ISIS Hendak Tegakkan Kekhalifahan Teror

0
289 views
Islam Times- Dari Aleppo di Suriah utara hingga perbatasan Irak-Iran, kawanan jihadis ISIS dan beragam gerombolan teroris berjubah agama lainnya yang dibayar Saudi Wahhabi (dan penguasa monarki Kuwaiti) sekarang menguasai ribuan mil persegi.
ISIS Indonesia

ISIS Indonesia

Setelah memasok Taliban dan Osama bin Laden serta 15 dari 19 pelaku bunuh diri dalam peristiwa 9/11, kontribusi Saudi Arabia terbaru yang mengerikan terhadap sejarah dunia adalah kekhalifahan “Islam” (versi picik Wahhabi ISIS) Irak dan Syam yang sementara ini menaklukan Mosul dan Tikrit (juga Raqqa di Suriah).

Dari Aleppo di Suriah utara hingga perbatasan Irak-Iran, kawanan jihadis ISIS dan beragam gerombolan teroris berjubah agama lainnya yang dibayar Saudi Wahhabi (dan penguasa monarki Kuwaiti) sekarang menguasai ribuan mil persegi.

Terlepas dari peran Arab Saudi dalam tragedi berdarah ini, terdapat cerita lain yang disembunyikan dari publik.

1. Kisah Irak dan Suriah identik secara politik, militer dan jurnalistik: dua pemimpin, Syiah di Irak dan Alawit di Suriah berjuang menghadapi gerombolan teroris Wahhabi internasional.

2. Kendati “mendukung” Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang malang serta pemerintahan terpilihnya di Irak, AS masih menuntut penggulingan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah, sementara kedua pemimpin itu sekarang menjadi saudara satu senjata dalam melawan pencaplok Mosul dan Tikrit.

3. Qatar yang kaya seperti Croesus yang akan segera mengarahkan kembali kawanan pemberontak Wahhabi di Suriah dan Irak ke rezim Assad, ketakutan dan sangat membenci saudara-saudara Wahhabinya di Arab Saudi (yang kemungkinan akan menyerang Qatar jika benar-benar menjadi sangat marah).

4. Kita semua tahu “keprihatinan mendalam” Washington dan London atas kemenangan teritorial kawanan jihadis (terlepas kehancuran Irak yang disebabkan AS dan Inggris). Namun, bagaimanapun, tak akan ada yang merasakan “keprihatinan mendalam” sebagaimana yang dirasakan kaum Muslim Syiah, warga Suriah, dan rakyat Irak, yang harus memandang kabar tentang pencaplokan Mosul dan Tikrit sebagai bencana politik dan militer. Sesaat setelah pasukan militer Suriah memenangkan perang, puluhan ribu militan yang berbasis di Irak kini menoleh ke pemerintah Damaskus, sebelum atau setelah mereka memilih untuk menyerbu Baghdad.

5. Kini tak ada yang peduli terhadap fakta di mana ratusan ribu warga Irak telah disembelih sejak 2003 lantaran fantasi sadis George W. Bush dan Tony Blair. Kedua penjahat itu menghancurkan rezim Saddam “untuk membuat dunia aman” dan menyatakan bahwa Irak adalah bagian dari pertempuran titanik melawan “Islamofasisme” (istilah ngawur yang dijadikan dalih untuk mengobrak-abrik Irak). Tapi, mereka kalah. Ingat, AS merebut Mosul untuk menghancurkan kekuatan pejuang Irak. Mereka dua kali berjuang untuk Fallujah. Kini kedua kota itu lagi-lagi lepas dari pengkuan Irak. Sementara itu, para pahlawan versi Bush dan Blair sudah lama pulang, merayakan kemenangan.

6. Di bawah rezim licik Obama, Arab Saudi bakal terus diperlakukan sebagai phak “moderat” yang bersahabat di dunia Arab, meskipun keluarga kerajaan tersebut dibangun di atas keyakinan Wahhabi yang sama dengan kawanan teroris Takfiri di Suriah dan Irak (dan, kendati jutaan dolar miliknya dikucurkan untuk mempersenjatai kawanan teroris yang sama). Demikianlah kekuasaan jahat Arab Saudi yang memberi makan monster padang pasir di Suriah dan Irak serta membuat nyaman kekuatan Barat yang melindunginya.

7. “Khalifah” baru bersenjata hanyalah “rezim teror”. Warga Mosul memilih melarikan diri ketimbang harus hidup di bawah kekejaman atas nama syariat Islam yang kaku dan dangkal, sesuai kadar pemahaman picik kawanan teroris Wahhabi Takfiri yang bernama ISIS.

8. ISIS mampu menabur teror di kawasan Timur Tengah, yang dikuatirkan pula akan menyebar ke seantero jagat, berkat sokongan dana dan senjata dari para majikan setianya yang sebelumnya melepas dan memerintahkan mereka mengacau di Suriah: AS, Arab Saudi, Turki, Yordania, Qatar, rezim kolonial zionis, dan negara-negara Eropa.

9. Sejujurnya, amuk ISIS di Irak tak lebih dari kompensasi kekalahan telak serta keterusiran mereka dari Suriah.

10. Kawanan ISIS menghadapi fakta perlawanan gagah berani dari rakyat Irak dengan latar belakang suku dan agama berbeda. Kabarnya, sudah dua juta lebih rakyat Irak dari berbagai lapisan sosial yang ikut mengantri dan berlatih sebagai sukarelawan di pusat-pusat pelatihan militer Irak. (IT/TI/rj)

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS