Kata wahabi akhir-akhir ini sangat popular. Ia menjadi bahan perbincangan dimana-mana, dari warung kopi sampai dewan senator Amerika. Hillary Clinton sempat berucap di depan kongres Amerika bahwa merekalah yang menciptakan alQaedah yang berakidah wahabi. Demikian juga senator J Mc Chain dengan terang-terangan mengatakan bahwa merekalah yang menciptakan ISIS yang beraliran wahabi.

Tidak sulit kita memprediksi bahwa boneka-boneka Amerika seperti ini akan melakukan apa di dunia Islam? Perpecahan dalam dunia Islam, perang sektarian, memporakporandakan timur-tengah; memanjakan Israel mencaplok tanah palestina; membunuh sebanyak mungkin pemuda-pemuda Muslim; merampas sebanyak mungkin kekayaan negri-negri muslim dsb. Fakta di lapangan sekarang ini adalah bukti-bukti konkrit  dari keberhasilan Amerika dan Zionisme Israel dalam menggunakan wahabi sebagai kendaraannya. Tidak cukup itu. Wajah Islam dicoreng sedemikian jelek dan brutalnya lewat teror dan segala bentuk kekejian kemanusiaan yang kita saksikan akhir-akhir ini. Semua berasal dari makhluk-makhluk yang bernama “wahabi”. Teror di Amerika, Perancis, Belgia, bom bunuh diri di Baghdad, Damascus, Ihsa’, Madinah, Pakistan, Afghanistan dan akhir-akhir ini Turki, semua adalah ulah makhluk wahabi ini.  Mereka tidak kenal rasa kasih sayang. Jangankan kepada lawan, kepada kawanpun demikian. ISIS dan An-Nushroh, dua-duanya wahabi, dan dua-duanya konon berjuang untuk mendirikan Negara khilafah. Mereka saling tembak, saling penggal leher dan saling berbunuh-bunuhan.
Apakah di Indonesia ada makhluk  yang bernama “wahabi” ini?
Jawabannya ada. Mereka ada di tengah-tengah kita. Mereka berseliweran di antara kita. Mereka ada di masjid, di pasar, di kampus, di kantor dan di berbagai tempat lainnya. Sebagian mereka sudah menyusul syaikh-syaikhnya di Timur tengah. Mereka ikut berperang di Suria, Turki, Irak, Libia, Yaman bahkan sebelumnya di Afghanistan. Sebagian mereka sudah tewas ketemu dengan 72 “bidardari” yang dijanjikan oleh ustatz-ustadznya.  Sebagian lagi sudah meledakkan dirinya di tengah keramaian orang-orang tak berdosa, di Jakarta sekalipun.
Wahabi-wahabi di Indonesia sekarang ini banyak yang “taqiyah” atau masih wahabi-wahabian alias belum mengerti betul apa itu wahabi. Sebagian mereka masih memperlajari akidah wahabi dan terbuai dengan doktrin ustadz-ustadznya yang mengatakan bahwa wahabi adalah ahlu sunnah wal jamaah yang sejati yang langsung merujuk kepada alQuran dan Sunnah.
Mereka menciptakan identitas sendiri yang gampang dikenali:
berewok panjang, kumis dicukur, rambut panjang sebahu, mata tajam, pakaian sebagiannya hitam, sebagian lagi putih, kalau pakai gamis atau celana, maka ukuran panjangnya di atas mata kaki. Kalau bicara agama, kata-kata yang paling banyak diucapkan: itu bidah, ini syirik, yang itu murtad, si fulan keluar dari agama dan sejenisnya.
Mereka adalah pengikut sebuah aliran ekstrem yang muncul di semenanjung Arab yang pertama kali diciptakan oleh Muhammad bin Abdul Wahab (w 1792 m). Siapa itu Muhammad bin Abdul Wahab? Ternyata Nabi Muhammad saw sudah menubuwat bahwa kelak akan muncul tanduk setan dari timur sambil beliau menunjuk ke sebuah tempat yang di kenal dengan nama Najd. Dari situlah akan muncil fitnah besar. Dan fitnah itu kita rasakan sekarang ini. lihat alamat situs berikut sebagai pembuka wawasan kita.
No tags for this post.

NO COMMENTS