Penguasa ISIS di Raqqah Membangkang Abu Bakar al-Baghdadi

0
778 views

al-baghdadi-abu-luqmanBaghdad, LiputanIslam.com – Penguasa (wali/emir) kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Raqqah, Suriah, Abu Luqman, dilaporkan telah membangkang dan menyatakan memisahkan diri ISIS dan “khalifah”-nya, Abu Bakar al-Baghdadi.

Mengutip laporan Shahifah al-Mirshad Jumat (11/7), al-Alam melaporkan bahwa para pendukung Abu Luqman telah menyebar pesan Twitter dengan tagar berbahasa Arab yang artinya “Abu Luqman Khalifah Kami di Syam (Suriah)”. Di situ mereka berkicau bahwa sebanyak lebih dari 3000 militan telah menyatakan baiat kepada Abu Luqman sebagai khalifah, dan dengan demikian mereka telah mendeklarasikan pembatalan baiat mereka sebelumnya kepada al-Baghdadi.

Mereka menegaskan Abu Luqman lebih patut menjadi khalifah dibanding al-Baghdadi yang, menurut mereka, silsilahnya tidak jelas, sedangkan Abu Luqman berasal dari keluarga al-Ajil yang terpandang dan tersambung ke Ahlul Bait.
Disebutkan pula bahwa Abu Luqman bernama asli Ali al-Sawakh, berkewarganegaraan Suriah kelahiran kota Tabaqah di dekat kota Raqqa pada tahun 1973. Dia pernah berprofesi sebagai pengacara dan bergabung dengan kelompok ekstrim pada tahun 2003, menyusul peristiwa pendudukan Amerika Serikat atas Irak.

Menurut Alghad Press, para aktivis mengatakan bahwa belakangan ini terjadi percekcokan Abu Luqman dan para pengikutnya dengan para pemimpin ISIS karena pihak Abu Luqman merasa dikucilkan setelah dikukuhkan posisinya di kota Raqqah. Abu Luqman telah mengadakan pertemuan dengan keluarga al-Ajil dan meminta mereka mendukung keinginannya untuk menjadi “khalifah umat Islam”. Dia telah berusaha meyakinkan keluarga besar adat itu bahwa dirinya lebih layak menjadi khalifah daripada al-Baghdadi.

Kota dan provinsi Raqqah dikuasai ISIS sejak lebih dari satu tahun silam setelah mereka menghabisi banyak pemimpin dan militan oposisi Suriah serta menebar kekerasan atas nama agama terhadap penduduk setempat, aktivis dan media. Kondisi ini menyebabkan kesulitan pada penduduk setempat akibat buruknya kondisi perekonomian dan tingginya harga kebutuhan pokok. (mm)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS