Liberman: Israel akan Membangun Hubungan Diplomatik dengan Saudi

0
426 views
Islam Times- “Ada kontak, ada pembicaraan, bahkan kami sangat dekat pada tingkat di mana dalam satu tahun atau 18 bulan kedepan tidak akan lagi menjadi rahasia, itu akan dilakukan secara terbuka,” tambah Lieberman.
Liberman

Liberman

Israel mengadakan pembicaraan rahasia dengan beberapa negara-negara Arab untuk mencari cara bagaimana membangun hubungan diplomatik, kata Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman.

Di antara negara-negara tersebut adalah Arab Saudi dan Kuwait, kata Lieberman kepada surat kabar Yedioth Ahronoth, Selasa, 15/04/2014.

Menurut beberapa media, laporan mengenai kontak rahasia secara terbuka tersebut adalah pertama kalinya yang diungkap secara resmi oleh seorang pejabat senior Israel.

Arab Saudi membantah telah mengadakan pembicaraan dengan Israel, sementara Kuwait belum memberikan komentar atas pernyataan Liberman tersebut.

“Ada kontak, ada pembicaraan, bahkan kami sangat dekat pada tingkat di mana dalam satu tahun atau 18 bulan kedepan tidak akan lagi menjadi rahasia, itu akan dilakukan secara terbuka,” tambah Lieberman.

Lieberman lebih lanjut mengatakan, dia berhubungan dengan Arab yang menurutnya “moderat”, -Istilah yang sering digunakan Israel untuk negara-negara Arab dan di tempat Timur Tengah yang sejalan dengan kepentingan AS-,.

Lieberman juga mengatakan tidak akan ada masalah jika dirinya mengunjungi Arab Saudi atau Kuwait.

“Saya menghabiskan beberapa tahun pertemuan dan berbicara dengan mereka,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan, “Tidak ada hubungan atau pembicaraan dengan Israel di tingkat manapun.”

Surat kabar Yedioth Ahronoth dalam laporan itu menyebut bahwa Lieberman mengatakan telah menggelar beberapa perjanjian perdamaian baru Israel-Arab yang akan ditandatangani pada tahun 2019.

“Saya yakin, dengan ini kita akan memiliki situasi di mana kita segera memiliki hubungan diplomatik penuh dengan sebagian besar negara-negara Arab moderat. Dan Anda dapat mempercayai kata-kata saya ini,” katanya.

Namun, para analis mengejek gagasan bahwa hubungan antara Israel dan dunia Arab bisa dinormalisasi, sementara konflik Israel-Palestina tetap tidak terselesaikan.[IT/Onh/Ass]

sumber : http://www.islamtimes.org/

NO COMMENTS