Veterans Today: Al-Baghdadi atau Simon Elliot, Agen Mossad

0
718 views

Simon-eliotBaghdad, LiputanIslam.com — Abu Bakar Al-Baghdadi, yang disebut sebagai Khalifah/ pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah, oleh Edward Snowden, disebut-sebut bernama Elliot Shimon (Simon Eliot), seorang agen yang dilatih Mossad. Menurutnya, Simon Eliot ini lahir dari keluarga Yahudi, baik ibu dan ayahnya, berdarah Yahudi.

Dilansir oleh Veteran Today, yang disebut “Elliot”  adalah rekrutan Mossad yang dilatih dalam bidang spionase dan perang psikologis, untuk menghancurkan dunia Arab dan Islam.

Edward Snowden, sebelumnya  juga pernah mengungkapkan bahwa Al-Baghdadi merupakan binaan dari intelejen tiga negara yaitu Inggris, Amerika Serikat, dan Israel. Lantas, ia memimpin organisasi teroris ISIS yang mampu menampung dan menarik segala bentuk ekstremisme dari seluruh dunia dalam satu wadah, dengan menggunakan strategi yang disebut “the hornet’s nest” atau sarang lebah. Demikian laporan somdailynews.com, 11 Juli 2014 yang mengutip media Iran Farsnews.

Lalu dengan bukti foto, intelejen Iran juga turut mengungkap identitas sebenarnya Al-Baghdadi yaitu seorang agen Zionis terlatih yang bernama Elliot Shimon. Nama yang kemudian mencuat di publik adalah Ibrahim bin Awad bin Ibrahim Al Al Badri Arradoui Hoseini.

Dan, apa skenario ISIS selanjutnya?

ISIS berencana akan memasuki jantung-jantung pertahanan militer dan sipil dari negara-negara yang dinyatakan sebagai ancaman bagi Israel, untuk rencana yang lebih besar setelahnya, yaitu mewujudkan Israel Raya.

Selain itu, sesuai dengan dokumen Snowden, disebutkan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi entitas Zionis atau “Negara Yahudi” adalah dengan menciptakan musuh-musuh baru di tempat /negara yang berbatasan dengan Israel. Teroris inilah  yang akan dimanfaatkan untuk melawan plot anti-Zionis yang sejak awal menolak keberadaan Israel.

Seperti yang diketahui, negara Arab yang konsisten menolak keberadaan  Israel adalah Suriah. Sedangkan di Lebanon, terdapat front perlawanan Hizbullah yang juga sangat aktif melawan Israel. Dengan menciptakan ISIS, mau tak mau Suriah dan Hizbullah akan disibukkan untuk melawan kelompok teroris.

Bedah ISIS di Kantor NU Cirebon

Semakin terungkapnya jati diri kawanan teroris ISIS, berbagai penolakan datang dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Para cendekiawan juga mengambil langkah-langkah strategis guna membendung pengaruh ISIS.

Untuk itu, Jumat, 8 Agustus 2014, akan diadakan acara diskusi yang bertajuk “Mewaspadai Gerakan Islam Radikal ISIS Lokal dan Internasional”. Hadir sebagai narasumber, yaitu Ustadz Muhammad Ahsin, seorang mahasiswa pascasarjana Suriah, bertempat di sekretariat  IPNU (Kantor NU Plered, Cirebon) pada pukul 13.30 WIB. (ba)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS