Terdesak ISIS, Komandan FSA Minta Barat Kirim Bantuan Senjata

0
678 views

syrian-rebelsDamaskus, LiputanIslam.com – Kepala pasukan pemberontak Suriah yang oleh Barat disebut “kelompok moderat”,  memperingatkan negara-negara sponsornya bahwa “bencana kemanusiaan” akan benar-benar terjadi di Suriah, jika negara-negara Barat sekutu AS tidak segera membantu mempersenjatai militan anti-Assad tersebut dalam menghadang laju dari militan Takfiri  turunan Al-Qaeda.

Brigjen Jenderal Abdul-Ilah al-Bashir, komandan dari pasukan Free Syrian Army (FSA) atau Tentara Pembebasan Suriah, menyatakan pada hari Sabtu, 5 Juli 2014 bahwa kelompok militan Daulah Islam Irak dan Suriah telah merebut berbagai wilayah di Suriah.

Permohonan ini merupakan imbas dari pertikaian sengit antara kelompok –kelompok militan bersenjata di Suriah, dimana telah terjadi bentrokan antara FSA vs Al-Nusra vs ISIS.

Seperti dilaporkan Al-Alamnews, Al-Bashir menyerukan kepada Washington dan sekutu Barat lainnya untuk segera mengirim senjata dan amunisi dalam jumlah yang banyak untuk pasukan FSA.

Menurut laporan terbaru dari kelompok pemantau oposisi Suriah,  pertikaian antara kelompok militan dalam wilayah Suriah telah menewaskan sekitar 7.000 anggotanya sejak bulan Januari.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengumumkan, korban sipil yang tewas dalam bentrokan antar-militan berjumlah 650 jiwa.

Bentrokan antar-militan terus terjadi kendati para pemimpin senior Al-Qaeda telah meminta segenap front berhenti bertikai, namun peringatan tersebut tidak diindahkan.

Setidaknya ada tiga kelompok militan yang saat ini aktif bertempur di Suriah yaitu kelompok FSA, Al-Nusra dan ISIS. Ketiganya didukung oleh negara-negara Arab, Teluk, dan Barat. Akibat krisis, 160.000 jiwa melayang dan jutaan rakyat Suriah hidup memprihatinkan di pengungsian. (ba)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS