Mengatas-namakan Ahlussunnah, Ajaran Wahabi Jadi Lebih Menarik di Mata Kaum Awam

15
17,302 views
wahabi teroris

Diatas-namakan Ahlussunnah, Ajaran Wahabi Jadi Lebih Menarik di Mata Kaum Awam

 

kaum wahabi

Ahlus Sunnah dari Dulu Sampai Sekarang Tidak Pernah Sok “Kembali Kepada Al Qur’an dan Sunnah”

Di akhir zaman ini ada firqah atau sekte Islam yang  baru muncul 200 tahun yang lalu (muda usia) di Najd. Sekarang mereka giat dan rajin menyebarkan ajaran-ajaran Islam menyimpang dengan mengatas-namakan Ahlus Sunnah.  untuk menyamar dengan tujuan untuk mengelabui umat Islam. Dengan bertaqiyah Ahlus Sunnah terbukti semakin banyak kalangan kaum muslimin yang masih awam  kepincut dan kemudian menjadi pengikut yang penurut dalam sekte ini.

Para pengikut yang penurut tersebut kebanyakan hanya punya back-ground ilmu agama yang bisa dibilang “minim”, tetapi kemudian setelah beberapa bulan masuk dalam sekte tersebut menjadi “lancar” berbicara agama khususnya menyangkut persoalan isu-isu bid’ah dn syirik plus dalil-dalilnya. Mereka punya motto favorite “Kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah”, sebuah motto yang sekilas tampak keren. Akan tetapi tahukah anda bahwa ternyata eksistensi kelompok ini dengan mottonya itu ternyata oleh Nabi Saw  dijelaskan sebagai kelompak kaum yang menyimpang dari Ajaran Islam? Nah… anda yang baru dengar pasti kaget kan?

Seharusnya kita tidak perlu kaget seandainya tahu bahwa ternyata para ulama besar Ahlus Sunnah semacam ulama-ulama mazhab yang 4 ternyata tidak ada satu pun yang punya motto “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”, begitupun para ulama top Ahlus Sunnah semisal Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al Atsqalani, Imam Suyuthi dan ribuan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berteriak-teriak “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”. Tetapi kenapa hanya kaum Wahabi (salafi) saja yang suka berteriak-teriak kembali kepada Al Qur’an dan Al Sunnah?

Berikut ini penjelasannya, disampaikan oleh ustadz  Ibnu Abdillah Al-Katibiy….

Ciri-ciri Aliran Menyimpang yang Mengatasnamakan Ahlus Sunnah

Oleh: Ibnu Abdillah Al-Katibiy

Jaga keluarga anda dari sekte ini :

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ;

سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون قول خير البرية يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية ، فإذا لقيتموهم فاقتلوهم ، فإن قتلهم أجراً لمن قتلهم عند الله يوم القيامة

“Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari : 3342)

Nabi menginformasikan pada kita beberapa cirri khas sekte menyimpang ini (wahabi-salafi) sebagaimana hadits di atas :

1. Mereka pada umumnya masih berusia muda tetapi lemah akalnya, atau itu adalah sebuah kalimat majaz yang bermakna orang-orang yang kurangberpengalaman atau kurang berkompetensi dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah. Subyektivitas dengan daya dukung pemaham yang lemah dalam memahaminya, bahkan menafsiri ayat-ayat Al-Qur`an dengan mengedepankan fanatik dan emosional golongan mereka sendiri.

2. Sering membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dan juga ayat-ayat Al-Quran, namun semua itu hanya sebatas di lisan mereka saja tidak membekas di hati mereka. Artinya mereka memang pandai membawakan ayat-ayat Al-Quran demikian juga hadits-hadits Nabi lengkap beserta sanad dan nomer haditsnya, namun karena mereka tidak memiliki kapasitas di dalam memahami kandungan-kandungan makna dan maksud yang sebenarnya, maka ayat dan hadits itu menjadi bencana bagi mereka dan menjadi fitnah bagi kaum muslimin lainnya yang menyebabkan retaknya ukhuwwah Islamiyyah sebagaimana sabda Nabi di atas “Mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al-Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka “.

Atau ayat dan hadits yang mereka ucapkan hanya sebatas gambaran di lisan mereka saja tidak membawa bekas di hati mereka, sehingga perilaku lahir mereka bertentangan dengan bathin mereka, sehingga terkadang kita melihat mereka tidak memiliki adab di dalam membaca al-Quran atau meletakkan al-Quran, sebagaimana hadits Nabi lainnya :

سيكون في أمتي اختلاف وفرقة ، قوم يحسنون القيل ويسيئون الفعل

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan “.

3. Mempunyai slogan kembali pada Al-Quran. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ

” Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran “. (Sunan Abu Daud : 4765)

Tanda mereka ini sangat nyata dan kentara kita ketahui pada realita saat ini, kaum wahabi selalu teriak kepada kaum muslimin untuk kembali pada Al-Quran. Ahlus sunnah selalu mengajak pada Al-Quran karena ajaran mereka memang bersumber dari Al-Quran, namun kenapa Allah menjadikan sifat ini sebagai tanda pada kaum neo khawarij (wahabi) ini? Sebab merekalah satu-satunya kelompok yang dikenali dikalangan awam yang selalu teriak mengajak pada Al-Quran sedangkan Al-Quran sendiri berlepas diri dari mereka. Sehingga hal ini (yad’uuna ilaa kitabillah; mengajak kepada Al-Quran) menjadi tanda atas kelompok ini bukan pada kelompok khawarij lainnya. Tidak ada satu pun khawarij atau kelompok ahli bid’ah yang selalu koar-koar kembali pada Al-Quran dan sunnah selain kelompok wahabi ini yang masih terus eksis hingga saat ini dengan slogannya tersebut.

15 COMMENTS

  1. “Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari : 3342) –

    Jadi ketawa melihat hadits ini adalah kelompok khawarij cirinya yang mengkafirkan dosa besar, mana ada ahlussunah mengkafirkan dosa besar masuk neraka kekal, dan khawarij hidup di masa Nabi SAW, sedangkan wahabi hidup sesudah Nabi WAFAT, mana nyambungnya….?????? yah ketahuan dan bohongnya di otak atik perkataan juga tetap ketahuan bohongnya

    • wahhabi itu kan muncul di penghujung abad 20…wahhabi dilahirkan oleh kaum kafir khwarij yg muncul di jaman khalifah Ali…masa yg melahirkan
      lbh muda usianya drpd yg dilahirkan…periksalah otak anda!!!.. jangan2 isinya otak keledai

  2. Seharusnya kita tidak perlu kaget seandainya tahu bahwa ternyata para ulama besar Ahlus Sunnah semacam ulama-ulama mazhab yang 4 ternyata tidak ada satu pun yang punya motto “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”, begitupun para ulama top Ahlus Sunnah semisal Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al Atsqalani, Imam Suyuthi dan ribuan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berteriak-teriak “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”. Tetapi kenapa hanya kaum Wahabi (salafi) saja yang suka berteriak-teriak kembali kepada Al Qur’an dan Al Sunnah? –

    ini perkatan anda kali…. semua yang kami baca kitab2 para ulama salaf tetap di suruh kembali kepada al-Qur’an dan as-sunnah liat perkataan imam yang empat di kitab mereka masing2 tidak ada kembali pendapat mereka kalau mereka keluar Dari al-Qur’an dan as-sunnah adalah sesat sesuai sabda Rasululllah SAW. ANEH JUGA INI YG NULIS, MASUKIN DALIL AL-QU’AN DAN AS-SUNNAH TAPI, KEBAKARAN JENGGOT TINGGALKAN AL-QUR’AN DAN AS SUNNAH SURUH KEMBALI PERKATAAN ULAMA, PADAHAL AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SETIAP PERSELISIHAN HARUS KEMBALI KEPADA AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH, ANDA INI BERDUSTA ATAS NAMA ULAMA …….

  3. menyebabkan retaknya ukhuwwah Islamiyyah sebagaimana sabda Nabi di atas “Mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al-Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka “. –

    Haditsnya riwayat siapa ? dan sanadnya shahih nga, apa dhoif, maudhu, palsu, apa hadits mungkar dan di kitab apa yang anda baca serta siapa penulisnya dan terbitan apa??? , kalo menuduh paling gampang di bandingkan masuk sekolah taman kanak-kanak……….

  4. Para pengikut yang penurut tersebut kebanyakan hanya punya back-ground ilmu agama yang bisa dibilang “minim”, tetapi kemudian setelah beberapa bulan masuk dalam sekte tersebut menjadi “lancar” berbicara agama khususnya menyangkut persoalan isu-isu bid’ah dn syirik plus dalil-dalilnya. Mereka punya motto favorite “Kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah”, sebuah motto yang sekilas tampak keren. Akan tetapi tahukah anda bahwa ternyata eksistensi kelompok ini dengan mottonya itu ternyata oleh Nabi Saw dijelaskan sebagai kelompak kaum yang menyimpang dari Ajaran Islam? Nah… anda yang baru dengar pasti kaget kan? –

    KAGA KAGET….. UDAH TAHU…. JUSTRU KAMI KAGET KAMU SANGAT BODOH MENULIS INI , KARENA ISU2 ITU ADALAH DARI AJARAN ISLAM ITU SENDIRI, KENAPA KAMU MENGUGGAT ISU ITU KEPADA KELOMPOK TERTENTU, PADAHAL SEBELUM ADA KELOMPOK WAHABI ISU SYIRIK, BID’AH ADALAH DARI ALLAH DAN RASULNYA, SECARA TIDAK LANGSUNG ANDA SENDIRI YANG MEMBUAT ISU BAHWA AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH BIANG KEROKNYA…. PAHAM NGA ANDA TIDAK MUNGKIN WAHABI MEMUNCULKAN ISU TERSEBUT KALO TIDAK ADA SUMBERNYA DARI 2 PEDOMAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH…. JADI KAMI TIDAK KAGET YANG KAGET ADALAH ANDA SENDIRI !!!!!!!

  5. 2. Sering membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dan juga ayat-ayat Al-Quran, namun semua itu hanya sebatas di lisan mereka saja tidak membekas di hati mereka. Artinya mereka memang pandai membawakan ayat-ayat Al-Quran demikian juga hadits-hadits Nabi lengkap beserta sanad dan nomer haditsnya, namun karena mereka tidak memiliki kapasitas di dalam memahami kandungan-kandungan makna dan maksud yang sebenarnya, maka ayat dan hadits itu menjadi bencana bagi mereka dan menjadi fitnah bagi kaum muslimin lainnya yang menyebabkan retaknya ukhuwwah Islamiyyah sebagaimana sabda Nabi di atas “Mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al-Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka “.

    Atau ayat dan hadits yang mereka ucapkan hanya sebatas gambaran di lisan mereka saja tidak membawa bekas di hati mereka, sehingga perilaku lahir mereka bertentangan dengan bathin mereka, sehingga terkadang kita melihat mereka tidak memiliki adab di dalam membaca al-Quran atau meletakkan al-Quran, sebagaimana hadits Nabi lainnya :
    سيكون في أمتي اختلاف وفرقة ، قوم يحسنون القيل ويسيئون الفعل

    “ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan “.

    APA BUKTINYA, ANDA MENULIS FITNAH INI SAJA SUDAH KETAHUAN AKAN ADAB ANDA DAN AKHLAK ANDA YANG RUSAK DAN BOHONG…. APAKAH ANDA MEMBACA AYAT2 ALLAH SAMPAI HATI…. TAPI KOH SAMPAI HATI KELAKUANNYA BEDA ?????

  6. Pada dasarnya sepakat bila kita harus kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, Tetapi perlu diingat bahwa sejarah Al-Qur’an dibukukan yakni pada masa sepeninggal Rasulullah SAW, yakni diawali pada masa Khalifah Umar ibn Khattab dan sampai dengan masa Khalifah Ustman ibn Affan, sehingga muncul yang namanya mushaf ustmany pada saat itu, yang kemudian dibukukan kembali oleh Zaid ibn Tsabit, maka muncullah Al-Qur’an sampai sekarang, dan Zaid ibn Tsabit pun berpedoman kepada para sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang hafidzh terhadap wahyu-wahyu yang disampaikan oleh Rasullullah SAW kepada para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. ARTINYA DI ZAMAN RASULULLAH SAW BELUM ADA AL-QUR”AN PADA WAKTU ITU, HANYA WAHYU ALLAH SWT SAJA MELALUI MALAIKAT JIBRIL AS. Kemudian Al-Qur’an secara PAKETNYA memang sudah tertulis di LAUHFIL MAHFUDZ, tetapi proses turunnya juga BERANGSUR-ANGSUR disesuaikan dengan keadaan dan peristiwa yang terjadi pada zaman RASULULLAH SAW.

    Tetapi kaitan dengan Hadits Ahad yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah, RA mengatakan bahwa “Jika kalian dalam keadaan berselisih sepeninggalku, maka kembalilah kepada Al-Qur’an dan As-Sunnahku”, kemudian juga hadits dari Siti Aisyah. RA, ketika ditanya tentang akhlak RASULULLAH SAW, maka beliau mengatakan bahwa: “Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an” yang juga sama kategorinya hadits ahad bukan hadits shohih, artinya secara matannya dapat diakui, tetapi dari mu’tabar dan mutawatirnya hadits belum kategori yang Dhobit atau Dhobit Tam, kemudian ada hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Umar Ibn Khattab yang mengatakan, ketika Rasullullah SAW ditanya tentang golongan Ahlussunnah, maka Rasul menjawab “Maa Ana Al yauma ‘alaihi wa Ash habi” artinya Ahlussunnah adalah golongan yang mengikuti segala ajaran-ajaran ku dan para sahabat-sahabatku’ sehingga wajar para Ulama Ahlussunnah sejak saat itu banyak berijtihad bagi yang sudah memenuhi syarat sebagai Mujtahid melakukan istinbath al-ahkam terhadap realita masyarakat yang sekarang, sampai akan datang. dengan tetap berpegang kepada HIKMATUTASYRI’ yang disampaikan oleh Rasulullah SAW saat hijrah kemadinah, yakni:
    1. Menjaga Agama / ajaran-ajaran Rasul
    2. Menjaga Jiwa / An-Nafs
    3. Menjaga Harta / Maal
    4. Menjaga Keturunan / Nasl
    5. Menjaga Keluarga / Masyarakat / Bangsa dan Negara

    Dengan keadaan demikian maka wajar bila para Ulama Salafussholih tidak menggunakan motto “KEMBALI KEPADA Al-QUR’AN DAN AS-SUNNAH”, bahkan mereka jauh sudah FAHAM DAN ‘ALIIM terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah itu sendiri.

    JADI KENAPA KITA TIDAK MENAULADANI PARA ULAMA’ YANG ALIIM DAN FAHAM “Al-ULAMA WARATSATUL AN-BIYA” TETAPI MALAH KITA BERAMAI-RAMAI “MENCOBA” UNTUK BERIJTIHAD DAN BAHKAN MENJADI MUFASIRIN BARU YANG SEMUANYA TANPA ADA KAPASITAS DAN KAPABILITAS SEPERTI PARA ULAMA KITA……….BAHKAN ISLAM MENJADI TERPECAH BELAH,

    ASTAGHFIRULLAH AL-ADZIM….ASTAGHFIRULLAH AL-ADZIM….ASTAGHFIRULLAH AL-ADZIM….
    WALLAHU ‘ALAM BISHOWAB WAL MURODHIHI……

  7. TIDAK ADA MANFAAT SEDIKIT PUN BAGI KITA UNTUK SALING MEMUSUHI. ISLAM MENGAJARKAN HIDUP DALAM PERBEDAAN YANG DAMAI. KALAU SAUDARA INGIN MENYEBARKAN KEYAKINAN YANG MENURUT SAUDARA YAKINI BENAR, SEBARKAN DENGAN CARA-CARA YANG BAIK. DEMIKIAN PULA, KALAU KAUM WAHABI INGIN MENYEBARKAN PAHAMNYA, SILAKAN LAKUKAN DENGAN CARA YANG BAIK. YANG PENTING, JANGAN SALING BERMUSUHAN. tIDAK USAH KEBAKARAN JENGGOT.

  8. Sudahlah…Antum kembali saja kepada generasi terbaik…Generasi Tegar di atas Sunnah. TInggalkan segera Generasi yg mempertahankan tradisi..!! Tidakkah Rasulullah di utus untuk menghapus Tradisi Jahiliyah..??
    kata Cak lontong…MIKIRRRR…!!!

    • Walaupun semua tanda tlh ALLAH SWT telah tunjukan tetap tidak akan mampu membuat mata mereka terbuka / hewan..

  9. ماشاءالله…
    Dari koment2 itu smakin jlas sja klompok yg dijlaskn dlm post diatas. Smga Allah sllu mnjaga kita dn kluarga kita dri kburukn sepak trjang dn bualan mereka.

Comments are closed.