Media AS: Intelijen AS dan ISIS Bekerjasama Hancurkan Irak

0
1,413 views
Islam Times- “AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.
ISIS bantai rakyat sipil Irak

ISIS bantai rakyat sipil Irak

Kantor intelijen rahasia AS di Baghdad, Irak menolak memberikan data sensitif mengenai lokasikeberadaan kelompok teroris yang beroperasi di negara itu kepada otoritas Irak, termasuk lokasi elemen-elemen Takfiri ISIS, demikian menukil laporan pers AS.

Jurnal Market Watch pada Ahad, 22/06/14, melaporkan, pemerintahan Obama secara resmi melakukan operasi intelijen rahasia di Irak akhir tahun lalu.

“AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.

Pejabat itu menambahkan, jalur komunikasi yang diambil dari para pemimpin kelompok militan ISIS dan real-time feed drone merupakan data-data penting yang tidak diberikan AS kepada otoritas pemerintah Irak.

Sebagai gantinya, Irak hanya diberikan gambar-gambar fotografi yang sangat terbatas dan sudah usang.

Alasannya, para pejabat Washington mengaku khawatir data-data yang diberikan itu akan berakhir di tangan Iran. Sebuah permainan yang menunjukkan bahwa AS tidak berniat bekerja sama dengan Republik Islam dalam memerangi terorisme internasional.

Jurnal Market Watch juga melaporkan, sebelum tentara AS ditarik dari Irak, para pemimpin Takfiri dibebaskan terlebih dahulu dari penjara AS di Irak. Dan diketahui bahwa yang menguasai sejumlah kota-kota di provinsi Irak utara dan timur laut pekan terakhir ini adalah mereka yang dibebaskan AS.

Selain itu, ISIS juga didukung penuh dan dibiayai oleh sekutu AS di Timur Tengah khususnya Arab Saudi dan Qatar. [IT/Onh/Ass]

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS