Syeikh Qaradhawi Maksum ?

0
780 views

Oleh: Ayudia az-Zahra, Blogger

undangan-deklarasi-anti-syiahLolosnya Kang Jalal — demikian sapaan dari KH Jalaludin Rakhmat, salah satu tokohmuslim Syiah Indonesia ke Senayan memang mengundang kemarahan bagi pihak-pihak tertentu, terutama bagi kaum intoleran yang menyatakan diri Anti-Syiah. Tak lama berselang sejak kabar Kang Jalal lolos ke Senayan mencuat, tiba-tiba beberapa “ulama” dan ormas dikabarkan akan mengadakan deklarasi Anti-Syiah, yang rencananya akan dilaksanakan Ahad, 20 April 2014 di Masjid al-Fajr Cijagra Bandung.

Acara itu menuai kritik dari Umar Shihab dari MUI yang menyatakan bahwa tindakan ilegal bagi siapapun anggota MUI yang menghadiri acara tersebut dan akan mencatat namanya untuk dibawa ke rapat pusat. Ulama NU, KH Alawi juga mengkritiknya. Namun tidak ada yang lebih menarik bagi saya selain ketika Sunnah Defence League (SDL), yang paling getol memerangi Syiah bereaksi keras, dengan mengirimkan pesan melalui broadcast BBM, berikut sebagian isinya:

Lihatlah bagaimana kelakuan minoritas kafir Syiah memutar-mutar kata dan omongan demi meraih simpati, bahkan mereka tidak malu mencatut Risalah Amman, padahal pencentusnya sendiri (Syaikh Yusuf Qhardawi) telah bertaubat dari kekhilafannya dan mengakui bahwa Syiah adalah kafir. Bahkan tidak kurang dari pentolan Syiah di MUI, Umar Shihab angkat bicara mengenai acara deklarasi esok, ia mengatakan tidak ada elemen MUI yang akan ikut serta. Jika pun ada maka itu atas nama pribadi. Ia tidak malu mengatakan hal itu, padahal dia-lah yang paling sering mencatut nama MUI (padahal atas nama pribadi) demi kepentingan Syiah.

Saya, melalui tulisan ini mengkritik argumen fallacy mereka perihal kafirnya Syiah.  SDL beralasan, Syeikh Yusuf Qardhawi sebagai pencetus Risalah Amman telah bertaubat dari kekhilafannya dan mengakui bahwa Syiah adalah kafir. Jadi dengan demikian, mereka mengikuti sikap SYQ. Kritik saya adalah, bagaimana mungkin mereka bisa mengikuti satu ulama yaitu SYQ dan membenarkan tindakannya, sementara Risalah Amman ditandatangani oleh 552 ulama  dan tokoh dari 80 negara di seluruh dunia. Apakah suara satu orang ini mengalahkan suara dari 551 orang yang menganggap bahwa ada delapan mazhab yang sah dalam Islam termasuk Syiah Ja’fari dan Syiah Zaidi? Apakah SYQ maksum dan pasti benar, sehingga sikapnya untuk mengkafirkan Syiah layak diikuti?

Mari kita melihat ke belakang sejenak, sebelum perang Suriah berkecamuk, SYQ bahkan pernah berkunjung ke Suriah dan memuji Assad, SYQ juga pernah menitipkan salam untuk seluruh rakyat Suriah, pemerintah, pemimpin dan para ulamanya. Namun sayang, ideologi IM yang diusungnya membuat SYQ kemudian menjilat air ludahnya sendiri, dan tanpa ragu mengeluarkan fatwa untuk memperbolehkan aksi unjuk rasa, bahkan revolusi melawan penguasa yang dianggap zalim, terutama mereka yang menyengsarakan rakyat, seperti rezim Presiden Bashar Assad (tulisan dalam cetak tebal adalah kutipan artikel Ikhwanul Kiram Mashuri pada kolom Republika 10 Juni 2013)

Maksud saya adalah, SYQ ini khan cenderung labil. Pernah memuji Assad, tapi kemudian balik berfatwa untuk menentangnya. SYQ pernah memuji Hizbullah, namun kemudian menyatakan bahwa Hizbullah ini adalah Partai Setan (HizbuSyaithon). SYQ pernah mengupayakan pendekatan antar mazhab lalu kemudian meralatnya, masa iya ada ulama sekaliber SYQ begitu mudahnya membolak balikkan fatwa sesuka hatinya? Seharusnya kita bersikap kritis, dan tidak menyandarkan sebuah permasalahan hanya kepada satu orang ulama saja. Ketika SDL merujuk SYQ atas sikapnya atas Risalah Amman, seharusnya SDL juga bertanya atau meminta klarifikasi pada 551 ulama dan tokoh lainnya yang tidak mengambil langkah sebagaimana SYQ.

Kanjeng Nabi pun telah mengingatkan, bahwasanya kelak akan ada da’i/ ulama yang menyeru kepada neraka jahanam, yang artinya, mutlak diperlukan kepekaan dan kekritisan dalam mengikuti fatwa-fatwa ulama, apalagi yang berpotensi menyulut perpecahan dan pertumpahan darah.

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS