Saudi Arabia Tangkap Sembilan Profesor Ikhwanul Muslimin

0
583 views
Islam Times- Jika terbukti bersalah, para profesor itu bisa dipenjara selama 10-15 tahun, sementara sejumlah warga asing akan dideportasi, menurut laporan itu.
Ilustrasi para tahanan Saudi dijebloskan penjara

Ilustrasi para tahanan Saudi dijebloskan penjara

Rezim Saudi dilaporkan menangkap sembilan profesor universitas atas dugaan menjalin hubungan dengan gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang dilarang.

Berdasarkan laporan Okaz daily pada Senin, 26/05/14, rezim Wahabi itu menangkap sejumlah profesor, dua diantaranya adalah warga Saudi dan sisanya dari negara-negara tetangga. Mereka dituduh telah terlibat dengan organisasi-organisasi asing berdasarkan rekaman suara dan email yang terkait dengan mereka.

Sebelumnya pada bulan Maret lalu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi memasukkan organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai organisasi teroris menyusul langkah serupa oleh pemerintah militer di Mesir.

Jika terbukti bersalah, para profesor itu bisa dipenjara selama 10-15 tahun, sementara sejumlah warga asing akan dideportasi, menurut laporan itu.

Arab Saudi dan sekutunya termasuk, Uni Emirat Arab (UEA) secara brutal menindak aktivis muslimin yang dituduh memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan kelompok-kelompok Islam lainnya.

Kerajaan Saudi bersama dengan monarki absolut lain di Teluk Persia merasa terancam dengan aktivis gerakan IM di akar rumput yang bisa merongrong otoritas kerajaan.

Namun demikian, di masa lalu Arab Saudi jsutru memberi perlindungan kepada anggota Ikhwanul Muslimin (IM) yang mengalami penindasan di tahun 1960-an di bawah rezim modern penguasa militer pertama Mesir, Gamal Abdel Nasser.

Secara tradisional, anggota kelompok IM ini aktif di lembaga-lembaga akademis di kerajaan yang didukung AS.

Sebelumnya pada Ahad kemarin, Menteri Pendidikan Saudi Khaled al-Faisal mengutip laporan media lokal mengatakan bahwa penangkapan ini dilakukan dengan alasan penyebaran ideologi ekstremis di kerajaan.

“Kami menawarkan mereka anak-anak kami, namun mereka menyanderanya … Masyarakat meninggalkan aktivitasnya untuk melayani mereka, termasuk sekolah,” tegasnya. [IT/Onh/Ass]

sumber : http://www.islamtimes.org/

NO COMMENTS