Mayoritas Masyarakat Muslim Indonesia Tidak Wellcome Terhadap ISIS

0
1,399 views

Masyarakat Tolak ISIS: Kisah Konyol Simpatisan ISIS Jadi Sasaran Amuk Massa

ISIS-Indonesia-firman-simpatisan-ISIS-yg-doyan-fitnessMunculnya paham ISIS di Indonesia telah menimbulkan kecuriagaan masyarakat Indonesia terhadap personil-personil yang dianggap anggota kelompok ISIS. Bahkan sikap curiga masyarakat terhadap ISISbisa berkembang jadi tindakan penuh emosi, karena mengingat bahwa ISIS di negeri asalnya, di Irak dan Suriah, dikenal telah berlaku kejam dan biadab kepada siapa saja, tidak pandang suku dan agama. Korbannya bisa orang-orang Islam baik Syiah atau Sunni, bisa juga mereka yang beraga Kristen, dan kabar terakhir kelompok ISIS ini membantai suku Yazidi, ini menunjukkan siapapun bisa menjadi sasaran kekejaman kelompok ISIS.

isis indonesia

Oleh karena itu masyarakat Indonesia ketika mendengar kelompok ISIS memperluas wilayahnya keIndonesia, begitu para pendukung dan simpatisan menyambut dengan mengadakan pembaiatan di mana-mana, masyarakat jadi marah dan emosi. Mau jadi apa Indonesia dengan munculnya pembaiatan para pendukung ISIS, bisa dibayangkan kalau mereka menjadi kelompok besar lengkap dengan senjata di tangan mereka. Ke depan akan banyak jatuh korban dan kerusakan akan terjadi di mana-mana sebagaimana yang telah terjadi di Irak dan Suriah.

Berikut ini sekelumit kisah seorang simpatisan ISIS bernama Firman Hidayat Silalahi yang diamuk massa karena ketahuan mengibarkan bendera ISIS. Ini sekaligus menjadi sebuah bukti jelas bahwamasyarakat tidak wellcome terhadap ISIS.

Kibarkan Bendera ISISFirman Hidayat Dipukuli Warga yang Penuh Emosi

Firman Hidayat Silalahi (36) yang tinggalnya di RT 4/9, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok,  rumahnya digeruduk warga karena dicurigai terlibat kelompok radikal ISIS.  Menurut Andri Yudisprana (37) Ketua RT, dimana puluhan warga yang datang tampak marah dan penuh emosi. Sebab kata Andri, warga bukan hanya mencurigai Firman terlibat kelompok radikal ISIS, tetapi juga terlibat jaringan kelompok terorisme.

“Sampai-sampai, dia mau dibakar sama warga, juga rumahnya. Untungnya bisa saya halangi. Kalau tidak, saya nggak tahu bagaimana nasibnya,” kata Andri saat ditemui Warta Kota, tak jauh dari rumah Firman, Jumat (22/8/2014).

Menurut Andri, warga tak mau Firman Hidayat yang berprofesi sebagai pedagang es krim keliling itu tinggal di wilayah mereka lagi. Sebab, katanya, sejak tinggal di sana lima tahun lalu, Firman Hidayat sama sekali tidak mau bergaul dengan warga sekitar serta bersikap tertutup.

“Dia gak mau bergaul sama warga. Jadinya warga curiga. Apalagi ada bendera ISIS di depan rumahnya,” kata Andri.

Andri mengatakan, sesaat sebelum diamankan polisi, kepada warga yang menggeruduknya, Firman terang-terangan membela ISIS. Bahkan, kata Andri, Firman tidak membantah menjadi partisipan yang mendukung ISIS.

“Dia sempat berdebat sama warga yang hendak mencopot bendera ISIS di depan rumahnya dan menghalangi warga. Dia juga mengaku senang dengan ISIS dan mengaku sudah 3 tahun masuk ISIS,” katanya.

Firman Hidayat Pernah Jadi Angota Kelompok Pemberontak RMS di Ambon

Firman Hidayat Silalahi sempat dipukuli warga Depok hingga mulutnya berdarah lantaran terang-terangan mengibarkan bendera ISIS di teras rumahnya. Warga pantas geram, hal ini karena menurut Andri Yudisprana (37) Ketua RT, Firman Hidayat kepada beberapa warga dengan bangganya mengaku, ia pernah menjadi pejuang mujahid di beberapa daerah konflik serta juga mengaku pernah menjadi penjaga post kelompok pemberontak Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon tahun 2001.

“Ini informasi dari beberapa warga yang mendengar sendiri pengakuan Firman Hadayat secara langsung dengan bangganya,” ujar Andri. Menurut Andri, informasi warga itu juga menyebutkan bahwa setelah beberapa lama di Ambon dan bergabung dengan RMS, Firman akhirnya berniat pulang kembali ke rumahnya.

“Saat itu ia masih tinggal di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Tapi ketika dia ingin pulang, dia ditangkap oleh RMS dan dipukuli. Ia dianggap membelot dari RMS,” ujar Andri.

Namun, Firman Hidayat akhirnya bisa keluar dari pos RMS di Ambon. Namun saat akan pulang dan berangkat ke Jakarta melalui pelabuhan di Ambon, Firman kembali bermasalah. Ia dikenali petugas sebagai anggota kelompok pemberontak dan terlarang RMS. Sehingga Firman sempat akan ditahan dan dilarang datang ke Jakarta.

Bendera ISIS Dibentangkan Baru Tiga Hari Sebelum Digeruduk Warga

Menurut sang ibu, Tarti Rosmina Marbun (60), mengatakan bendera warna hitam bertuliskan kaligrafi yang disebut-sebut bendera kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), dibentangkan oleh anaknya Firman Hidayat Silalahi (36) di tembok di teras rumahnya baru sekitar 3 hari sebelum kemudian digeruduk warga masyarakat.

Karena pengibaran bendera ISIS itulah, Firman dicurigai warga, terlibat kelompok ISIS dan kemudian diamankan aparat Polresta Depok. Warga sempat menggeruduk rumah Firman, Jumat (22/8/2014) dinihari dan menggeledah rumahnya.

“Bendera itu baru ditempel di tembok teras rumah tiga hari lalu. Tapi itu malahan jadi masalah,” kata Tarti saat ditemui Warta Kota di rumahnya di Jalan STM Mandiri, RT 4/9, Kelurahan Kemiri Muka, Beji, Depok, Jumat siang.

Ia membantah jika ada yang mengatakan Firman Hidayat sudah lama membentangkan bendera hitam itu di teras rumahnya.

Marina Marbun (47) adik Tarti, atau bibi Firman, mengatakan bendera di teras rumah dibentangkan oleh Firman sekitar hari Selasa (19/8/2014) lalu. “Jadi sekitar hari Selasa lalu itulah, bendera dibentangkan di teras rumah sama Firman,” kata Marina.

Sementara kata Marina, untuk bendera yang ada di tembok di ruang tamu rumah, sudah dipasang oleh Firman lebih lama dari bendera yang dibentangkan di teras.

“Kalau yang di dalam rumah di ruang tamu rumah memang lebih lama, sekitar beberapa minggu sebelumnya,” kata Marina.

Seperti diberitakan oleh hampir semua media, rumah Firman di Jalan STM Mandiri, RT 4/9, Kemiri Muka, Beji, Depok, digeruduk warga, Jumat (22/8/2014) dinihari. Firman diduga terlibat kelompok ISISkarena adanya bendera hitam itu.

Firman Hidayat Beristri Perempuan Bercadar

Menurut Marina Marbun (47) tante Firman Hidayat Silalahi (36), pria satu anak yang diduga terlibat kelompok terlarang ISIS (Islamic State of Iraq and Syria ), mengatakan bahwa Firman Hidayatmenikahi Suci, perempuan asal Kebumen, Jawa Tengah sekitar 3 tahun lalu.

Menurut Marina, Suci adalah seorang lulusan pesantren dan perempuan itu sehari-hari memang mengenakan hijab dan cadar.

“Istrinya Firman sangat cantik. Orangnya putih kayak orang bule. Tapi memang sehari-hari dia pakai cadar, jadi gak bisa kelihatan cantiknya,” kata Marina saat ditemui Warta Kota di rumah ibu Firman di Jalan STM Mandiri, RT 4/9, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jumat (22/8/2014) siang.

Rumah ibu Firman, berhimpitan langsung dengan rumah Firman. Marina mengatakan dari perkawinan Firman dan Suci, mereka dikaruniai anak laki-laki yang kini berusia satu setengah tahun.

“Perkenalan Firman dan Suci dilakukan jarak jauh, dikenalin kerabat. Jadi ketika ketemu ya langsung menikah,” kata Marina.

Menurut Marina, istri Firman mengenakan cadar saat ia keluar rumah. Namun jika di dalam rumah dan tidak ada lelaki lain selain Firman, kata Marina, cadarnya juga kadang dibuka. Karenanya Marina mengaku sudah melihat wajah Suci dan diakuinya sangat cantik. “Dia buka cadar kalau cuma ada saya dan di depan ibunya Firman,” ujar Marina.

Marina menjelaskan saat warga menggeruduk rumah Firman, Jumat (22/8/2014) dinihari karena adanya bendera hitam yang dibentangkan di tembol teras di depan rumah, istri Firman, Suci sedang tidak di rumah.

Firman Hidayat Punya Pakaian dan Perlengkapan Mirip Tentara ISIS

Polisi menyita sejumlah atribut dan perlengkapan perang mirip pejuang ISIS dari rumah Firman Hidayat Silalahi (36), di Jalan STM Mandiri, Beji, Depok.

Menurut Andri Yudisprana (37), Ketua RT 4/RW 9, Kemiri Muka, Beji, menuturkan selain bendera ISIS, ada perlengkapan mirip pejuang ISIS yang disita polisi. Perlengkapan itu adalah rompi loreng hitam bergaris-garis, bendera hitam bertuliskan lambang ISIS, topeng sebo hitam yang menutup kepala hingga leher, sepatu perang, deker pelindung siku dan lutut, dan stiker ISIS.

Andri menuturkan, warga terkejut saat menemukan semua atribut dan perlengkapan itu dari rumah Firman.”Warga terkejut dan marah atas temuan itu,” kata Andri, Jumat (22/8/2014).

Semua diamankan polisi,” kata Andri.

Sudirman (25) warga setempat yang ikut menggerebek mengatakan, Firman sempat menolak ketika warga sekitar ingin menggeledah.

“Namun akhirnya kami geledah dan kami temukan atribut serta perlengkapan bak pejuang ISIS, seperti yang di TV,” katanya.

Menurut Sudirman dari semua atribut hanya stiker dan bendera yang jelas-jelas bertuliskan ISIS.

“Stiker dan bendera saja yang ada tulisan ISIS nya. Tapi dia memiliki banyak atribut seperti yang tergambar sebagai anggota ISIS,” katanya.

Sebelum Firman Hidayat diamankan Polisi, warga mengguruduk rumah Firman karena diduga sebagai anggota organisasi Islamic State Iraq dan Syria (ISIS), Jumat (22/4/2014) dinihari. Firman lalu diamankan petugas polisi ke Mapolresta Depok.

Sudirman menuturkan, Firman berperawakan tinggi seperti orang Arab. “Orangnya tinggi besar dan kayak orang timur tengah,” katanya.

Dicurigainya Firman terkait ISIS, karena ia memasang bendera ISIS di tembok depan di teras rumahnya. Kepada warga, kata Sudirman, Firman mengaku mengagumi ISIS karena membela Islamserta kaum lemah dan tertindas.

“Dia orangnya memang tertutup dan tidak bergaul dengan warga,” katanya.

Marina Marbun (47), tante Firman, menuturkan sikap Firman yang tertutup memang sudah diketahui keluarga sejak Firman kecil.

“Dia memang pendiam dan gak banyak omong. Jadi di sini memang gak punya teman untuk bergaul. Keluarga sudah tahu itu. Bahkan kalau keluarga besar kumpul, ia kadang hanya menyapa seadanya dan gak lama-lama untuk berbaur. Dia memang orangnya pendiam,” papar Marina.

Firman Hidayat, Simpatisan ISIS yang Punya HobiFitnes

Terduga anggota ISIS (Islamic State of Iraq and Syria ), Firman Hidayat (36) yang diciduk kepolisian kota Depok, dikenal pendiam oleh keluarga dan tetangganya. Meski pendiam, Tante Firman, Marinah (47) mengaku bahwa keponakannya mempunyai hobi olahraga kebugaran.

“Dia memang pendiam. Tapi kalau fitnes paling senang dia. Badannya mantap,” kata Marinah di Jalan STM Mandiri, RT 4 RW 9, Kemiri Muka, Beji, Depok, Jumat (22/8).

Selain itu, menurut Marinah, Firman memang tiap harinya berdagang es krim menggunakan motor roda tiga. Biasanya dia mangkal di keramaian bahkan sampai Monas.

“Dagang es krim keliling. Mangkalnya biasa di Monas, ya yang ramai-ramai. Es krimnya bikin sendiri.Usahanya itu dikasih adiknya,” ujarnya.

Namun seperti diketahui, menurut Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah, hasil pemeriksaan sementara belum diketahui keterlibatan Firman dalam organisasi terlarang itu. Sejumlah barang bukti yang diamankan juga sudah diperiksa.

“Laptop kita periksa juga tidak ada hal-hal yang aneh,” tuturnya.

Saat ini Firman Hidayat masih menjalani pemeriksaan di Polres. “Dia banyak ngomong juga pintar gitu. Dia bilang itu yang demo bawa bendera ISIS enggak apa-apa. Tapi kami dalami,” tandasnya.  (islam-institute/al/depok/tribunnews/merdeka.com)

 

sumber : http://www.islam-institute.com/

No tags for this post.

NO COMMENTS