ISIL Sandera Diplomat Turki, Operasi Bendera Palsu?

0
775 views

Oleh: Ayudia az-Zahra

Turkish-school-map-300x228Mosul tengah kacau balau. Pemberitaan yang memenuhimedia  juga simpang siur. Jatuhnya Mosul ke tangan kelompok militan ISIL, berpeluang turut mengguncang Suriah.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Syrian News, diketahui bahwa humvee buatan Amerika yang masih berlogo bendera Irak, telah sampai di Hasakah, Suriah. Artinya, telah terjadi transfer senjata dari Irak ke Suriah sejak dikuasainya Mosul oleh kelompok ISIL. Dengan demikian, kelompok ISIL di Suriah akan semakin menguat. Videonya dapat dilihat di https://www.facebook.com/photo.php?v=641493922610028&comment_id=641497655942988

Gerakan ISIL kian merajalela. The Guardian,  pada tanggal 11 Juni 2014 melaporkan bahwa kelompok militan ISIL telah mengambil alih konsulat Turki di Mosul, dan menculik kepala diplomat bersma 24 orang stafnya. Sementara Rusia  Today (RT), mengutip pernyataan Kementrian Luar Negeri Turki melaporkan, ISIL  telah menangkap 49 warga negara Turki di konsulat Mosul. Selain itu, dikabarkan sebanyak 31 driver Turki juga telah disandera oleh militan dalam insiden terpisah dan ditahan di sebuah pembangkit listrik di Mosul. Dan Voice of Rusia, melaporkan ada 80 orang warga Turki yang disandera oleh kelompok ISIL.

Jumlah pasti warga Turki yang disandera masih belum diketahui  karena berbagai media menyebutkan jumlah yang berbeda. Namun satu hal yang pasti: kedutaan Turki di Irak  tengah dikontrol ISIL dan stafnya diculik.

Dugaan False Flag Turki Dalam Kasus Mosul

Dalam tulisan ini, Dr Joserizal Jurnalis pernah mengungkapkan operasi bendera palsu yang pernah dilakukan Turki terhadap Suriah. Operasi bendera palsuyang direncanakan oleh Turki – terkuak akibat bocornya percakapan Menlu Turki, Kepala Intelijen dan pejabat Turki lainnya di YouTube sehingga YouTube pernah diblokir  oleh Erdogan. Percakapan itu mengungkapkan bahwa Turki akan menggunakan sekelompok orang dari wilayah Suriah untuk menembakan rudal atau semacamnya ke wilayah Turki sehingga ada alasan bagi Turki untuk terlibat langsung secara militer masuk kedalam wilayah Suriah walaupun sebenarnya Turki sudah terlibat mendukung oposisi dari awal konflik Suriah melalui operasi-operasi intelijen. Tampaknya Turki nekat melakukan operasi bendera palsu ini setelah posisi oposisi terdesak hebat di front utara (Latakia) yang berbatasan dengan wilayahnya.

Nah apakah dalam penculikan para pejabat konsuler Turki juga merupakan bagian dari rencana operasi bendera palsu atas Irak?

Sesaat setelah disanderanya diplomat Turki di Irak,  Duta Besar negara-negara  NATO segera mengadakan pertemuan darurat atas permintaan Turki pada hari Rabu mengenai situasi di Irak utara – untuk membahas gerakan kelompok militan ISIL yang telah menguasai  Mosul dan  dan menyandera warga negara Turki sandera,  sebagaimana laporan The Voice of Rusia. Dikabarkan bahwa mereka bertemu di Brussels.

RT juga melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu bahkan mempersingkat kunjungannya ke AS dan terbang kembali ke Ankara sehubungan dengan penyanderaan di Mosul. Dan mereka sepakat bahwa serangan dari  militan dari ISIL di Mosul merupakan ancaman serius bagi keamanan Irak dan untuk stabilitas kawasan.

Belum jelas tindakan apa yang benar-benar diambil Turki dan sekutunya untuk menyelamatkan sandera. Namun,All Iraqinews melaporkan dari berbagai sumber di  Turki, bahwa,  jet udara Turki telah membom titik  yang dikendalikan oleh ISIL di kota Mosul sebagai balasan atas penculikan warganya.

Setelah Suriah, apakah Turki juga berniat untuk terjun langsung ke dalam konflik Irak –dengan menggunakan dalih: menyelamatkan warganya yang disandera?  Tentu kita harus menunggu untuk mendapatkan jawabannya. Namun Gagrulnet, sebuah media independen yang khusus mengulas sepak terjang Turki dari tahun ke tahun, kemarin, merillis peta Turki yang salah untuk bisa memahami kemungkinan operasi bendera palsu Turki. Peta salah yang dimaksud disini adalah, hingga tahun 2012, pada kurikulum pendidikan Turki – peta wilayah  yang diterbitkan [untuk dipelajari siswa-siswanya] – melebar hingga memasukkan beberapa wilayah Bulgaria, wilayah Irak, Yunani dan beberapa daerah di Georgia sebagai wilayah Turki. Sungguh aneh, departemen pendidikan melakukan ketelodoran serupa ini  selama puluhan tahun. Dan hal ini bisa dianggap sebagai sesuatu yang disengaja – untuk “mengajarkan” kepada generasi muda Turki – bahwa peta salah inilah “wilayah Turki yang sebenarnya”.

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS