Wisata Religi Jadi Kedok Baru WNI yang Ingin Gabung ISIS

0
423 views

wisata-religi-jadi-kedok-baru-wni-ingin-gabung-isis-0QH9jdjLn3BANDUNG – Hilangnya 16 WNI saat berwisata ke Turki disinyalir bergabung dengan kelompok ekstrimis Islam Iran-Suriah (ISIS). Kondisi itu diduga dikemas dengan program tour and travel ke Turki yang jadi modus baru bagi sejumlah WNI yang akan bergabung dengan ISIS.

“Hal tersebut dilakukan karena dengan modus lama telah terendus dan teridentifikasi oleh aparat keamanan,” kata Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Unpad, kepada Okezone, Senin (9/3/2015).

Bukti modus lama sudah terendus adalah adanya penangkapan di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara di Malaysia beberapa waktu lalu terhadap WNI yang diduga akan bergabung dengan ISIS.

Modus baru pun dijalankan untuk mengelabui petugas keamanan. Selain itu, ada beberapa pertimbangan lain sehingga WNI yang akan bergabung dengan ISIS menggunakan modus memakai jasa tour and travel.

“Dengan menggunakan program wisata religi atau umroh dari tour and travel tersebut, selain meringankan beban pengurusan dokumen juga relatif murah dibandingkan mengurus sendiri. Apalagi peta persaingan penyelenggaraan wisata religi dan umroh ini relatif tinggi, sehingga tidak sedikit tour and travel memberikan potongan harga besar untuk memikat orang,” jelasnya.

Hal itu kemudian dimanfaatkan WNI yang ingin bergabung dengan ISIS setelah cara-cara konvensional sulit ditembus karena ketatnya pengamanan.

Berkaca dari hal itu, menurutnya, pemerintah harus melihat pola dan modus baru tersebut sebagai ancaman serius bagi pergerakan dan mobilitas WNI yang bergabung dengan ISIS. BNPT dan Polri harus secara terintegrasi dengan instansi lain melakukan langkah preventif agar modus tersebut tidak berkembanng.

“Sebab dengan semakin banyaknya WNI bergabung dengan ISIS tersebut adalah bagian dari bom waktu bagi gerakan terorisme di Indonesia. Karena secara alamiah para WNI tersebut akan kembali ke Indonesia dan menjadi ancaman yang serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Muradi.

 

(ris)

Sumber : News.Okezone

No tags for this post.

NO COMMENTS