Syekh Salafy: Wanita Mengemudi Dapat Lahirkan Anak Dengan Kelainan Klinis

0
374 views

al-luhaydan

 

Lagi-lagi kita dikejutkan oleh kehebatan dan kemajuan fatwa para ulama salafy-wahabi….. belum lama dunia dikejutkan tentang fatwa “Jihad Nikah” kini disajikan fatwa baru yang sangat “ilmiah” yakni apa dibalik hikmah kenapa ulama salafy-wahabi mengharamkan wanita mengemudi? ternyata penemuaan sang syeikh  membuktikan dapat mengakibatkan merusak indung telur dan melahirkan bayi dengan kelainan klinis. Ternyata ulama salafy bukan hanya hebat dalam ilmu syariah tapi juga ilmu kesehatan dan kedokteran khusunya kandungan…. entah belajar di universitas kedokteran badui gurun sahara negeri seribu satu muthowwek entah dimana, mungkin ada ikhwan salafy yang memberi tahu dimana beliau belajar ilmu kandungan. Penemuan Syekh Salafy-Wahabi ini membikin gempar Dunia Timur danBarat silahkan di google saja.

Selanjutnya biar saya tidak dituduh memfitnah maka saya persilahkan pembaca membaca laporannya yang saya copas dari situs propaganda  salafy-wahabi voa-islam yang menterjemah dari laporan situs “Al Arabiyah” milik salah seorang pangeran dinasty wahabiyah Al Saud.

Syaikh Al-Luhaydan: Mengemudi Bagi Wanita Pengaruhi Indung Telur dan Tulang Panggul

SUMBER: Voa-islam.com

Syaikh Saleh bin Saad al-Luhaydan

ARAB SAUDI (voa-islam.com) – Perempuan Saudi yang berusaha untuk menantang larangan de facto mengemudi harus menyadari bahwa pekerjaan ini dapat mempengaruhi indung telur dan tulang panggul mereka, Syaikh Saleh bin Saad al-Luhaydan, konsultan hukum dan psikologis untuk Gulf Psychological Association, mengatakan kepada situs berita Saudi sabq.org.

Mengemudi “bisa memiliki dampak fisiologis terbalik. Ilmu fisiologi dan kedokteran fungsional mempelajari sisi ini [dan menemukan] bahwa secara otomatis mempengaruhi indung telur dan gulungan panggul. Inilah sebabnya mengapa kita menemukan bagi wanita yang terus mengendarai mobil anak-anak mereka lahir dengan kelainan klinis berbagai derajat, ” kata Sheikh al – Luhaydan sebagaimana dilansir Al Arabiya.

Syekh al – Luhaydan mendesak para perempuan untuk mempertimbangkan “pikiran sebelum jantung dan emosi dan melihat masalah ini dengan mata yang realistis.”

“Hasil ini buruk dan mereka harus menunggu dan mempertimbangkan hal negatifnya,” katanya.

Reaksi di Twitter

Pernyataan Syaikh Al-Luhaydan itu menarik reaksi langsung di media sosial, dengan beberapa orang Saudi mengejek “penemuan ilmiah yang besarnya.” Sebuah Twitter hastag berbahasa Arab “Women_driving_affects_ovaries_and_pelvises” diciptakan dan tengah tersebar di kalangan pengguna warga Arab.

Pengguna Twitter perempuan @Shams_AlShmous memuji secara sinis “prestasi ilmiah eksklusif.” Sang syekh.

Seorang pengguna wanita dengan nama Ms Jackson @B_B1ack memberitahu semua orang:

“Apa yang anda fahami tentang fisiologi, serahkan itu kepada Syaikh kami Al-Luhaydan”.

Para aktivis perempuan Saudi sendiri telah meluncurkan kampanye online mendesak perempuan untuk mengemudi pada 26 Oktober.

Lebih dari 11.000 wanita telah menandatangani deklarasi oct26driving.com yang mengatakan:

“Karena tidak ada pembenaran yang jelas bagi negara untuk melarang wanita dewasa dan mampu dari mengemudi. Kami menyerukan sehingga memungkinkan bagi perempuan untuk tes mengemudi dan untuk mengeluarkan izin bagi mereka yang lulus.” (ab/aby)

_______________

Sementara itu Menurut ulama Saudi lainnya, seperti Syaikh Al Utsaiminmengemukakan bahwa:

wanita menyetir mobil mengandung banyak kerusakan, di antaranya; penanggalan hijab, hilangnya rasa malu, bisa menyebabkan sering keluar rumah, bisa bebas pergi ke mana saja, mudah ngambek, menyebakan fitnah saat berhenti dikala lampu lalu lintas menyala merah, berhenti di pom bensin, berhenti di tempat pemeriksaan, berhenti di tengah kerumunan kaum laki-laki karena terjadi pelanggaran atau kecelakaan, berhenti di tengah jalan karena ada kerusakan sehingga ia harus memperbaikinya dan sebagainya. (*)

Selanjutnya baca disini:

http://www.muslimedianews.com/2013/09/ulama-saudi-mengemudi-bagi-wanita.html

 

Dibawah laporan media milik pangeran wahabi-salafy Arab Saudi “Al Arabiyah” yang diterjemah oleh media takfiri wahabi-salafy diatas

Driving affects ovaries and pelvis, Saudi sheikh warns women

SUMBER:

http://english.alarabiya.net/en/variety/2013/09/28/Driving-affects-ovary-and-pelvis-Saudi-sheikh-warns-women.html

.

Al Arabiya

Saudi women seeking to challenge a de facto ban on driving should realize that this could affect their ovaries and pelvises, Sheikh Saleh bin Saad al-Luhaydan, a judicial and psychological consultant to the Gulf Psychological Association, told Saudi news website sabq.org.

Driving “could have a reverse physiological impact. Physiological science and functional medicine studied this side [and found] that it automatically affects ovaries and rolls up the pelvis. This is why we find for women who continuously drive cars their children are born with clinical disorders of varying degrees,” Sheikh al-Luhaydan said.

Saudi female activists have launched an online campaign urging women to drive on Oct. 26.

More than 11,000 women have signed the oct26driving.com declaration that says: “Since there are no clear justifications for the state to ban adult, capable women from driving. We call for enabling women to have driving tests and for issuing licenses for those who pass.”

Sheikh al-Luhaydan urged these women to consider “the mind before the heart and emotion and look at this issue with a realistic eye.”

“The result of this is bad and they should wait and consider the negativities,” he said.

Twitter reaction

Al-Luhaydan’s statement drew immediate reaction on social media, with many Saudis ridiculing his “great scientific discoveries.” An Arabic Twitter hashtag “Women_driving_affects_ovaries_and_pelvises” was created and is going viral among Arab users.

Female twitter user @Shams_AlShmous sarcastically applauded the sheikh’s “exclusive scientific achievement.”
A female user with the name of Ms Jackson @B_B1ack tells everyone: “What’s your understanding of physiology, leave it to our Sheikh al-Luhaydan”.

Another female @Mshaal80 asked whether al-Haydan “studied Shariah, medicine or foolishness.”

Not part of Sharia

The head of the kingdom’s religious police said last week that the “Islamic sharia does not have a text forbidding women driving.”

Sheikh Abdulatif al-Sheikh stressed that since he was appointed as head of the Committee for the Promotion of Virtue and the Prevention of Vice religious police have not pursued or stopped a woman driving.

sumber : http://abusalafy.wordpress.com/

NO COMMENTS