Toleransi Pemerintah Barat Terhadap Terorisme dan Tentara Bayaran

0
1,542 views

Suburnya Kejahatan Teroris Menegaskan Realitas Toleransi Pemerintah Barat dengan Tentara Bayaran

TayanganVideo teroris yang mempertontonkan teroris asal negara Eropa yang membentuk organisasi teroris di Teluk yang didukung Amerika menjadi bukti baru bahwa organisasi ini tergantung pada pemuda Barat untuk berperang bersama mereka di Suriah, suatu hal yang menyadarkan kita akantoleransi pemerintah Barat terhadap para teroris.

Aksen Inggris teroris yang memenggal wartawan Amerika James Foley sebagaimana ditunjukkan pada rekaman video telah mengungkapkan peran nyata para teroris Inggris yang bergabung dalam apa yang disebut organisasi “Negara Islam di Irak dan Syam” atau ISIS, sesungguhnya mengirim sinyal kepada Eropa pada umumnya dan di Inggris khususnya akan bahaya pemasangan organisasi teroris di wilayah konflik Suriah ini terhadap keamanan dan kepentingan Eropa sendiri.

teroris isis

Alih-alih mengambil tindakan tegas untuk mencegah ekstremis dari bepergian ke luar negeri, pemerintah Inggris hanya puas dengan bertanya tentang alasan yang mendorong warganya untuk bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah, tanpa melarang propaganda yang dipasarkan oleh organisasi teroris pada situs-situs sosial di Inggris untuk mendorong warganya dan warga Inggris untuk bergabung dengan mereka, bahkan memanfaatkan insentif yang ditawarkan oleh pemerintah Inggris.

Peneliti di Royal United Services Institute Afzal Ashraf menunjukkan bahwa mayoritas orang Baratyang bergabung ke organisasi teroris adalah penjahat dan pencuri yang telah menjadi ekstremis di penjara.

Sementara itu, peneliti di The International Pusat Studi di London, Shezar Maher, menegaskan bahwa warga Inggris yang telah memutuskan untuk bergabung dengan organisasi teroris memiliki satu konsep, terutama untuk berada di garis depan dalam konflik apapun, tidak memiliki peran kecil.

Sejumlah media massa Barat berniat menutup mata bagaimana pemerintah negara-negara mereka yang memfasilitasi keberangkatan teroris ke wilayah itu dalam kasus mereka tidak akan pernah kembali ke negara-negara ini.

Estimasi Inggris menunjukkan bahwa antara 400 sampai 500 warga Inggris telah melakukanperjalanan ke Suriah dan Irak sejak dua tahun untuk berperang bersama ISIS pada saat warga Inggris dan pemerintah mereka diintimidasi dari bahaya melakukan tindakan teroris di wilayah Inggris.

Terlepas dari rekaman video yang mengerikan yang diterbitkan oleh teroris pada website yang melanggar hak asasi manusia, pemerintah Barat, terutama Inggris dan Amerika Serikat, masih mengabaikan perlunya bekerja sama dengan pemerintah wilayah konflik untuk memerangi terorisme.

 

Damascus, SANA – Mazen Eyon, Sana Jurnalist

 

sumber : http://www.islam-institute.com/

NO COMMENTS