Putri Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, melarikan diri ke Paris setelah diduga memerintahkan pengawalnya mengikat seorang pelukis yang juga dekorator supaya mencium kakinya. Tak hanya itu saja, putri yang bernama Hassa atau Hussa, 42 tahun ini juga memerintahkan membunuh pelukis.

Mengapa melarikan diri ke Prancis? Di negara inilah sang putri memiliki kekebalan diplomatik terhadap penuntutan. Putri Hassa, seperti dikutip Mail Online, Senin, 4 Oktober 2016, mengklaim tidak bersalah.

Kepada pengawalnya, Hassa memerintahkan untuk membunuh pelukis itu. dengan “Anda harus membunuh anjing ini, dia tidak pantas untuk hidup,” demikian perintah bangsawan Saudi itu pada pengawalnya.

Menurut laporan The Local, pelukis berusia 53 tahun itu bekerja untuk Putri Hassa. Dia membuat kesal majikannya karena ketahuan memotret sang putri Saudi dengan smartphone di apartemennya di Avenue Foch, jalan bergengsi dekat dengan Arc de Triomphe, Paris 26 September 2016 lalu.

Sang Putri lantas menuduhnya akan menyebarkan foto itu ke media. Sang putri kemudian memerintahkan pengawalnya untuk menghajar pelukis itu, mengikat tangannya, dan kemudian memaksanya mencium kakinya.

Pelukis tersebut diserang selama empat jam sebelum dikeluarkan dari bangunan dan diperintahkan untuk tidak kembali lagi. Pelukis itu kemudian melapor ke polisi karena peralatannya disita.

Dilansir dailymail, pengawal putri yang tak diketahui namanya pada akhirnya ditangkap di ibu kota Perancis pekan lalu. Pengawal itu sudah berada dua hari di tahanan yang terlihat pada Sabtu lalu.

 

Dia dalam penyelidikan atas berbagai tuduhan termasuk kekerasan dengan senjata api, penculikan, dan membantu penculikan. Jika terbukti bersalah, sang pengawal akan menghadapi kasus pidana dengan tuduhan yang sangat serius.

Pengacara pengawal putri Arab, Elie Hatern mengeluarkan pendapat yang berbeda. Menurutnya, di apartemen itu terdapat lebih dari 20 orang.

“Ada 20 orang lebih di apartemen, bagaimana fakta itu bisa diabaikan,” ujarnya.

Sementara itu, keberadaan Putri Hassa tak terlihat, dia juga bersikeras dia tidak bersalah dari segala tuduhan

Majalah Le Point, yang membongkar cerita ini mengungkapkan Hassa adalah putri raja saat ini, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Raja Salman memiliki lima putra, dan putri satu-satunya adalah Putri Hassa, yang lahir pada tahun 1974.

Hassa selalu menjadi pengunjung tetap ke Paris, di mana ia dikenal suka menikmati gaya hidup multi-jutawan.

Kedutaan Arab Saudi di Paris telah menolak berkomentar pada kasus ini.

Kabar mengenai kelakuan Putri Hassa, merupakan salah satu dari sekian perilaku sadis keluarga kerajaan Teluk terhadap stafnya di luar negeri. Sebelumnya seorang pangeran yang tidak disebutkan namanya diduga menyerang pria yang juga tak dikenal di ibukota Prancis awal musim panas ini.

No tags for this post.

NO COMMENTS