangan Jama’ah Islamiyah, Badri (55) mulai membuat kelompok jihad baru bernama Al-Qaeda Indonesi (Indonesi merupakan sebutan Indonesia dalam bahasa Arab). Badri bergerak bukan tanpa bekal, pengikut Noordin M Top itu telah memberikannya ilmu merakit bom dan cara merekrut para pemuda.

“Al-Qaeda Indonesi yang pimpinannya ini Badri Hartono alias Toni. Badri yang tentunya bisa saja melanjutkan perjuangan dari kelompok JI yang kita kenal terakhir itu Noordin M Top,” ujar Karo Penmas Polri, Boy Rafli Amar.

Menurut Boy, Badri mulai merekrut dan membentuk kelompok ini selepas pelatihan militer di Poso sembilan bulan lalu. Sasarannya para pemuda yang dianggap punya potensi, salah satunya Fajar (18) dan Anggrian (19). Di Jakarta, perekrutan diserahkan ke Toriq.

“Jadi mereka (terduga teroris) melarikan diri (dari Poso) kembali ke wilayah pulau Jawa dan Jakarta. Dalam masa pelarian itulah, mereka menyusun, mengkondisikan, melakukan perekrutan yang di Jakarta Toriq cs,” tambah Boy.

Kelompok ini terbilang hebat, meski tanpa basecamp dan gerakannya cenderung berpindah-pindah, namun mampu menciptakan bom jenis baru dengan daya ledak mematikan. Badri dkk mempunya ciri khas melakukan teror dengan bom rakitan.

Bahkan jika tidak terjadi ledakan di Depok, mungkin Toriq sebagai pengantin telah meledakan empat tempat Mako Brimob, perkumpulan Budha, Pos polisi Salemba dan kantor Densus pada 10 September lalu.

“Jadi selama ini bahan-bahan kimia ini dalam bentuk padat dan dalam pipa, tapi ini cairan-cairan yang merupakan penemuan baru. Kalau sempat digunakan, diyakini punya daya ledak besar,” tutur Boy.

Sampai saat ini sudah ada 16 teroris yang telah diamankan, sedangkan satu tewas :

1. Toriq menyerahkan diri ke Pos Pol Jembatan Lima (9/9)
2. Arif ditangkap di Bojong Gede (10/9)
3. Wahyu tewas dalam ledakan di Beji (12/9)
4. Yusuf menyerangkan diri di Polsek Langkat (12/9)
5. Jodi dan Abay ditangkap di Bintaro (17/9)
6. AR ditangkap di Tambun (17/9).
7. Anggrian ditangkap di Kalimantan Barat (22/9)
8. BH, RK, YP , FN , BN , K , IV , dan N ditangkap di Solo (22/9)
9. Joko Parkit ditangkap di Solo (23/9).

 

sumber : http://www.merdeka.com/

NO COMMENTS