Takfiri ISIS Rekrut 400 Anak Suriah Sejak Januari 2015

0
538 views
Bocah rekrutan Takfiri ISIS
Bocah rekrutan Takfiri ISIS
Bocah rekrutan Takfiri ISIS

Islam Times – Salah satu anak laki-laki rekurutan ISIS muncul dalam video awal bulan ini yang menembak mati seorang tawanan ISIS yang didakwa sebagai mata-mata. Sebuah sumber polisi Perancis mengatakan anak itu mungkin saudara tiri Mohamed Merah, pembunuh tiga tentara, seorang rabbi dan tiga anak Yahudi di Toulouse, Perancis, pada 2012.

ISIS merekrut sedikitnya 400 anak di Suriah dalam tiga bulan terakhir ini. Anak-anak yang mereka sebut “Singa Muda Khalifah” itu menjalani pelatihan militer dan doktrinasi radikal ISIS.

Hal tersebut disampaikan oleh Syrian Observatory for Human Rights, seperti diberitakan Reuters, Selasa, 24/03/15. Menurut lembaga ini, anak-anak yang semuanya berusia di bawah 18 tahun direkrut di dekat sekolah, masjid dan lokasi publik di wilayah yang dikuasai Takfiri ISIS di Suriah.

Salah satu anak laki-laki rekurutan ISIS muncul dalam video awal bulan ini yang menembak mati seorang tawanan ISIS yang didakwa sebagai mata-mata. Sebuah sumber polisi Perancis mengatakan anak itu mungkin saudara tiri Mohamed Merah, pembunuh tiga tentara, seorang rabbi dan tiga anak Yahudi di Toulouse, Perancis, pada 2012.

“Mereka menggunakan anak-anak karena mudah dicuci otak. Mereka bisa membentuk anak-anak sesuai yang mereka inginkan. Anak-anak ini dilarang bersekolah dan mengirim mereka ke sekolah-sekolah ISIS,” kata Rami Abdurrahman, kepala Observatory.

Menurut Abdurrahman, ISIS saat ini kesulitan merekrut anggota dewasa. Sejak awal tahun ini, hanya ada 120 orang dewasa yang bergabung dengan ISIS. Hal ini berkat kontrol ketat Turki di perbatasan yang mencegah warga asing melintas ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.

Selain merekrut langsung, ISIS juga menyerukan pada para orang tua untuk mengirim anak-anak mereka ke kamp pelatihan. Observatory mengatakan, bahkan ISIS kadang melatih anak-anak ini tanpa sepengetahuan orang tua mereka, kebanyakan setelah dipancing dengan uang.

Abdurrahman mengatakan, di kamp pelatihan, anak-anak ini dilatih untuk bisa menggunakan senapan dengan peluru tajam, bertempur di medan perang dan mengemudikan mobil dan menggunakan mereka sebagai informan dan sebagai penjaga markas pusat maupun sebagai penyambut anak-anak yang memiliki cacat tubuh yang ingin bergabung.[IT/onh/Ass]

Sumber : Islam Times
No tags for this post.

NO COMMENTS