Benzano – Seorang gadis Yazidi yang dijadikan budak seks saat berusia 13 tahun berani melarikan diri dari kelompok ISIS.

Keberaniannya itu terinspirasi Kayla Mueller, 26, sandera asal Amerika Serikat (AS) yang diperkosa pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, sebelum akhirnya tewas.

Gadis Yazidi yang kini berusia 15 tahun itu kini tinggal di Stockholm, Swedia. Dia ditulis media Barat dengan nama samaran, Julia.

Julia mengatakan bahwa dia adalah salah satu orang terakhir yang melihat Kayla sebelum pekerja kemanusiaan asal AS itu terbunuh dalam serangan udara di Raqqa, Suriah, pada bulan Februari 2015. Ketika sama-sama disandera kelompok Islamic State atau ISIS alias Daesh, Julia menganggap Kayla sebagai “kakak”.

Julia dan Kayla bisa dekat berkat Omar Alkhani, pacar Kayla seorang kontraktor Doctors Without Borders (DWB) yang mahir berbahasa Arab. Kayla dan Omar ditangkap ISIS setelah meninggalkan sebuah rumah sakit Medecins Sans Frontiers di Aleppo. Omar dibebaskan, tapi Kayla tetap disandera.

Sedangkan Julia diculik kelompok ISIS dari desanya di Irak utara dan dibawa ke Raqqa, Suriah. Dia berhasil kemudian berhasil melarikan diri dari ISIS pada malam hari dengan gadis Yazidi lain ke wilayah Kurdistan.

Julia dalam wawancaranya dengan ABC News, mengatakan bahwa Kayla Mueller adalah sangat baik padanya. “Saya mengatakan kepada Kayla; kami ingin melarikan diri dan saya memintanya untuk datang dengan kami. Dia mengatakan kepada saya; ‘Tidak, karena saya warga Amerika, jika saya melarikan diri dengan Anda, mereka akan melakukan segalanya untuk menemukan kita lagi,” kenang Julia.

“’Lebih baik bagi Anda untuk melarikan diri saja. Saya akan tinggal di sini’,” lanjut Julia menirukan ucapan Kayla Mueller.

Julia sekarang memakai gelang warna pelangi bertuliskan Kayla Mueller, di pergelangan tangannya.”Kayla memberi kami sepotong pakaian untuk menutupi wajah kami dan memberitahu kami jika ISIS datang, Anda harus menutup seperti burka, Anda harus menutup wajah Anda dari mereka,” kata Julia mengingat-ingat pesan Kyala.

Gadis Yazidi itu menjadi saksi bahwa Kayla Mueller diperkosa al-Baghdadi berulang kali. ”Beberapa kali di malam hari untuk dirinya sendiri,” kata Julia, yang dkutip Jumat (2/9/2016). Selama disandera 18 bulan, dia mengalami pelecehan verbal, isolasi berkepanjangan, stres, kerja paksa dan kekerasan seksual.

No tags for this post.

NO COMMENTS