obama-abdullah2

Hari ini Arab Saudi harusnya memperingati hari kelahiran Raja Saud, pemimpin kedua dari dinasti Negeri Petro Dollar itu terkenal kontroversial. Meski raja, namun warga enggan mengingat dia lantaran mendapat cap raja paling nakal sepanjang memerintah negerinya.

Raja Saud lahir pada 1902 di Kuwait. Dia memiliki satu saudara kandung yakni Raja Turki. Saud kecil berkenalan dengan Islam lewat Syekh Abdul Rahman Mufairih mengajarkannya soal syariah dan Al-Quran. Dia juga mendapat pelajaran politik serta tata negara dari sang ayah Raja Abdul Azis, seperti dilansir situs biography.com.

Setelah kepergian ayahnya, dia langsung ditasbihkan menjadi raja pada 1953. Kepribadiannya jauh dari kesantunan sang ayah. Meski beristri sekitar 20 orang, Abdul Azis tidak menjalani hal-hal dilarang agama lain seperti berzina, mabuk minuman keras, melakukan korupsi, dan lain-lain. Selama pemerintahan Saud malah semua hal itu merajalela.

Gejala perbuatan tidak beres Saud sebenarnya sudah tercium anggota keluarganya yang lain, terutama adik-adik tiri dia. Semasa kecil, Saud terlihat sewenang-wenang dan menang sendiri. Dia kerap cuci tangan jika berbuat kesalahan dan kelakuan itu dibawa hingga dirinya duduk di tampuk kekuasaan Saudi.

Saud gemar membelanjakan uang negara demi kepentingan pribadi dan keluarga inti yakni ibu dan kakaknya. Dia kurang mempedulikan kerabat tirinya. Selain itu, saud gemar menegak arak, berjudi, bahkan dituding berkonspirasi untuk membunuh Gamal Abdul Nasser, presiden pertama Mesir.

Kebijakan politiknya tak kalah kontroversial. Dia menempatkan anak-anaknya berada di posisi penting pemerintahan. Dia memberikan jabatan Ketua Militer Kerajaan pada anaknya Musaid. Lalu Ketua Militer Nasional pada anaknya juga, Khalid, masih berusia 17 tahun. Di tempat lain ada Muhammad di posisi menteri pertahanan, Badar sebagai gubernur Riyadh, dan Abdullah sebagai gubernur Kota Makkah.

Kelakuan paling parah dari Saud, yakni perseteruannya dengan Raja Faisal, adiknya, dari istri kedua sang ayah. Perang Saud dan Faisal menjadi-jadi sebab perebutan kekuasaan. Ini menyebabkan Abdul Aziz sakit hingga mengatakan, keduanya adalah musuhnya paling besar dalam hidupnya. Saud bahkan menyewa tentara untuk berperang dengan pasukan Faisal. Konflik kakak beradik itu berakhir dengan memburuknya kondisi kesehatan Saud hingga dia jarang berkonfrontasi dengan adiknya.

Hingga kini nama Saud jarang disangkut-pautkan dengan apapun kegiatan kerajaan Saudi. Dia dianggap telah hilang dari daftar anggota keluarga, kecuali untuk buku kepentingan sejarah. Mau tak mau Saudi memasukkan nama dia setengah hati. Saud diusir keluar dari Arab Saudi. Pada tahun 1966, Raja Su’ud dijemput oleh Presiden Gamal Abdel Nasser untuk tinggal di Mesir. Ia meninggal dunia di Athena, Yunani pada tahun 1969.

NO COMMENTS