Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi

1
1,514 views

Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi

Wahabi-Salafi-copy

Ancaman Ajaran Wahabi kepada kaum muslimin tampak semakin serius dari waktu ke waktu. Bahkan terkadang kaum wahabi itu sampai bertindak   keterlaluan yaitu mereka mengajak berdebat kepada orang-orang awam. Tentu kaum muslimin yang tidak mendalami ilmu masalah-masalah bid’ah  akan kelabakan menghadapi tantangan debat kaum wahabi.Karena kenyataannya kebanyakan kaum muslimin memang masih awam soal-soal kebid’ahan yang senantiasa dituduhkan kepadanya.

Selama ini jika berkaitan praktek ibadah kesehariannya kaum muslimin sudah ikhlasberibadah sesuai dengan yang diajarkan oleh para guru agama.  Sementara mayoritas  kaum muslimin  kurang menganggap penting  seluk-beluk masalah kebid’ahan yang selalu dilontarkan kaum Wahabi, semua dibiarkan mengalir jadi isu-isu khas Wahabi  yang mereshkan ummat Islam.  Sehingga ketika dihadapkan pada ‘provokasi debat’  yang muncul dari isu-isu tersebut kaum muslimin terpaksa memilih diam disebabkan tidak ada persiapan ilmunya.

Pernah terjadi pada  suatu pagi setelah shalat Subuh di sebuah kampung Betawi. Jama’ah yang sedang membaca ratib Haddad dilabrak beberapa orang Wahabi. Intinya mereka meminta agar pembacaan ratib Haddad itu dihentikan karena bid’ah menurut mereka. Selain itu kata mereka bacaan tersebut mengganggu tetangga kiri-kanan Musalla. Padahal yang sebenarnya adalah di dekat Musalla ada keluarga Kristen yng merasa terbantu untuk bangun pagi-pagi karena untuk persiapan masuk kerja. Justru di depan Musalla ada keluarga baru yang tidak pernah ikut berjama’ah, rupanya mereka kelurga Salafy Wahabi. Ternyata keluarga tersebut yang terganggu dengan bacaan dzikir Ratib Haddad, mungkin ada syetan yang bercokol di hatinya sehingga tidak kuat mendengar bacaan dzikir dari Musalla. Kabar terakhir rumah keluarga Salafy Wahabi tersebut sedang ditawarkan untuk dijual.

Seharusnya tidak perlu kuatir kalah berdebat dengan kaum  Wahabi kalau saja kita mau belajar tentang dasar-dasar ilmu tentang kebid’ahan. Karena ilmu yang dipakai sebagai dasar kaum Wahabi dalam pembid’ahan atau pemusyrikan adalah dasar yang tak memiliki pijakan kuat sebagai hujjah. Jika kita memiliki kejelian, Wahabi bisa dibekuk dengan dalil-dalil mereka sendiri. Karena berdebat secara langsung akan menyulitkan mereka berkelit, kalaupun berkelit kita bisa terus mengejarnya sampai terdesak dan tidak sanggup lagi menghindar. Lain jika di internet, bila terdesak mereka bisa dengan mudah berganti-ganti nama dan menyerang lagi.

Bagi antum yang ingin menguasai ilmu secara cepat bagaimana berdebat dengan Wahabi, ada buku panduannya, yaitu: “Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi”

===================================================================

Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Bina Aswaja & LBM NU Jember

Harga: Rp. 25.000,-

 

Sejak Tahun 2008 M, Tim LBM NU Jember seringkali diminta mengisi pelatihan dan internalisasi ASWAJA di kalangan warga Nahdliyyin di berbagai level. Tidak jarang, dalam acara-acara tersebut dilakukan debat terbuka dengan mendatangkan tokoh-tokoh Salafi. Dari sekian banyak perdebatan itu, akhirnya penulis tertarik untuk membukukannya dalam buku ini.

Selain itu, buku ini juga memasukkan kisah-kisah perdebatan para ulama dulu dengan kaum Wahhabi.  Seperti dialog terbuka Sayyid Alwi Al-Maliki vs Syaikh Ibn Sa’di di MAsjidil Haram, dialog terbuka Syaikh al-Syanqithi dengan ulama Wahhabi tuna netra, dialog al-Hafidz Ahmad al-Ghumari di Makkah al-Mukarramah, dialog Syaikh Salim Alwan vs Dimasyqiyat di Australia, serta kisah-kisah dialog teman-teman yang pernah terlibat langsung dalam sebuah dialog dengan kaum Wahhabi, dengan harapan buku ini menjadi panduan dalam berdialog dengan aliran Wahhabi yang dewasa ini menamakan dirinya aliran Salafi.

Dengan membaca buku ini, Insya’Allah, pembaca akan mampu berdialog dengan kaum Wahhabi dan Salafi.

 

Bagi yang memerlukan buku ini silahkan hub:

http://toko-buku-albarokah.blogspot.com/2011/01/buku-pintar-berdebat-dengan-wahhabi.html

1 COMMENT

Comments are closed.