PENYEBARAN WAHABI DI INDONESIA ; SEROBOT MASJID NU DAN TAHAPAN AJARAN RADIKAL

0
1,703 views

Inilah siasat kelompok Wahabi merebut kuasa di sebuah masjid. Mula-mula mereka mengontrak dekat masjid menjadi sasaran.

Dengan halus mereka sukarela menjadi marbot atau pembersih masjid. Lalu pelan-pelan menyebarkan ajaran dengan mengajar mengaji anak-anak. Lantas mereka bisa naik pangkat menjadi imam kalau tidak ada imam rutin. Bahkan, ada yang mengawini anak atau kerabat imam masjid.

Kemudian lambat laun dia merambat masuk dalam kepengurusan masjid dan berusaha menguasai program. Orang-orang alirannya pelan-pelan dimasukkan menjadi pengurus. “Lalu pengurus lama disingkirkan,” kata Ketua Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar nahdhatul Ulama Kiai Abdul Manan al-Ghani saat dihubungi merdeka dot com melalui telepon selulernya Kamis pekan lalu.

Kiai Abdul Manan benar-benar prihatin dengan fenomena perebutan masjid oleh kelompok Wahabi dan salafi. “Jumlah masjid NU di Jawa telah mereka rebut sekitar 300,” ujarnya.

Dia menambahkan ada juga yang masuk dengan cara memberikan bantuan. Lalu dia berusaha mempengaruhi semua kegiatan di masjid penerima bantuan. Penyumbang ini juga akhirnya menjadi pengurus lantaran pengurus lain merasa tidak enak sebab dia sudah banyak membantu keuangan masjid.

Akhirnya bisa ditebak. Masjid yang tadinya biasa membaca doa qunut saban salat subuh, menggelar acara maulid, dan tahlil, semua kegiatan semacam ini hilang. Alasannya bidah.

Menurut Kiai Abdul Manan, kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menyokong penuh penyebaran ajaran Wahabi di Indonesia. Sokongan itu melalui bantuan keuangan disalurkan lewat lembaga Al-Mulhaq ad-Dini. “Semua biaya pembangunan masjid mereka tanggung. Buku-buku dan ustadnya juga mereka sediakan,” tuturnya.

 

SYEIKH AL-JABRI ULAMA AHLUSSUNNAH: MUSUH ISLAM SEDANG MENGHANCURKAN PERSATUAN UMAT ISLAM.

Wakil Ketua Front Amal Islam Lebanon, Syeikh Abdul Naser al-Jabri, menyatakan bahwa Republik Islam Iran berjalan mengikuti jalur Islam yang sejati.
Rasa News (9/2) melaporkan, Syeikh al-Jabri yang merupakan salah satu ulama Sunni dan menjabat sebagai Wakil Ketua Front Amal Islam Lebanon, dalam Konferensi Persatuan Islam ke-25 di Tehran mengatakan bahwa musuh-musuh Islam sedang menghancurkan persatuan umat Islam. Dikatakannya, “Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, negara-negara Barat, dan sejumlah penguasa Arab, tidak mempedulikan persatuan umat Islam dan mereka menilai perbedaan fiqih antara Sunni dan Syiah itu tidak ada nilainya.”
Menurutnya, kekhawatiran utama negara-negara tersebut adalah politik Republik Islam Iran yang mengikuti jejak Islam hakiki untuk persatuan dan stabilitas umat Islam. Barat sangat mengkhawatirkan bangsa-bangsa Islam.
Syeikh al-Jabri mengkritik keras serangan media terhadap pemerintah Suriah dan menjelaskan bahwa Amerika, Israel, dan sekutu-sekutu mereka, menyerang habis-habisan kawasan ini dan berbeda dengan sebelumnya, serangan mereka kali ini dilakukan secara frontal dan terbuka. Mereka ingin Suriah berubah menjadi medan tempur dan bahkan mereka melangkah lebih jauh dengan merencanakan serangan ke Iran.
Ulama Sunni ini juga mengkritik kebijakan sejumlah negara Arab terhadap Republik Islam Iran. Dijelaskannya, “Negara-negara yang dulunya berpihak kepada rezim Saddam dalam menyerang Iran. Mereka melepaskan dukungan terhadap Saddam karena instruksi Amerika Serikat agar Washington dapat menyerang Baghdad. Kini negara-negara itu pula yang mendukung Amerika dan Barat melancarkan serangan militer ke Iran.
http://syiahali.wordpress.com/

NO COMMENTS