Saudi Gunakan Bom Curah untuk Hancurkan Houthi

0
363 views
Islam Times- Menurut IHS Jane, sebuah perusahaan analisis pertahanan dan keamanan dalam laporannya menyebut, kerajaan Saudi juga menggunaka Tornado IDS buatan Eropa dan pesawat F-15S buatan AS dalam pertempuran itu, tambah laporan itu.
Raja Abdullah

Raja Abdullah

Kerajaan Arab Saudi dilaporkan menggunakan bom curah untuk melawan gerilyawan Houthi di Yaman utara pada tahun 2009, demikian sebuah laporan baru mengatakan.

Sebuah laporan dokumenter yang dirilis jaringan televisi HBO AS mengatakan, pasukan Saudi menjatuhkan bom curah di wilayah di provinsi utara Yaman, Sa’ada, dan bom itu hingga kini masih merengut nyawa dan kehidupan warga sipil.

Laporan ini juga mencatat, bekas-bekas roket itu ditandai dengan tipe model, CBU-52B/B, dengan label yang bertuliskan “US AIR FORCE” dan ditemukan di Sa’ada.

Menurut IHS Jane, sebuah perusahaan analisis pertahanan dan keamanan dalam laporannya menyebut, kerajaan Saudi juga menggunaka Tornado IDS buatan Eropa dan pesawat F-15S buatan AS dalam pertempuran itu, tambah laporan itu.

“Sebagian besar pesawat yang digunakan untuk menjatuhkan bom curah adalah Tornado,” kata Hamoud Gabish, wakil direktur al-Hayyat untuk organisasi kemanusiaan, dan menurutnya, dari beberapa serangkaian serangan itu menurut perkiraannya, bom-bom tersebut dijatuhkan di 164 lokasi di Sa’ada.

Selain Arab Saudi, Gabish juga menyebut, AS dan Inggris berperan juga dalam pemboman sesudah Saudi.

AS dan Inggris memberikan pelatihan militer dan dukungan logistik kepada tentara Saudi, sementara Inggris serta perusahaan-perusahaan Amerika termasuk BAE Systems termasuk Boeing memberikan layanan dan pasokan untuk kontrak menggiurkan dengan Angkatan Udara Saudi. BAE memimpin pembuatan pesawat jenis Tornado, dan Boeing bergabung dengan pembuatan F-15 fabrikan McDonnell Douglas pada tahun 1997.

Pada bulan November 2009, pasukan Saudi mulai berperang melawan Huthi dan melakukan pemboman terhadap posisi gerilyawan setelah menuduh para pejuang membunuh penjaga perbatasan kerajaan Wahabi itu.

Huthi sendiri berperang melawan pemerintah pusat di Sana’a selama bertahun-tahun. Mereka mengkritik, selama ini mereka hidup terpinggirkan secara ekonomi dan politik oleh pemerintah Yaman.

Bom Cluster atau curah adalah senjata mematikan yang dijatuhkan dari pesawat atau ditembakkan dari tanah, dan menyebar secara submunisi ke berbagai wilayah yang luas. Para pegiat anti perang mengatakan banyak submunisi ini atau bom-bom yang gagal meledak selama perang dan berpotensi menjadi ancaman jangka panjang bagi warga sipil khususnya petani dan anak-anak.

Agustus lalu, Departemen Pertahanan AS memberikan kontrak senilai $ 641.000.000 untuk memproduksi 1.300 bom cluster kepada Arab Saudi untuk Textron Defense Systems, sebuah unit dari Textron Inc (TXT.N). [IT/Onh/Ass].

sumber : http://islamtimes.org/

NO COMMENTS