MILITAN MALI BUNUH 16 ULAMA & HANCURKAN MAKAM

0
613 views

militan-mali

Militan Mali Hancurkan Makam Keramat

REPUBLIKA.CO.ID, BAMAKO — Gerilyawan menghancurkan makam-makam keramat di kota kuno Timbuktu, Mali, Kamis waktu setempat. Demikian kata sejumlah saksi.

Penghancuran makam itu merupakan serangan terakhir terhadap situs warisan dunia. Kelompok garis keras menghancurkan makam kuno yang dianggap menghina Tuhan.
“Saat ini, militan menghancurkan makam-makam di Kabara,” kata seorang saksi. “Mereka menghancurkan makam pertama dengan beliung serta peralatan lain. Mereka menyatakan akan menghancurkan seluruh makam.”

Kabara berada di bagian selatan kota Timbuktu. Seorang warga lain mengkonfirmasi laporan itu. Dia mengatakan militan garis keras tiba di Kabara dengan menggunakan tiga kendaraan. ”Beberapa dari mereka bersenjata,” katanya.

Militan Ansar Dine (Pembela Iman), kelompok bersenjata yang menguasai Timbuktu bersama Alqaidah di Maghribi Islam (AQIM), Juli lalu dikecam kalangan luas setelah mereka menghancurkan tujuh makam ulama Sufi. Mereka juga menghancurkan “pintu keramat” menuju masjid abad 15.

Kelompok itu juga menghancurkan makam-makam keramat di kota wilayah utara, Goundam dan Gao, pada September. Ansar Dine memulai penghancurkan makam setelah organisasi kebudayaan PBB UNESCO menempatkan Timbuktu dalam daftar situs warisan dunia yang terancam.

Tentara Mali Bunuh 16 Ulama

REPUBLIKA.CO.ID, MALI — Tentara Mali diduga telah membunuh 16 ulama dengan cara menembak mereka pada Sabtu (8/9). Mereka ditembak karena tidak mau berhenti saat diperiksa di pos militer di Diabaly, Segou, Mali. Pemerintah Mali mengatakan hingga kini pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi pemerintah pada Ahad, (9/9), korban penembakan tersebut adalah delapan warga Mali dan delapan warga Mauritania. Hal ini sekaligus merevisi pernyataan sebelumnya yang menyebutkan korban terdiri dari 12 orang Mauritania, dua orang Pakistan, dan dua warga Mali.

Pemerintah Mali mengungkapkan rasa penyesalannya atas insiden tersebut. Pemerintah mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban. Seperti dikutip dari voanews,tentara terpaksa menembak kelompok itu karena tidak berhenti saat diperiksa di pos militer. Saat kejadian tersebut, para ulama tengah berada di mobil. Mereka rencananya akan pergi ke sebuah konferensi di Bamako, Mali. Mereka juga tidak membawa senjata saat peristiwa itu.

Sementara itu, pemerintah mengeklaim bahwa ulama tersebut adalah anggota Sekte Dawa moderat. Sekte tersebut merupakan salah satu kelompok yang saat ini menguasai wilayah utara Mali.

Sebelumnya, pemerintah Mali sedang berada dalam status siaga, setelah kudeta dan kaum militan Islam berhasil menguasai utara negara itu. Pemerintah Mali berusaha merebut kembali wilayah tersebut dari pemberontak Ansar Dine dan kelompok lainnya. Ansar Dine sendiri adalah kelompok yang punya kaitan dengan Al-Qaidah. Pemimpinnya adalah bekas anggota Sekte Dawa.

Militan Mali Gunakan Anak-anak sebagai Tentara

LONDON, KOMPAS.com – Organisasi hak asasi Human Rights Watch menyatakan, militan Islam yang menguasai wilayah utara Mali menggunakan ratusan tentara anak-anak, sebagian berusia semuda 11 tahun.

Menurut Human Rights Watch, anak-anak itu digunakan untuk keperluan militer dan untuk memberlakukan penerapan hukum Islam atau syariah versi militan yang ketat.

Penggunaan tentara anak-anak merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Organisasi itu menyatakan penduduk Mali Utara melaporkan melihat anak-anak berusia antara 11 dan 17 tahun menerima pelatihan senjata dan menjaga pos-pos pemeriksaan.

Menurut warga, remaja-remaja melakukan patroli dengan berjalan kaki sebagai polisi Islamis dan memukuli kaum perempuan di jalan-jalan yang tidak mengenakan penutup kepala.

Laporan yang dilansir Selasa (25/9) itu juga merinci tentang amputasi, pencambukan dan penghancuran situs-situs keagamaan oleh kelompok-kelompok militan.

Menurut organisasi hak asasi tersebut, laporannya didasarkan pada wawancara dengan hampir seratus saksi mata yang melarikan diri dari Mali Utara, atau masih berada di sana dan berbicara melalui telepon.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/10/19/mc4acb-militan-mali-hancurkan-makam-keramat

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/09/10/ma47191-tentara-mali-bunuh-16-ulama

http://internasional.kompas.com/read/2012/09/26/09272758/Militan.Mali.Gunakan.Anakanak.sebagai.Tentara

NO COMMENTS