Iran, Islam, dan Perlawanan Terhadap Kezaliman

0
1,255 views

tentara-iranSuatu siang ketika berada di kampus, saya melihat informasi tentang akan diadakannya seminar internasional tentang teknologi oleh kedutaan besar Iran di Indonesia di kampus saya yaitu UIN Sunan Kalijaga. Tanpa berpikir panjang saya pun menghubungi pihak penyelenggara dan menanyakan sisa quota peserta seminar tersebut. Tetapi ternyata pihak penyelenggara mengatakan bahwa quota peserta untuk seminar tersebut sudah terpenuhi yakni 150 orang peserta, dimana peserta tersebut berasal dari semua penjuru daerah. Jujur saya sangat ingin mengikuti seminar tersebut, yang dihadiri oleh Bapak Rektor, Prof. H. Musa Assy’arie, Dubes Iran untuk Indonesia, Dr. Mahmoud Farazandeh, dan yang paling ‘menggoda selera’ adalah  wakil menteri riset dan teknologi Republik Islam Iran, Dr. Hossein Nader Manesh (salah satu orang yang paling ditakuti oleh Amerika Serikat dan Israel).

Keesokan harinya saya mencoba menghubungi kembali pihak penyelenggara seminar tersebut, dalam hati saya tentunya saya berharap ada yang mengundurkan diri dari seminar tersebut, namun sayang sekali belum ada peserta yang mengundurkan diri sehingga mau tidak mau saya tidak bisa mengikuti seminar tersebut, dalam hati saya membatin: “Kalau memang Tuhan mengizinkan saya untuk mengikuti seminar tersebut, pasti ada kesempatan. Tetapi, jika memang Tuhan belum mengizinkan saya untuk mengikuti seminar tersebut, mau tidak mau saya harus bersabar.” Saya menuju perpustakaan yang mana menjadi tempat saya biasa menghabiskan waktu saya sehabis kuliah tepatnya di Iranian Corner ( tempat ini kelak akan menumbuhkan rasa kecintaan saya terhadap filsafat Islam), seperti biasa saya mempelajari buku – buku yang terdapat pada ruangan tersebut mulai dari sejarah, pemikiran, revolusi, kemajuan bangsa Iran hingga berkenalan dengan buku – buku karya cedekiawan Syiah yang sudah mendunia seperti Ali Syari’ati, Murthadha Mutahhari, Imam Khomeini, Ali Khamenei dan lain sebagainya. Iranian Corner UIN Sunan Kalijaga seakan menjadi surga bagi saya.

Menjelang maghrib, tiba – tiba saja datang pesan singkat dari panitia penyelenggara seminar bahwa saya diminta untuk mengirim nama, jurusan dan universitas. Alhamdulillah, dan keesokan harinya pukul 13:00 WIB acara seminar pun dimulai dan peserta sudah berada di ruang teatrikal. Mulai dari sambutan Dubes Iran untukIndonesia, Dr. Mahmoud Farazandeh kemudian diikuti oleh Pembantu Rektor III. Acara diawali dengan doa dan sambutan yang cukup panjang dari Dubes Iran. Dan, yang paling saya  nantikan akhirnya tiba yakni materi oleh wakil menteri riset dan teknologi Iran, Dr. Hossein Nader Manesh.

Dalam pembicaraannya,  saya mendapatkan banyak sekali pesan yang sangat bermakna. Tentang bagaimana perjuangan bangsa Iran dalam menghadapi berbagai macam cobaan, seperti embargo dan ancaman dari Zionis Israel, Amerika dan Barat. Beliau juga menceritakan bagaimana peran sang revolusioner Ayatulloh Ruhullah Imam Khomeini dalam memperjuangkan rakyat tertindas, wasiat beliau tentang ilmu pengetahuan. Iran merupakan negara Islam terbaik dibidang ilmu sosial dan sains.

Di Republik Islam Iran, kekuasaan tertinggi berada di tangan ulama Islam, dan mampu  membawa Iran menjadi negara yang memiliki tradisi keilmuan yang sangat tinggi dan sangat diperhitungkan dalam kancah internasional.

Pada kesempatan itu Dr. Hossein, kerap kali mengaitkan masalah teknologi dengan agama. Hal itu mengingatkan saya dengan perkataan Albert Einstein “ Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta, dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah lumpuh.“ Artinya bagi saya adalah; agama Islam tidak pernah mengajarkan penganutnya untuk menjadi orang yang bodoh dan tertindas. Agama adalah jalan untuk menggapai perjalanan dunia maupun akhirat. Islam dengan mazhab  Syiah-nya di Iran merupakan Islam yang pendekatannya menggunakan pendekatan ilmu sementara Islam di Indonesia pendekatannya menngunakan pendekatan budaya. Jadi tidak heran kalau bangsa Iran setelah terjadi revolusi pada tahun 1979 meraih pencapaian yang sangat luar biasa dalam berbagai disiplin ilmu.

Dari Dr. Hossein, saya menemukan hakikat tentang arti kehidupan dan beragama. Mengapa harus Islam? Mengapa hingga hari ini masih memeluk agama Islam? Mengapa harus mengembangkan filsafat, tekhnologi dan ilmu – ilmu lainnya? Saya pribadi mengartikan pertanyaan itu dalam konteks yang cukup luas. Saya menerawang lebih jauh kaitan antara agama dengan ilmu meskipun semua akan bermuara pada al- Qur’an! Semua ilmu yang berkembang di dunia bersumber dari al – Qur’an, semua bergantung pada individu apabila ingin menyikapi tentang makna dan ilmu yang terkandung dari al – Qur’an. Bangsa Iran sendiri menekankan diri mereka pada ajaran al – Qur’an, bagaimana mungkin al – Qur’an bisa menjelaskan tentang antariksa, pemikiran hidup, hukum dan larangan?

Pertanyaan berputar-putar muncul dalam benak saya, memaksa saya untuk mulai berkenalan dengan Al – Qur’an secara makna ( memahami makna dari al – Qur’an), dan saya menemukan suatu keajaiban yang luar biasa . Saya menemukan al – Qur’an memberikan semua penjelasan terhadap semua masalah umat manusia.

Apa  yang membuat bangsa Iran begitu hebat dalam berbagai disiplin ilmu meskipun diembargo oleh negara – negara Barat? Jawabannya adalah; penderitaan mereka belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW dan para Ahlul Bayt. Mereka belajar dari kekuatan hati Nabi Muhammad SAW dan para Imam mereka, mereka berkeyakinan bahwa Tuhan tidak akan rela keadaan dunia akan tetap seperti sekarang ini, dimana penuh dengan fitnah, pembunuhan, penindasan dan lain sebagainya, mereka mempercayai akan datangnya Imam Ke – 12 yakni Imam Mahdi, itulah salah satu penyebab mengapa hingga hari ini mereka tidak menyerah pada tekanan dunia dan sebagai pelopor peradaban umat Islam.

Apa hubungan filsafat dan para pemikir mereka dengan kemajuan bangsa Iran? Iran terkenal akan para pemikir mereka seperti Ali Syari’ati, Muttahhari, Imam Khomeini dan lainnya. Merekalah para arsitek yang membimbing serta merubah pandangan masyarakat mereka akan berartinya Islam. Kemudian mengapa saya harus melihat dari sisi filsafat ( Islam )? Itu harus. Semua pemikiran yang hebat dalam peradaban dunia semuanya bermula dari para filsuf, baik itu para filsuf Barat maupun Islam. Tetapi saya lebih condong ke arah pemikiran Islam. Saya sering berkomunikasi dengan para pemikir dari berbagai lintas agama baik itu Kristen, Yahudi, Islam dan lainnya. Agama adalah jalan menuju Tuhan, jalan menuju ridha Allah. Saya bertemu dengan petinggi agama Buddha, Kristen, Islam.

Saya berdiskusi, semua agama memiliki cara pandangan mereka sendiri terhadap menyikapi hidup. Pada dasarnya agama selalu mengajarkan tentang perdamaian dan kasih sayang antar sesama umat manusia. Kaitannya dengan filsafat, semua saling bersinergi menuju satu jalan, yaitu keridhaan Allah.

Mengapa bangsa Iran tidak mengejar senjata nuklir? Karena Imam mereka, Imam Khomeini tidak pernah mengajarkan tentang pembuatan senjata nuklir, itu adalah dosa besar. Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad juga berkata:“Bangsa Iran yang beriman tidak takut dengan rudal, nuklir dan senjata lainnya. Karena militer Iran bergantung pada Allah SWT.”

Kebanyakan negara Islam berada dibawah pengaruh Barat yang notabene dikendalikan oleh Zionis Internasional dan mereka berkhianat kepada Islam. Banyak diantara mereka rakyatnya hidup dalam kemewahan, harta dan tahta haram. Sedangkan Iran, tidak dapat dibantah lagi bahwa mereka adalah bangsa yang terhormat dan punya harga diri.

“Ibarat sebuah pacul, apabila sering digunakan untuk memacul maka tentunya akan muncul warna putih mengkilap, sementara apabila pacul tersebut tidak pernah digunakan maka akan berkarat. Hal itu dapat diartikan bangsa yang berani melawan penindasan jauh lebih terhormat daripada bangsa yang hidup dalam kemewahan tetapi dibawah kendali Zionisme.”
Agama Islam adalah agama yang mengajarkan tentang pembelaan pada kaum tertindas, teraniaya. Agama Islam mengajarkan tentang menegakkan keadilan, perasaan kasih sayang dan perdamaian. Para nabi hadir dimuka bumi untuk mengajarkan ajaran-ajaran Illahi, semua manusia akan kembali pada Tuhan. Keselamatan bagi mereka yang mengikuti petunjuk. (LiputanIslam.com)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS