Produk Israel Banyak Masuk ke Indonesia

0
1,391 views

boikotJakarta, LiputanIslam.com—Meskipun PemerintahIndonesia selalu menyatakan dukungan kepada Palestina dan secara diplomatik tidak berhubungan dengan Israel, namun ternyata hubungan perdagangan antara kedua negara tetap berlangsung.

Pejabat Kementerian Perdagangan menyatakan, tidak ada pembatasan khusus mengenai produk Israel.

“Sepanjang pengetahuan saya, kita memang tidak ada hubungan diplomatik. Tapi tidak ada pembatasan khusus untuk Israel,” ucap Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/3/2014), seperti dikutip Merdeka.com.

Menurut Imam, impor produk seperti mainan dari Israel sah saja masuk ke Indonesia. Namun demikian, dia menduga impor mainan ini masuk dari negara tetangga seperti Singapura.

“Menurut saya mungkin dia masuk ke Singapura dan baru ke Indonesia. Jadi namanya good (barang) in transit. Itu juga tidak apa apa,” tegasnya.

Impor mainan asal Israel juga akan tercatat di Indonesia walaupun telah melewati Singapura. “Dari Israel kemudian masuk ke Singapura. Kalau mereka tidak dibuka tidak diapa-apakan nanti tercatatnya dari Israel. Ini memudahkan pencatatan dari mana asal datangnya barangnya. Impor dari Israel boleh saja kecuali barang yang dilarang,” tutupnya.

Mengutip data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya Indonesia mengimpor 60 jenis mainan atau deskripsi mainan yang diimpor dari pelbagai negara. Salah satunya dari Israel.

Impor mainan dari Israel adalah jenis mainan lainnya atau bagian mainan (other toys or parts) dengan kode HS 9503009900. Sepanjang 2013, Indonesia mengimpor mainan dari Israel dengan nilai USD 830 dengan berat 26 Kilogram. Impor mainan ini datang pada Desember 2013.Impor mainan dari Israel dengan jenis yang sama masih berlanjut pada Januari 2014 dengan nilai USD 358 dengan berat 14 Kilogram.

Pada Agustus 2012, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ada dua dari sembilan jenis buah impor terbesar yang diminati konsumen Indonesia ternyata berasal dari Israel. Pada Juni 2012, sebanyak 20,6 ton buah kurma senilai USD 191.300 asal Israel masuk ke Indonesia. Sedangkan jeruk Shantang, masuk Indonesia pada April 2012 sebanyak 0,666 ton dengan nilai USD 709.

Israel pun pernah diberitakan akan memasuki bisnis kilang dan biofuel di Indonesia. Detik.com 03/09/2007 melaporkan, ketertarikan pihak Israel untuk masuk ke dua bisnis itu dilaporkan utusan Israel ke Menteri ESDM akhir Agustus lalu. Sekretaris Timnas BBN (Bahan Bakar Nabati), Evita Legowo,mengatakan, Israel sudah menyatakan minatnya untuk proyek-proyek terkait penambahan kapasitas kilang di Indonesia baik dengan modifikasi kilang yang ada atau membangun kilang baru. “Dia punya keinginan untuk dua kemungkinan itu,” ujarnya.

Saat ini industri hilir migas di Indonesia memang sudah lebih bebas dimasuki investor swasta. Meskipun demikian, kemungkinan Israel tetap akan menggandeng partner lokal. Terkait pengembangan BBN, Israel sudah mulai mengembangkan jarak pagar di Nusa Tenggara Timur. Proyek yang dikembangkan Israel ini mencakup sisi hulu sampai hilir, artinya akan mengembangkan jarak pohon dari penanaman sampai pengolahan. “Mereka memang sudah punya pengalaman, saat ini sepertinya mereka sudah punya lahan di Nusa Tenggara Timur,” kata Evita. Hasil dari pengembangan yang dikerjakan Israel ini bisa berupa biodiesel dan bio-oil yang bisa digunakan untuk transportasi dan pembangkit listrik.

Pada tahun 1980, Indonesia secara diam-diam membeli 32 pesawat A4-Skyhawk dari Israel. Pembelian itu dilakukan melalui operasi rahasia bersandi ‘Alpha’. Pada tahun 2012, Kemenhan juga diberitakan berniat membeli pesawat tanpa awak (UAV) buatan Israel. Pihak Kemenhan memuji produk Israel itu ‘tidak diragukan lagi kualitasnya’ dan ‘kecanggihan teknologi pesawatnya selalu terdepan’, sebagaimana diberitakan Republika (3/2/2012).

Israel pun sebenarnya sudah memiliki kantor Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) di Jakarta. Kantor itu dibuka sejak tahun 200. Lalu pada 29 Januari 2010, IIPAC telah meresmikan Indonesia Business Lobby.

Menurut pengamat Timur Tengah, Dina Y. Sulaeman, seperti ditulis di blog pribadinya, dinasulaeman.wordpress.com, bila pemerintah serius ingin membantu Palestina, seharusnya pemerintah serius mengembargo produk dan perusahaan Israel. Presiden Indonesia perlu melakukan koordinasi konkrit antara Kemenlu, Kemendag, Kemenhan, dan Kemenperin, untuk mencegah masuknya produk atau perusahaan Israel ke Indonesia. (by)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS