Persatuan Ulama Muslim Sedunia Nyatakan ISIS Batil dan Berbahaya

0
509 views

Qaradawi pozvao sudansku vlast da ne ponovi greške Sirije i EgiDubai, LiputanIslam.com – Persatuan Ulama MuslimSedunia (IUMS) menyatakan bahwa deklarasi “Khilafah Islamiyyah” yang dikumandangkan kelompok militan Daulat Islam Irak dan Suriah beberapa hari lalu adalah “deklarasi yang batil dari segi syariat”.

Sebagaimana dilaporkan Rai al-Youm, dalam pressrilisnya yang ditanda tangani oleh Ketua IUMS Syekh Yusuf Qaradawi dan Sekjen IUMS Syekh Ali Qaradaghi Sabtu (5/7/2014) lembaga ini menegaskan bahwa alih-alih memiliki pengaruh dari segi syariat, deklarasi kekhalifahan itu justru berbahaya bagi Ahlussunnah di Irak dan “revolusi di Suriah”.

IUMS meminta kepada segenap kelompok Islam di dunia supaya menghormati pemahaman-pemahaman keislaman yang diagungkan di tengah masyarakat serta menghindari tindakan yang dapat mengacaukan dunia ijtihad, yakni tindakan mengambil keputusan tanpa melibatkan ahlul halli wal aqdi yang terdiri atas para ulama, ahli fikih dan pakar keislaman.

IUMS mengingatkan supaya makna kekhalifahan Islam tidak dikaitkan dengan “sebuah organisasi yang dikenal ekstrim dan sama sekali tidak membantu hal-hal yang sah dalam Islam”.

Seperti diketahui, Juru Bicara ISIS Mohammad al-Adnani Ahad (29/6/2014) telah mendeklarasikan berdirinya “Khilafah Islam” serta penobatan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, sebagai “khalifah umat Islam”. Dalam deklarasi itu dia juga menyerukan pembangkangan terhadap demokrasi, nasionalisme, dan sekularisme.

IUMS menegaskan bahwa apa yang dilakukan ISIS itu tidak sah. “Semua itu dalam pandangan IUSM sama sekali tidak memenuhi kriteria syariat dan realitas, dan bahayanya lebih besar daripada manfaatnya,” tegas IUMS.

Lembaga ini menjelaskan, “Khilafah dalam perspektif syariat dan fikih berarti inabah(perwakilan/representasi). Jadi, khalifah secara bahasa dan syariat berarti wakil umat Islam. Wakil dinobatkan melalui baiat yang diberikan umat kepada khalifah. Perwakilan ini tidak akan sah secara syariat maupun rasional (aqlan) dan konvensional (urfan) kecuali umat secara keseluruhan menyatakan baiat kepada khalifah, atau melalui para wakil mereka yang di masa lalu disebut sebagai alhlul halli wal aqdi dan ulil amri yang terdiri atas ulama, orang-orang yang berkompeten, para pemimpin, para pengambil keputusan, dan komunitas-komunitas Islam.”

IUMS menambahkan, “Sekedar deklarasi yang dilakukan oleh suatu kelompok untuk kekhalifahan tidaklah cukup untuk menegakkan khalifah. Hal ini bertentangan dengan hakikat syar’iyyah.” (mm)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS