PM Irak Tuduh Arab Saudi Danai Terorisme di Irak

0
505 views

maliki

Baghdad, LiputanIslam.com – Pemerintah Irak kembali menuduh Arab Saudi mendukung dan mendanai kelompok-kelompok teroris di Irak, dan menganggap Riyadh bertanggungjawab atas krisis yang sedang melanda Irak.

Tuduhan itu dikemukakan oleh Perdana Menteri (PM) Irak Nouri al-Maliki melalui statemen yang dirilis kantor PM di Baghdad Selasa (17/6/2014) sambil mengingatkan bahwa kejahatan teroris di Irak sudah mencapai level pembasmian etnis.

Maliki menyatakan kabinet Arab Saudi telah mengambil sikap yang mengherankan terhadap krisis Irak. “Sikap Arab Saudi bukan sebatas mencampuri urusan dalam negeri Irak, tapi bahkan telah melakukan sebentuk kerjasama dengan terorisme,” ungkap Maliki.

Statemen itu juga menegaskan, “Pemerintah Irak menganggap Arab Saudi bertanggungjawab atas segala bentuk dukungan dana dan mental kepada kelompok-kelompok tersebut, bertanggungjawab atas semua kejahatan yang sebagian di antaranya mencapai batas pembasmian etnis, dan bertanggungjawab atas penumpahan darah rakyat Irak dan aksi perusakan fasilitas pemerintah, peninggalan sejarah dan tempat-tempat suci Islam.”

Kantor PM Irak juga menegaskan bahwa Baghdad akan memperkarakan masalah ini melalui jalur hukum internasional.

Statemen itu juga menyatakan bahwa media Arab Saudi sengaja berusaha mengesankan aksi para teroris di Irak sebagai revolusi rakyat, dan dengan demikian media Saudi justru menghina kaum revolusioner Irak yang sesungguhnya serta melakukan pembenaran terhadap semua kejahatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris.

Laporan lain menyebutkan bahwa milisi Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah kabur dari sebuah markas kepolisian kota Tel Afar, Irak Utara, setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan keamanan Irak. Mereka kabur meninggalkan beberapa perlengkapan dan senjata. Sebuah sumber keamanan Irak mengatakan pihaknya telah menemukan peralatan komunikasi yang diketahui berasal dari Arab Saudi.

Berbagai media Irak melaporkan bahwa tentara Irak dan pasukan adat Selasa kemarin berhasil merebut kembali kota itu sepenuhnya dari tangan ISIS.

Seperti diketahui, situasi keamanan di Irak membara menyusul serbuan militan ISISI terhadap Mosul, provinsi Ninawa, 10 Juni lalu. Kota ini bersama seluruh wilayah provinsi itu serta beberapa kawasan di provinsi Salah al-Din, Kirkuk dan beberapa daerah lain sempat jatuh ke tangan ISIS. Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengumumkan status siaga penuh, ratusan ribu penduduk mengungsi, para ulama dari semua mazhab menyerukan fatwa jihad melawan ISIS, dan tentara Irak bersama ribuan relawanpun bangkit untuk menumpas ISIS. Hingga kini tentara Irak dan ribuan relawan terus beroperasi untuk membebaskan beberapa kawasan yang masih dikuasai ISIS di bagian utara Irak. (mm/alsumaria/fna)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS