Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian: 6)

0
342 views

perang1112

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Kemunafikan Mu’awiyah dan ketidak-berimanannya kepada Allah, Rasul-Nya dan hari akhir bukanlah rahasia bagi yang mau menanggalkan baju fanatisme buta kepada kemunafikan daan kaum munafik! Penegasan dan vonis Sayyidina Ali, Sayyidian Ammâr dan para sahabat serta para pemuka Tabi’în sudahlah cukup sebagai bukti… pernyataan sikap mereka tentang kemunafikan Mu’awiyah telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari mereka dan sikap itu adalah sikap pasti mereka… sementara kita semua tau dan mengakui kemuliaan dan keagungan mereka! Mereka adalah pemuka Salaf Shaleh kita semua… Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk meragukannya!

Namun barangkali serbagian Salafi Wahhâbi tidak suka dengan pernyataan mereka dan tidak menjadikan para sahabat dan pemuka Tabi’în itu sebagai panutannya, maka saya berharap pernyataan sikap dari seorang yang pasti mereka cintai dan agungkan karena ia adalah dari kelompok Mu’awiyah sendiri mampu mengembalikan kesadaran mereka dan mereka mau menerimanya. Sebab pernyataan sikap itu dinyatakan oleh orang terdekat dan orang kepercayaan Mu’awiyah yang tentunya pasti oleh kaum Salafi Wahhâbi diyakini sebagai Salaf Shaleh mereka!

Karenanya, saya akan bawakan pernyataan orang dekat dan kepercayaaan Mu’awiyah dan tentunya ia sangat tau dan faham hakikat diri Mu’awiyah… obsesinya … kecenderungannya… keimanan atau kemunafikannya!

Pernyataan Mughîrah bin Syu’bah Bahwa Mu’awiyah adalah Manusia Paling Kafir:

Kesaksiaan Mughirah ini sangat penting dan pada waktu yang sama sangat berbahaya. Sebab ia adalah kesdaksian teman dekat yang sangat kenal siapa Mu’aqwiyah! Sebagaimana juga ia adalah kesaksian yang disampaikan oleh rekan Mu’awiyah yang juga banyak terlibat dalam berbagai aksi kejahatan bersama Mu’awiyah, tuannya! Namun kendati demikian, pada akhirnya ia tidak sanggup berlari mengejar kekafiran Mu’awiyah yang menurutnya sudah kelewat batas! Sehingga pada akhirnya ia mengungkapkan kesaksiannya akan kekafiran Mu’awiyah kepada Muthraf; putranya sendiri!

Kesaksian itu telah direkam oleh Zubair bin Bakkâr –seorang ulama besar dari keluarga sahabat Zubair bin Awwâm, yang dikenal keberpihakannya kepada musuh-musuh Ahlulbait Nabi ra., sehingga kita tidak percu khawatir akan kejujurannya dalam laporannya tentang masalah-masalah seperti ini-. Zubair bin Bakkâr melaporkan dalam kitab al Muwaffaqiyyat-nya sebagaimana berikut ini:

“Mathraf bin Mughîrah bin Syu’bah berkata, ‘Aku bersama ayahku masuk menemui Mu’awiyah. Dan sudah menjadi kebiasaan ayahku untuk menemui Mu’awiyah dan berbincang-bincang, lalu kemudian sepulangnya ia bercerita kepada kami keunggulan akal dan pandangan-pandangan Mu’awiyah. Lalu pada suatu malam ayahku pulang dan ia menahan diri dari makan malamnya, aku menyaksikannya terlihat sedih. Aku menunggunya. Aku mengira mungkin kesedihannya karena ada kesalahan dari kami. Lalu aku berkata, “Wahai ayah! Mengapakah gerangan aku menyaksikanmu bersedih sepanjang malam ini? Ayahku menjawab,‘Hai anakku! Aku baru saja menemui seorang yang paling kafir dan paling busuk!” Aku bertanya, ‘Apa itu?’ ia berkata, “Aku berkata kepada Mu’awiyah di saat aku duduk berduaan dengannya, ‘Wahai Amirul Mukminin! Sesungguhnya usiamu telah lanjut, andai saja engkau mau menampakkan keadilan dan kamu berikan kebaikan. Andai engkau memperhatikan nasib kerabat dekatmu sendiri dari keluarga bani Hasyim, coba engkau sambung tali rahim mereka. Demi Allah, tidak ada lagi yang perlu engkau takutkan dari mereka. Jika engkau lakukan hal itu pasti  akan membuat nama harum-mu menjadi abadi dan pahala juga akan diberikan untukmu. Maka ia menjawab,“TIDAK! TIDAK! Sebutan apa yang aku harap dapat abadi! Saudara dari suku Taim (Khalifah Abu Bakar maksudnya_pen) berkuasa lalu ia berbuat baik, lalu apa? Ia mati dan sebutannya pun juga terkubur bersamanya! Orang-orang hanya menyebut-nyebut, ‘Abu Bakar! Abu Bakar! Begitu juga saudara suku Adi (Khalifah Umar maksudnya_pen) berkuasa, lalu ia bersungguh-sungguh dalam berbuat baik, kemudian ia mati, maka terkuburlah sebutannya. Orang-orang hanya menyebut-nyebut, Umar! Umar!

Sedangkan anaknya Abu Kabsyah namanya dijeritkan setiap hari lima kali  “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul/utusan Allah! Perbuataan dan nama harum apa yang akan abadi! Celakalah engkau! Tidak! sehingga nama orang itu (Nabi Muhammad saw maksudnya_pen) dikubur sedalam-dalamnya/dafnan-dafnan!”[1]

Abu Salafy:

Inilah Mu’awiyah seperti diperkenalkan oleh orang kepercayaannya yang sangat dekat! Inilah hakikat Mu’awiyah yang dibanggakan oleh Ustadz Firanda dan para pemuja kemunafikan lainnya!

Bukankah Mughirah bin Syu’bah itu adaalah Salaf Shaleh kebanggaan kaum Salafi Wahhâbi!

Bukankah Mughirah bin Syu’bah itu teman dekat Mu’awiyah dan sekutu dalam berbagai kejahatan  politiknya?

Bukankah sudah barang pasti Mughirah lebih mengenal Mu’awiyah dibanding Anda yang hanya mengandalkan hadis-hadis palsu untuk menyanjungnya?! Mengagungkannya! Menjadikannya seorang Mujtahid! Seorang Mujahid! Seorang sahabat dekat Nabi saw.! Seoranf Penulis wahyu suci! Seorang yang mendapatkan sederetan doa Nabi saw.! seorang Khalifah agung!

Jika kalian wahai para Salafi Wahhâbi tidak doyan dengan sajian saya berupa pernyataan sikap para sahabat mulia seperti Sayyidina Ali, Sayyidina Ammâr dkk. Maka tentunya kalian pasti diyan dengan pernyataan kolega Mu’awiyah sendiri yang memang selama ini menjadi profesi kalian untuk membela mereka! Dan karena saya telah kenali mentalitas dan kejiwaan kalian serta kecintaan kalian yang mendalam kepada pohon terkutuk; bani Uamyyah dan antek-anteknya, maka saya pun terpaksa menyajikan kesaksian Mughîrah bin Syu’bah.. mudah-mudahan kalian dapat menemukan dan tunduk kepada kebenaran melalui kesaksiannya! Amin.

(Bersambung Insya Allah)


[1] Zubair bin Bakkâr; Al Akhbâr al Muwaffaqiyyât:576-577, al Ms’ûdi; Murûj adz Dzahab;,4/41 dan Muhammad bin Aqil; an Nashâih al Kâfiyah:93.

NO COMMENTS