Keberhasilan Hizbut Tahrir: Ciptakan Konflik Horizontal

0
534 views

Oleh: Herold Kalevi

Nu-onlienSebuah organisasi, partai, atau suatu lembaga, pada dasarnya didirikan untuk suatu tujuan. Tujuan itu harus tercapai atau setidaknya mendekati target pencapaian itu.

Sejak didirikan thn 1953, Hisbut Tahrir (HT) berjuang dengan tujuan mendirikan khilafah di dunia ini. Sudahkah tujuan tersebut tercapai? Atau minimal sudahkah mendekati target pencapaian itu? Jawabnya, nol besar. Dan tidak ada kontribusi apapun untuk Islam.

Beberapa waktu yang lalu, HTI menggelar konferensi di Tasikmalaya. Khawatir acara tersebut berdampak buruk bagi persatuan bangsa, Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Tasikmalaya Jawa Barat siap membubarkan acara tersbut.

Kepada NU Online, dikatakan “Jika aparat, baik pemerintah Kota Tasikmalaya, Polri maupun TNI tidak mampu membubarkan Konferensi HTI tersebut, maka kami PC Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya siap membubarkan acara tersebut dengan segala resikonya,” ucap Yoga Arif Maulana, salah seorang koordinator aksi dari NU.

Menurut Yoga, aksi pembubaran acara HTI tersebut dilakukan, karena jelas mereka merupakan aliran yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan membiarkan acara tersebut berlangsung, katanya, berarti kita membiarkan mereka merongrong keutuhan bangsa.

Artinya, adanya HTI di negeri ini perlahan tetapi pasti memancing timbulnya konflik horizontal.

Lantas apa yg mereka dapat dari perjuangan ‘mulia’ HT? Penolakan dari pihak yang berwenang dan penolakan dari banyak ulama dan mayoritas muslim sedunia sebagaimana kasus diatas. Ya, sampai sejauh ini hanya penolakan yg HT dapatkan. Di banyak negara HT diusir, dicap ormas sesat, dilarang ada, dll. Dari penolakan ini menghasilkan pergesekan-pergesekan sesama muslim hingga akhirnya Islam tidak bersatu.

Di tulisan saya sebelumnya, saya mungulas beberapa bukti tentang adanya indikasi HT disetir oleh pihak tertentu untuk tujuan: memecah belah Islam, demi tercapainya kepentingan mereka.

Si penyetir atau si pengendali tentu tahu betul perjuangan HT itu sangat naif, karena :

– Mustahil merubah sistem negara tanpa revolusi bersenjata dengan skala besar.

– Banyak ulama dan kaum muslim yg menolak khilafah. Dengan perhitungan itulah HT dibuat, dipelihara, dilindungi, dan dikendalikan agar tujuan memecah belah Islam tercapai.

Marilah kita pikirkan dan kita tilik kenyataan – kenyataan  itu. Perjuangan HT tidak mendapatkan tujuan, malah perpecahan umat Islam. Sedangkan si pengendali HT sudah mendapatkan tujuan, yaitu hasil perjuangan HT yang mengakibatkan perpecahan umat Islam, yang semakin hari semakin parah. Kasarnya, HT dengan lugu berjuang untuk mencapai tujuan si pengendalinya.

Itulah kelirunya syabab-syabab  HT. Otak mereka sudah sangat terdoktrin dengan iming-iming khilafah dan syariah, tidak sadar  bahwa mereka tengah dimanfaatkan. Islam dirusak oleh Islam sendiri. Tepatnya diadu domba.

Lihatlah HT yang notabene akan mendirikan khilafah Islamiyah mestinya pasti akan dimusuhi oleh Inggris dan USA, tapi HT sama sekali tidak dimusuhi malah hidup tentram di Inggris dan USA, dan di negara-negara sekutu mereka.

Marilah kita mengingat sebuah pesan dari seorang ulama besar, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi –hafizhahullahdalam kitab Millah Ibrahim, “Bila engkau melihat pada zaman kita ini orang yang mengaku bahwa ia mendakwahkan apa yang didakwahkan oleh Nabi saw dan dengan cara seperti beliau, dan ia mengaku bahwa ia berada di atas manhajnya, sedang ia tidak dimusuhi oleh ahlul bathil dan penguasa zalim, tapi justru ia tentram hidup di tengah-tengah mereka, maka silahkan lihat keadaanya. Bisa jadi ia itu orang yang sesat dari jalan yang sebenarnya.”

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS