Latar Belakang Ideologis ISIS, Al Qaeda dan Sejenisnya (Bag. 2)

0
699 views

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan-farhan-al-maliki(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliki adalah ulama moderat Arab Saudi. Beliau seorang Pakar dan Ahli hadis, peneliti sejarah, dan  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, Anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisamendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

 

.

Doktrin Ideologis ISIS, Al Qaedah dan afiliasinya yang Wahhabi Salafy

Al Qaeda, ISIS  dan sejenisnya = Neo Bani Umayah

Pertama: Meremehkan pribadi Nabi Saw dan mengutamakan Bani Umayyah atas beliau saw.  seperti Mu’awiyah, Yazid dan Abdul Malik bin Marwan.

Semua orang fasik itu dalam pandangan mereka lebih mulia dan lebih utama dari Nabi Muhammad Saw. Dan Ini bukan rahasia lagi. Data tentangnya tidak hanya diriwayatkan oleh al Baladzuri (sejarawan Sunni) dan al Isbahani (yang berbau Syiah). Tetapi ia telah diriwayatkan oleh para ahli hadis dari kalangan kelompok Hanbali dan Salafi sendiri!

Demi menyingkat kami akan sajikan bukti tentangnya:

Bukti:

Sunan Abu Daud,13/365 hadis no.4644:

روى من طريقين عن جَرِيرٌ عَنِ الْمُغِيرَةِ عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ خَالِدٍ الضَّبِّىِّ قَالَ: سَمِعْتُ الْحَجَّاجَ يَخْطُبُ فَقَالَ فِى خُطْبَتِهِ رَسُولُ أَحَدِكُمْ فِى حَاجَتِهِ أَكْرَمُ عَلَيْهِ أَمْ خَلِيفَتُهُ فِى أَهْلِهِ؟؟

Beliau meriwayatkan dari dua jalur dari Jarir dari Mughirah bin Rabi’ bin Khalid adh Dhabbi, ia berkata: “Aku mendengar Hajjaj berpidato lalu ia berkata dalam pidatonya: ‘Rasul/pesuruh seorang dari kalian untuk sebuah keperluan lebih mulia atau Khalifahnya/orang yang dipercaya menggantikan poisisnya??

.

Tahukan kalian apa yang dikatakan al Hajjaj?

Ia tidak merahasiakan keyakinan ini… Ia berpidato di atas mimbar..

Kesimpulannya:
Yazid bin Mu’awiyah, Mu’awiyah dan Abdul Malik dan para khalifah Bani Umayyah itu lebih mulia di sisi Allah atas Nabi Muhammad Saw!!

Ini tidak hanya dari al Hajjaj seorang!

Apakah kalian lupa bait-bait syair Yazid: Bani Hasyim bermain-main dengan kerajaan… ?

Apakah kalian lupa kata-kata Mu’awiyah (ketika mendengar nama Muhammad dikumandangkan dalam pasal adzan):

(إلا دفناً دفناً لابن أبي كبشة)

“Aku tidak akan biarkan nama anak Abu Kabsyah itu disebut-sebut. Ia harus dipendam! Harus dipendam”!! (jadi Nabi Muhammad saw di ejek dengan sebutan anak Abu Kabsyah/Kambing oleh Muawiyah wal iyadh billah _red)

Apakah kalian lupa bagaimana Abu Sufyan menendang-nendang kuburan Hamzah (sambil mengejek dan berkata bahwa kekuasaan yang dahulu kita perebutkan itu sekarang sudah kami -Bani Umayyah- rebut dan kami kuasai)?!
Dan lain sebagianya?

Al Hajjaj tidak mungkin berani menghina Nabi saw di atas mimbar andai bukan karena ia sudah mengetahui bahwa hal demikian direstui dari penguasa pusat di Damaskus (Pusat pemerintahan Bani Umayah _red). Karenanya, selain al Hajjaj juga ada yang mengatakan hal serupa. Dua puluh tahun lebih setelah al Hajjaj,Khalid al Qasri datang mengulang-ulang perkataan yang sama: Rasul/utusan seorang itu lebih baik atau Khalifahnya?...

Ini adalah ketetapan resmi yang senantiasa akan didengungkan oleh para gubernur generasi demi generasi…

Makna ketetapan resmi bani Umayyah itu adalah:

Para Khalifah Bani Umayyah itu adalah Khalifah Allah, sedangkan Muhammad saw. hanya seorang pesuruh-Nya. Dan pesuruhmu dalam sebuah keperluan pasti lebih rendah nilainya di banding Khalifahmu… Orang yang kamu percaya mengurus keluargamu..

Tentu Ekstrimis Salafi akan mengakui dan membenarkan Hajjaj dan Bani Umayyah karena mereka meyakini konsep fatalisme/jabariyah, dan sesungguhnya Allah telah menetapkan Bani Umayyah , menghendaki dan menyukai itu. Andai Allah tidak menyukai kekuasaan mereka pasti Allah merubahnya… Ini adalah logika mereka..!

Adapun kalangan Salafi moderat akan berkata: Dustalah Hajjaj… Allah tidak memaksa hamba-Nya agar tunduk kepada si zalim. Allah tidak menyukai kekuasaan kaum zalimin. Tetapi jika si zalim berkuasa itu dikarenakan keteledoran hamba, bukan karena taqdir Allah. Taqdir Allah datang sebagai hadiah bagi kaum shaleh atau siksa atas kaum malas. Ia tidak datang sekonyong-konyong… Ia adalah akibat (Jika kalian menolong Allah, Allah menolong kalian).

Wassalam!!

Tetapi Bani Umayyah membela konsep Jabariyah.

Maksudnya:

Bahwa pusat-pusat sumber sepiritual dan kelembutan hati seperti para nabi dan pengaruh mereka, Ka’bah, masjid Nabi saw. dan makam para syuhada’ dan kaum Shalihin selalu menjadi sasaran kekakuan sikap kaum kering!

Semua orang yang menilai saya berlebihan tentang pengaruh Bani Umayyah dalam bidang pemikiran dan akidah serta prilaku dll … Saya maklumi…. Sungguh!…

Saya sendiri pun sebelum mengkaji pengaruh dahsyat mereka, saya tidak membayangkan separah itu. Realitanya bahwa pengaruh itu tidak hanya datang dari bani Umayyah saja. Mereka dan Bani Abbas dan sebagian orang sebelum mereka juga sangat berpengaruh. Sumber pengaruh mereka sangat besar. Mereka yang berpengaruh besar (terhadap umat) kita himpun dalam kelompok -Salaf Perusak-.Mereka sangat berpengaruh..!!

Pengaruh Bani Umayyah terhadap manusia sangat besar melebihi pengaruh Al Quran dan Sunnah!.. Karena itu mereka memuji dan mencintai bani Umayyah kendati mereka menghina Nabi Saw dari atas mimbar-mimbar. Ini akibat kuatnya pengaruh bani Umayyah seperti Anda saksikan…

Oknum Bani Umayyah yang fasiq seperti Marwan adalah orang pertama yang menghardik para sahabat yang berperang bersama Nabi Saw di peperangan Badar dan ikut serta berbait dalam baiat Ridhwan ketika beliau bertabarruk/mengambil keberkahan dan mendekat ke makam suci Baginda Nabi Muhammad Saw. Manhaj, pola pikir Marwan inilah yang diadopsi kaum Salafi hingga hari ini!

Saya akan nukilkan untuk kalian nash tentangnya… Lalu perhatikan baik-baik…!

Apakah kaun Ghulat/ Ekstrimis Salafi lebih dekat kepada Marwan atau kepada sahabat agung yang ikut serta dalam peperangan Badar: Abu Ayyub a Anshari?!!

Nash riwayat itu sebagai berikut:

.

أقبل مروان يوما فوجد رجلا واضعا وجهه على القبر ، فأخذ برقبته وقال : أتدري ما تصنع ؟

قال : نعم

فأقبل عليه فإذا هو أبو أيوب الأنصاري

فقال : جئت رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم آت الحجر، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم ، يقول

« لا تبكوا على الدين إذا وليه أهله ، ولكن ابكوا عليه إذا وليه غير أهله »

والحديث صحيح

“Pada suatu hari Marwan datang lalu ia mendapati seorang menempelkan wajahnya di atas pusara suci Nabi saw., lalu Marwan memegang pundaknya seraya berkata: ‘Tahukah kamu, apa yang sedang engkau perbuat?
Orang itu berkata: ‘Iya, aku mengerti apa yang aku perbuat…’

Ternyata orang tersebut adalah Abu Ayyub al Anshari.

Ia berkata: “Aku datang menemui Rasulullah saw. Aku tidak sedang mendatangi batu. Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kamu menangis atas agama ini jika ia dipimpin oleh ahlinya (orang yang pantas memimpinnya), tetapi menangislah jika ia dipimpin oleh bukan ahlinya.

Hadis ini shahih.

.

Nah, sekarang para Ekstrimis Salafi terbukti bersama Marwan si fasik itu… Mereka tidak bersama Abu Ayyub al Anshari. Pandangan mereka berkata:

Marwan adalah penyandang akidah yang benar sedangkan Abu Ayyub adalah Musyrik!

Dari sini masalahnya mulai!

Jadi, janganlah mereka mengatakan: Kami berada di atas MANHAJ SALAF SHALEH… Tidak!!

Mereka di atas MANHAJ MUAWIYAH DAN MARWAN. Adapun Salaf Shaleh seperti Abu Ayyub, Usamah bin Zaid, Abu Dzar dan Ubadah dkk maka pasti tidak! (tidak dipakai oleh mereka _red-)

Saya sempat lupa menyebutkan sumber hadis di atas:

Hadis Marwan dan Abu Ayyub di atas telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad, Al Hakim dan ath-Thabarani. Al Hakim dan adz Dzahabi telah menshahihkan sanadnya.

Ahmad dan Ibnu Hibban (redaksi riwayat dari Ibnu Hibban) meriwayatkan kisah lain tentang kisah Marwan dan Usamah bin Zaid (selaku Gubernur di masa kekuasaan Muawiyah). Marwan melarangnya menegakkan shalat di sisi kuburan Nabi Saw. Sanad hadis ini shahih. Redaksi hadis itu sebagai berikut:

.

صحيح ابن حبان – (ج 12 / ص 506).. عبيد الله بن عبد الله قال: رأيت أسامة بن زيد يصلي عند قبر رسول الله صلى الله عليه و سلم فخرج مروان بن الحكم فقال : تصلي إلى قبره ؟

فقال : إني أحبه

فقال له قولا قبيحا، ثم أدبر فانصرف أسامة فقال : يا مروان إنك آذيتني وإني سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : (إن الله يبغض الفاحش المتفحش) وإنك فاحش متفحش) اهـ

(Shahih Ibnu Hibban,12/506): Ubaidillah bin Abdullah berkata: Aku melihat Usamah bin Zaid shalat di sisi kuburan Rasulullah Saw, lalu Marwan bin Hakam keluar dan berkata: Mengapaka engkau shalat di sisi kuburan?
Usamah menjawab: Aku mencintai beliau.

Lalu Marwan mengucapkan ucapan yang buruk setelahnya ia menyingkir.Dan Usamah pun meninggalkan tempat itu sambil berkata: Hai Marwan! Egkau benar-benar menyakitiku dan aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda: ” Sesungguhnya Allah membenci seorang yang kotor tutur katanya.” dan engkau hai Marwan adalah orang yang bermulut busuk lagi kotor tutur katanya.”

.

Jadi jelas Marwan si MUNAFIK itu selalu berseteru dengan para sahabat Rasulullah Saw!

Marwan bin al Hakam si cicak anak cicak itu -yang para sahabat telah meriwayatkan pelaknatan Nabi Saw atasnya- menjadi dipandang sebagai penyandang akidah yang lurus sementara para sahabat agung Nabi saw. dianggap penyandang KEMUSYRIKAN DAN BID’AH!

Dari sini pengaruhnya!

Tahukan kalian, apa yang dikatakan Marwan di hadapan Usamah?

Mengapa para ulama ahli hadis merahasiakan kata-kata kotor lagi keji yang diucapkan Marwan?!

Kekejian ucapan itu apakah dikatakan tentang Usamah atau tentang keagungan Nabi saw.?

Coba pikirkan oleh kalian!!

Saya lebih menguatkan asumsi bahwa kata-kata itu tentang pribadi Nabi saw. Marwan adalah Gubernur Muawiyah untuk kota Madinah. Sama seperti Hajjaj gubernur di masa Abdul Malik. Dan kata-kata Hajjaj telah lewat disebutkan.

Alasan saya memilik asumsi itu adalah sebagai berikut:

Pertama: Kata-kata kotor itu ia lontarkan sebagai balasan atas ucapan Usamah: (Aku mencintai beliau saw.)

Kedua: Telah terbukti bahwa Marwan juga bersikap buruk tentang keluarga Nabi saw. Ia berkata: (Kalian adalah keluarga terlaknat/terkutuk). Tentu ucapan ini mencakup Nabi Muhammad. Beliau adalah pemimpin Ahlulbait.

Ucapan Marwan itu telah diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahawaih, Abu Ya’la dan selainnya. Redaksinya sebagai berikut:

.

رواه إسحاق بن راهويه وأبو يعلى وغيرهم، ولفظه (ومروان يشتمالحسين، والحسن ينهى الحسين، إذ غضب مروان

 فقال: أهل بيت ملعونون

 فغضب الحسن، وقال: أقلت: أهل بيت ملعونون؟ … الحديث

Marwan dan Husain saling adu mulut, sementara Hasan mencegah Husain.Marwan marah lalu berkata: (Kalian adalah keluarga terkutuk!)

Maka Hasan marah seraya berkata: Apakah kamu berkata: Kami keluarga terkutuk? …

.

Inilah SALAFNYA kaum Salafi. Kekeringan ruh umawi -seperti telah saya katakan- ini adalah KEMUNAFIKAN. Sebelumnya Muawiyah telah berkata bahwa nama harum Nabi harus dipendam!!

Yazid berkata: Tidak ada wahyu turun…

Marwan melaknat Nabi dan keluarganya…

Hajjaj lebih mengutamakan para Khalifah bani Umayyah atas Rasulullah …

Al Walid melempar Al Qur’an dan menjadikannya sasaran anak panahnya…

Inilah pandangan Pemerintahan Bani Umayyah secara umum disamping laknat tanpa henti dari atas mimbar atas Ali dan semua yang mencintainya…

Menghancurkan Ka’bah.. Membantai ‘Itrah, keluarga dekat Nabi…

Menghalalkan semua kekejian dilakukan pasukannya di kota Madinah, kota Nabi Saw. (merujuk peristiwa al Hurrah _red *[1])  Semua itu pasti meninggalkan bekas. Andai bukan takut mengulang-ulang pasti saya sebutkan banyak kisah tentangnya.

Apa yang tampak dari mulut-mulut mereka jauh lebih sedikit dari apa yang dirahasiakan para perawi hadis yang mendukung mereka.. Maka terjadilah penjungkir-balikan agama dengan nama agama!!

Pola pandang bani Umayyah, telah menghasilkan ISIS . Ia mendorong untuk membunuh Nabi saw. sendiri hanya karena alasan bahwa para sahabat mengambil keberkahan dari beliau.. Ini SYIRIK!!! Maka harus dipotong pangkal kemusyrikan.. Harus dibunuh!! Sebab TAUHID LEBIH PENTING!

INILAH SETAN. DAN DEMIKIANLAH IA BERGERAK…

Berawal dari mengelabui… Di sisi jauh agama bukan dari depan… Ia bergerak dengan penuh tipu muslihat.. Menghiasi keburukan… Agar ia memasukkanmu ke neraka Jahannam bersamanya sedangkan kamu yakin bahwa kamu akan masuk surga!

Setan menanamkan kepercayaan diri kepada pengikutnya.. Kepercayaan diri yang kelewat batas…

.

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ ۖ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُونَ

Hari di mana Allah membangkitkan mereka lalu mereka bersumpah untuk Allah sebagaimana dahulu mereka bersumpah. Mereka mengira bahwa mereka di atas sesuatu (kebenaran). Ketahuilah bahwa mereka adalah pendusta (Al Mujadalah : 18)

Coba perhatikan rasa percaya diri itu!

ISIS dan juga Salaf mereka, rasa percaya diri mereka kelewat batas. Mereka tidak siap untuk meragukan… Tidak juga untuk berdialog atau mengasumsikan bahwa sebagian pemikiran mereka salah..
Sama sekali!!

Mereka kelompok setan penghancur segala sesuatu yang mereka jumpai !

.

__________________

Catatan Kaki

[*1] Peristiwa Hurrah, adalah tragedi terkenal yang banyak di tulis oleh para sejarawan saya singgung sedikit disini, Yazid mengirim Muslim bin Uqbah (baca Mujrim bin Uqbah) dengan pasukannya ke Madinah (sesuai pesan dan wasiat ayahnya Muawiyah)  untuk memaksa bai’at penduduk Madinah. Dalam peristiwa ini Pasukan Yazid diberi kebebasan untuk berbuat sesukanya dalam tiga hari, dan terjadilah pembantaian penduduk Madinah dan perkosaan besar-besaran terhadap para gadis dari keluarga Muhajirin dan Anshar. As Suyuthi mengukuhkan dalam bukunya, Tarikh Al Khulafa, bahwa tak kurang seribu gadis direnggut keperawanannya oleh perbuatan tentara biadab tersebut. Sampai-sampai setelah peristiwa itu apabila seorang ayah hendak mengawinkan anak gadisnya ia tidak mau menjamin keperawanannya, dan diberitakan sejarawan banyak wanita hamil karena perbuatan biadab pasukan Yazid tersebut. Sementara yang terbunuh dikalangan Muhajirin dan Anshar serta putra-putra mereka  berjumlah 10.780 orang, sejak itu tidak seorangpun pahlawan Badar yang masih hidup. Silahkan Baca buku-buku sejarah yang membahas peristiwa Hurrah ini seperti buku Al Imam Ibnu Jarir At Thabari dalam “Tarikh”nya yang menyebutkan peristiwa th 63H. Juga Al-Iqd Al Farid, Karya Ibn Abdi Rabbih Al Maliki. Ibn Khallikan dalam bukunya “Wafayat Al A’yan”. Ibn Qutaibah dalam “Al Imamah Wa As-Siyasah”. Ibn Ath-Thaqthaqy dalam bukunya “Al Fakhri “dll.

Mereka sama sekali tidak menghiraukan kutukan Nabi saw yang dalam hadisnya bersabda “Barangsiapa menggetarkan penduduk kota Madinah, niscaya Allah SWT akan menggetarkan dirinya, laknat Allah, para malaikat dan segenap Umat manusia atasnya, dan tidak diterima darinya tebusan apapun, pada hari kiamat” Demikian yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari hadis Saib bin Khallad melalui dua saluran. Ibnu Katsir yang dibanggakan oleh pengikut sekte salafy-wahabi ketika menerangkan hadis yang mengatakan barang siapa membuat takut penduduk kota suci Madinah secara zalim, maka Allah akan membuatnya takut dan Allah akan melaknatnya, Ibnu Katsir mengatakan:

“Dan berdasarkan hadis ini dan yang semisalnya telah berdalil ulama yang membolehkan melaknat Yazid bin Mu’awiyah. Ini adalah pendapat Ahmad yang diriwayatkan darinya dalam satu riwayat dan dipilih oleh al Khallâl, Abu Bakar Abdul Aziz, Qadhi Abu Ya’la dan putranya; Qadhi Abul Husain. Dan Abul Fajar membela pendapat ini dalam sebuah kitab karya khususnya dan ia membolehkan melaknat Yazid.” (Tarikh Ibnu Katsir,8/223.)

______________

Catatan Abu Salafy

Jadi jangan heran jika anda mendengar kejahatan teroris-teroris berakidah wahhabi-salafy seperti al Qaedah, ISIS/ISIL/DA’ISY, jabhat Nusra dan semua afiliasi al Qaeda yang diluar batas-batas kemanusian, seperti menggorok tawanan dan penduduk sipil, melempar orang dari bangunan tinggi, membakar manusia hidup-hidup, membunuh anak-anak tak berdosa dan sebagainya yang membuat manusia normal di dunia terguncang mendengar berita prilaku biadab mereka ini, hal ini hanyalah mengulang sejarah para idola dan panutan mereka manusia-manusia kriminal Bani Umayah seperti Yazid, Muawiyah, Hajjaj bin Yusuf, Busr Ibn Abi Artha’ah dsb yang memenuhi sejarah Islam dengan darah. Seperti telah disinggung sebagian kejahatan salaf mereka ini oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky dalam beberapa tulisannya, juga blog ini telah banyak juga menyinggung kejahatan mereka.

 

sumber : http://abusalafy.wordpress.com/

NO COMMENTS