Senjata Yang Dikirim ke Irak Untuk Penumpasan ISIS Dinilai Kalah Canggih

0
2,067 views

iraq-armyBaghdad, LiputanIslam.com – Anggota parlemen Irak dari komunitas Kristen negara ini, Imad Yohanna, menilai senjata yang dikirim dari luar negeri untuk pasukan Irak kalah canggih dan mutakhir dibanding senjata yang diberikan sebelumnya oleh berbagai negara kepada kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Senjata-senjata yang diberikan kepada tentara Irak dan pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, lemah dibanding senjata yang diberikan kepada ISIS. Senjata-senjata ini tak ada apa-apanya dibanding senjata ISIS,” kata Yohanna Selasa kemarin (16/9), sebagaimana dilansir situs pemberitaan al-Ittijah.
Dia bahkan menyatakan bahwa senjata-senjata yang baru dikirim ke Irak selain jumlahnya sedikit juga tidak banyak berguna.

“Untuk memerangi bahaya teroris yang mengancam Irak dan negara-negara kawasan seharusnya tentara Irak dibantu persenjata yang lebih canggih,” lanjutnya.

Dia mengingatkan bahwa sekedar konferensi dan kampanye perang anti terorisme saja tidak ada gunanya.

“Masyarakat internasional harus mendukung Irak secara realistis,” katanya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ISIS diasuh dan dibesarkan dengan dukungan dana dan senjata justru oleh Barat dan beberapa negara Arab Timur Tengah yang menjadi sekutu Amerika Serikat, yaitu negara-negara yang kini terlihat gencar mengkampanyekan perang anti ISIS. Mereka membina dan mendanai ISIS saat dengan tujuan menebar radikalisme dan sektarianisme di tengah umat Islam, menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan mengusik keamanan Irak.

Karena itu, Presiden Iran Hassan Rouhani Senin lalu (15/9) menyebut koalisi anti ISIS yang sedang digalang AS bersama para sekutunya sebagai lelucon.

“Leluconnya dalam cerita ini terletak pada kenyataan bahwa negara-negara yang telah memelihara, mempersenjatai, dan mendanai kelompok-kelompok takfiri sekarang tiba-tiba berusaha memerangi kelompok-kelompok teroris itu,” ujarnya. (Baca: Presiden Iran Sebut Koalisi Anti ISIS Lelucon Belaka)

Dalam konteks ini pula, sebagaimana dilaporkan kantor berita Suriah, SANA, Presiden Suriah saat menerima kunjungan utusan Perdana Menteri Irak di Damaskus Selasa kemarin menyerukan tekanan terhadap negara-negara pendukung organisasi-organisasi teroris.

“Memerangi teroris harus dimulai dengan menekan negara-negara donatur terorisme di Suriah dan Irak yang kini berkoar tentang perang melawan terorisme,” kata Assad. (mm)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS