PKS: Antara Wahabi dan Salafi

3
1,626 views

Anis Mata melakukan tour Jawa Timur untuk mencari dukungan, simpati, sekaligus tebar pesona untuk memenangkan tahun 2014. Pencitraan yang dilakukan oleh Anis Mata sangat menarik, yaitu dengan merencanakan menonton film Sang Kyai yang mengupas tentang KH Hasyim Asaary. Juga, akan mengunjungi PWNU yang baru saja melaksanakan pemilihan ketua NU Jatim. Silaturahmi, adalah alasan yang tepat.

Ketika mengunjungi Madura, Anis Mata mendapatkan protes, kecaman, dan demo. Bahkan, ada sepanduk yang terang-terangan menolak kehadiran Anis Mata. Dengan alasan partai ini menebarkan faham Wahabi. Wahabi merupakan sebuah aliran keras yang sangat membahayakan.

Salah satu contoh, PKSme yang selama ini bersinggungan dengan NU, ternyata masih banyak yang mengatakan bahwa perjuangan wali songgo itu tidak berhasil. Terbukti, masih banyak tata cara ibadah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sebut saja, ziarah wali songo, mauled Nabi Muhammad, Peringatan Isra’ Mi’raj.

Istighosahan, dan Tahlilan yang menjadi tradisi warga NU dianggab tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Sebagai gantinya, PKS mengantikan dengan Ma’surat yang bersumber dari Hasan Al-Bana. Perkumpulannya disebut dengan ‘’Liko’’. Ma’tsurat  dan Likp’ di anggab lebih pas, dan sesuai dengan ajaran Rosulullah SAW. Tahlil dan Istihosah dalah produk baru (bidah).

Mengobati orang sakit dengan cara nyuwuk (membacakan surat al-fatihah atau ayat-ayat suci Al-Quran) yang dilakukan oleh warg Nahdiyin juga di anggab kuno, tidak ada ajaran dari Rosulullah SAW. Mereka mengantinya dengan ‘’Ru’yah’’, karena sudah sesuai dengan Rosulullah SAW.

PKS memiliki kemiripan dengan wahabi. Yang paling mencengankan, ketika mereka berkumpul sesame PKS, seringkali mereka sinis terhadap warga NU. Begitulah yang penulis rasakan ketika sedang bergumul dengan PKSme. Tetapi, ketika di lapangan, mereka mengatakan bahwa partainya tidak anti Tahlil, Maulud Nabi, juga tidak anti ziarah kubur. Tetapi, jarang bahkan tidak ditemukan PKS melakukan ziarah wali songo.

Anis Mata membantah dengan mengatakan:’’PKS bukan Wahabi. PKS adalah partai dakwah yang terdiri dari berbagai elemen organisasi masyarakat Islam, seperti; NU, Muhamamdiyah, Persis’’. Memang benar, banyak warga NU, Muhammadiyah, Persis. Tetapi, ketika sudah masuk PKS, mereka harus merubah cara fikir, ibadah, bahkan loyalitasnya harus totol untuk Partai Keadilan Sejahtera.

Apapun alasan yang dikemukan oleh petinggi-petinggi PKS, tidak akan merubah cara pandang warga NU. Selama masih dalam dunia politik dan setia dengan partainya, maka dakwah mereka akan selalu untuk kepentingan politik mereka. Tahlil, Istighosah, Maulidan, Ziarah Wali Songo, tidak bisa dirubah dengan Liko’ dan Halakoh juga tidak bisa berubah menjadi Ma’surat Ala Syekh Al-Bana.

sumber : http://politik.kompasiana.com/

3 COMMENTS

  1. jangan lupa bro siapa yang ikut menjaga gereja ketika malam natal tiba,siapa yang pernah ceramah digereja ketika natal datang…………masak gini agamanya orang wali 9…………apa mereka ngajari demikian……..akidah ditukar dengan dunia yang mudah hilang

  2. memang benar yang anda katakan, sepertinya sampean sudah sangat tahu tentang partai ini. namun, untuk menggolongkan PKS termasuk kelompok yang mana itu sulit. disebabkan:
    1. PKS tidak dakwah oriented.
    2. PKS memiliki misi jauh ke depan bagi Bangsa Indonesia, bahkan dunia, sehingga PKS tidak begitu mempersoalkan masalah maulidan, ziarah kubur dsb, karena hujjah2nya jelas dan ulama2 besar jaman dahulu tidak menganggap pelakunya dengan kafir. bahkan saya dapati dari Buya Yahya bahwa bersyukur atas kelahiran Rasulullah itu wajib hukumnya. kalau pun tidak seperti itu perayaan semacam itu bisa dimaknai luas, barang kali sebagai sarana dakwah dll. “Lil wasail hukmul maqosid”
    3. Memang benar PKS mempunyai tradisi “sendiri” yang berbeda dengan temen2 Nahdiyin seperti (liqo, rukyah) akan tetapi ini adalah apa yang kita dapati dari tradisi bangsa lain yang baru bersinggungan dengan suatu bangsa. namun lama-kelamaan jika dari kedua bangsa tadi yang masing2 mempunyai tradisi sendiri2 itu saling membuka diri, maka peleburan kebudayaan itu niscaya tetap akan terjadi. dan ini no problem. toh, PKS tidak mungkin menyerang paham lama2 yang hujjah2nya jelas, dengan ulama yang telah dikenal.
    Mungkin itu sedikit yang saya tahu tentang PKS, saya masih belajar, dan kita semua kudu terus belajar.

  3. Mas sebetulnya amalan PKS al ma’surot adalah wird dari thariqah syadziliyyah husofiyah, nama asli wiridny adalah wird zarruqiyah, karena yang nyusun adalah Syaikh Zarruq, itu lho pensyarah hikam Athaillah. Hasan Al Banna adalah khalifah Thariqat…tapi untuk berjuang melawan rezim Gamal Nasser istilah thariqah nya tidak ditonjolkan, karena biar bisa menggandeng elemen islam yang lain di mesir agar bisa melawan rezim mesir saat itu, terbentuklah organisasi IM. tapi wiridnya tetep di baca pagi dan petang sebagaimana amaliyah Thariqah Syadziliyyah. Thariqah Syadziliyyah sendiri merupakan Thariqah yang besar di kalangan NU. Seharusnya bisa mencari akar persamaan…

Comments are closed.