Muslimin Batam: Usir Salafi-Wahabi Dari Batam & Kepri!

0
619 views

demo Batam1
spanduk demo BatamBATAM-Sekelompok orang melakukan demo bersama di depan kantor KPID (Komisi Penyiaran IndonesiaDaerah) kota Batam, pada Jumat (17/1). Massa membawa beberapa lembar spanduk bertuliskan, “Anti SALAFI/WAHABI,”

“Umat Islam Kota Batam Bersatu. Kami Menolak Keras Ajaran Salafi/Wahabi. Tutup Hang FM.. Adalah Harga Mati..!!!. Hang FM Pemecah Belah Umat Maka Pemerintah Harus Tegas..!!!. Tutup Hang FM Kalau Tidak Umat Islam yang Bertindak..!!!,” “Hancurkan dan Usir Salafi/Wahabi dari Batam dan Kepri,” ” STOP!! Tak Ada Kompromi dengan Kaum Salafi dan Wahabi !! Hancurkan dan Tutup Segala Aktivitas Salafi/Wahabi & Hang FM !! Kalau Tidak Diusir Maka Akan Terjadi Pertumpahan Darah.”

Aksi demo yang dimulai setelah shalat jumat pukul 13.30 WIB dilakukan umat Islam kota Batam, terdiri dari unsur Nahdhatul Ulama, Majelis Rasulullah, dan ForumPengurus Masjid & Musholla Kota Batam itu menuntut agar KPID Kota Batam segera menutup semua kegiatan Radio Hang FM yang disinyalir telah melanggar kode etik penyiaran dengan menyiarkan ceramah agama bernada provokatif dan ujaran kebencian (hatespeech) berupa pengkafiran kepada sesama umat Islam.

Aktivitas Hang FM selama ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan cenderung mengancam kehidupan harmonis dan keberagaman serta toleransi beragama yang selama ini sudah terjalin baik di tengah masyarakat Batam yang plural. Karena itulah massa menuntut agar kelompok Salafi-Wahabi selaku pengelola Hang FM yang selama ini menjadi motor perusak ukhuwah itu segera diusir dari Batam dan seluruh wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Melihat massa berdatangan pihak KPID segera melakukan rapat tertutup guna menanggapi tuntutan mereka. Namun rapat yang dilakukan selama hampir satu jam tersebut tidak melibatkan perwakilan dari para pendemo.

Sebagian pendemo yang merasa kesal karena perwakilannya tidak dilibatkan, berencana langsung menuju ke lokasi Hang FM di Batam Center. Salah seorang pendemo Ridwan Kholik, meminta para pihak yang berdialog di dalam ruang KPID segera memberikan penjelasan dan keputusan yang jelas agar massa tidak bertindak anarkis.

Dikawal pihak kepolisian, terjadilah dialog di depan gedung KPID. Pihak pendemo menyampaikan orasi yang didengar langsung oleh KPID, Kemenag, dan asisten Wakil Walikota.

Menanggapi tuntutan pendemo, pihak KPID beralasan perlu waktu yang cukup untuk mengkaji kebijakan penghentian siaran, seraya berjanji akan terus memantau semua acara dan program dakwah stasiun radio tersebut. Pihak KPID juga menyatakan sudah mengantongi jadwal siaran Hang FM ke depan beserta nama-nama para Ustad yang akan mengisi setiap acaranya.

Sementara pihak Kemenag yang diwakili Zulkifli AK, juga memberikan pernyataan sikap dan klarifikasi bahwa mereka juga akan ikut aktif berperan sebagai fasilitator antara pendemo dan pihak Hang FM. Meskipun soal keputusan akhirnya, tetap akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.

Setelah dialog terbuka itu, kedua belah pihak sepakat bahwa pada hari Rabu (22/1) mendatang pembicaraan lanjutan mengenai tuntutan para pendemo ini akan dilakukan di kantor PEMKO Batam di Batam Center, sesuai persetujuan Wakil Walikota yang disampaikan melalui asistennya.

Tepat pukul 15.36 WIB massa pun membubarkan diri dan berjanji akan kembali lagi Rabu (22/1) depan dengan jumlah massa yang lebih banyak. (Iim/Yudhi)

NO COMMENTS