Syuhada Palestina Jadi 1,886 Orang, Al-Qassam Siap Lanjutkan Perang

0
1,250 views

Gaza-childGazaCity, LiputanIslam.com – Jumlah syuhada Palestina bertambah lagi menjadi 1,886 orang seiring dengan adanya temuan-temuan korban baru oleh regu-regu penyelamat, sementara sayap militer Hamas Brigade Ezzedin al-Qassam menyatakan siap bertempur lagi jika Israel tidak bersedia memenuhi syarat-syarat pejuang Palestina untuk gencatan senjata permanen.

Juru Bicara Departemen Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al-Qudrah, melaporkan bahwa hingga Kamis (7/8) pagi pukul 06.00 waktu Palestina jumlah syuhada Palestina bertambah lagi menjadi 1,886 orang, sedangkan jumlah korban luka 9,806 orang.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu, dia merinci bahwa di antara para syuhada itu terdapat 432 anak kecil, 243 perempuan dan 85 lansia. Sedangkan di antara korban luka terdapat 2,979 anak kecil, 1,903 perempuan, dan 374 lansia.
Jumlah para korban bertambah karena adanya temuan-temuan korban baru oleh tim penyelamat yang hingga kini terus mencari dan mengevakuasi korban di berbagai kawasan yang hancur diserang Israel.

Di pihak lain, data resmi Israel menyebutkan 64 tentara dan tiga warga sipil negara Zionis ini tewas, sedangkan korban luka 1,008 orang, 651 di antaranya adalah tentara sedangkan sisanya adalah warga sipil. Tapi menurut Brigade Ezzedin al-Qassam, tentara Israel yang tewas mencapai 161 personil. Selain itu, satu tentara Israel juga tertawan oleh sayap militer Hamas ini.

Brigade Ezzedin al-Qassam menegaskan tidak akan ada kesepakatan apapun apabila Rezim Zionis Israel enggan memenuhi syarat-syarat yang diajukan oleh pihak pejuang Palestina. Karena itu, sayap militer Hamas ini siap melanjutkan pertempuran sesudah berakhirnya masa berlaku gencatan senjata Jumat pagi besok (8/8).

“Al-Qassam tidak akan menerima kesepakatan apapun yang tidak memenuhi syarat-syarat pihak pejuang,” ungkap salah seorang komandan al-Qassam dalam wawancara dengan TV al-Mayadeen, Kamis (7/8).

Pernyataan ini dia lontarkan di saat faksi-faksi pejuang Palestina Hamas, Jihad Islam, Fatah, Front Demokrasi Pembebasan Palestina, Front Rakyat Pembebasan Palestina dan Partai Rakyat Palestina berada di Kairo, Mesir, untuk berunding dengan delegasi Israel mengenai gencatan senjata permanen.

Adapun syarat-syarat yang diajukan pihak Palestina, sebagaimana dilansir Rai al-Youm, ialah delapan hal pokok sebagai berikut;

Pertama, penghentian serangan Israel ke Jalur Gaza.

Kedua, penarikan pasukan Israel ke semua posisinya sebelum melancarkan serangan ke Gaza.

Ketiga, penerapan kembali kesepakatan tahun 2012 yang telah mengakhiri serangan Israel sebelumnya.

Keempat, penghentian blokade Israel terhadap Jalur Gaza,

Kelima, pembiaran para nelayan Palestina menangkap ikan di laut Gaza.

Keenam, penyingkiran kawasan pemisah antara Gaza dan Israel.

Ketujuh, pembebasan tahanan Palestina yang pernah dibebaskan namun ditangkap lagi oleh Israel.
demikian pula para anggota parlemen yang ditangkap oleh Israel.

Kedelapan, adanya jaminan dari negara-negara Arab dan internasional bahwa Israel mematuhi perjanjian dan tidak akan mengulangi agresinya.

Sedangkan pihak Israel mengajukan dua syarat pokok, yaitu;

Pertama, pejuang Palestina menghentikan serangannya ke Israel;

Kedua, perlucutan senjata para pejuang Palestina, dan sebagai imbalannya Israel akan menanggung proyek rekonstruksi bangunan-bangunan yang hancur di Jalur Gaza.

Syarat kedua yang diajukan Tel Aviv tersebut sejauh ini ditolak mentah-mentah oleh pejuang Palestina. (mm)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS