Penyebaran Salafi Jihadi di Indonesia (Salafi Haroki hingga Ikhwan Quthbiyah)

0
1,310 views
Salafi Jihadi di IndonesiaMuslimedianews.com ~ Sebentar lagi kultwit kelompok Jihadi. Adakah Hubungannya kelompok ini dengan dengan Gerakan Salafi dan Ikhwan?. *OTW*Mewabahnya gerakan Jihadi di picu perang Afganistan. Perang ini telah mengundang solidaritas kaum muslim dari berbagai negara Islam. Para mujahid itu kemudian mengembangkan suatu strategi dan metode perjuangan tersendiri.

Perjuangan yang berbeda dengan gerakan Islam di negara asalnya. Meskipun demikian bahan baku utama gerakan ini terutama berasal dari gerakan Salafi Haroki dan Ikhwan Quthbiyah.

APA ITU SALAFY HAROKI ? Silahkan baca terlebih dahulu berikut ini : (12/1/2014)

“Sebetulnya, terbunuhnya Osama tak berarti matinya ideologi radikalisme/terorisme berdasar Islam. Osama bkn pencipta ideologi radikalisme/terorisme. Sbb ini ideologi yg diciptakan rame2 oleh banyak org dlm rentang waktu yg panjang. Setelah Osama Bin Laden terbunuh, radikalisme/terorisme tidak mati, meskipun memang mengalami penurunan sedikit. Sekarang ini, kemungkinan pengikut2 Osama mendapat momentum baru setelah kisruh di dunia Arab pasca “Arab Spring”. Jaringan Al-Qaidah mendapat momentum baru (via Jabhat al-Nusrah) di Syria, misalnya. Tergulingnya Pres Morsi di Mesir mungkin saja memantik elemen2 radikal dlm Ikhwan u/ menempuh opsi kekerasan di sana. Taliban sekarang bangkit lagi dan mendeklarasikan perang terhadap pemerintah Pakistan. Kelompok2 radikal simpatisan al-Qaidah memang selalu diuntungkan jika terjadi kekacauan politik di sebuah negeri Muslim. Konsolidasi demokrasi dan pertumbuhan ekonomi yg tinggi adalah kunci negeri2 Muslim bisa menangkal radikalisme ala al-Qaidah. Di Indonesia, “radikalisme Islam” yg menempuh jalur kekerasan, belum mati. Sampai skg masih menjadi masalah keamanan yg tak main2″. (@ulil, Pengantar)

Mengutip kata2 #Gusdur. “Islam itu seperti hutan, nampak dari kejauhan sama hijau, tapi bila kita memasukinya ada beragam jenis pepohonan”

Di Indonesia, Makin beragam model gerakan Islam yang masuk. Mereka sendiri terpecah-pecah, lalu memunculkan jenis-jenis aliran baru. Sasaran utama tentu kelompok terbesar, seperti #NahdlatulUlama (NU). Maka di butuhkan sikap lapang dada, namun tetap tidak boleh lengah.

Kelompok yang masuk dalam kategori Islam mainstream di Indonesia adalah Islam moderat, antara lain: #NahdlatulUlama, @muhammadiyah dlsb.

Sedangkan Gerakan Islam Garis keras terdapat berbagai varian. Ada yang menggunakan jalur parlementer dengan mendirikan partai politik, jalur aksi sosial dan pendidikan, dan aksi kekerasan.

Bahkan saat ini gerakan ini, mengembangkan jaringannya menciptakan sejumlah titik di berbagai negara. Termasuk di negara2 sekuler dan maju.

Ideologi gerakan tidak lagi bertumpu pada konsep demokrasi, melainkan konsep umat. Dalam kerangka ini, wajah ideologi mereka tampak lebih radikal, terutama dalam menghadapi fenomena kapitalisme global.

Gerakannya di dominasi oleh corak pemikiran skripturalis, fundamentalisme atau radikal. Selain itu, secara parsial mengadaptasi gagasan dan instrumen modern seperti metode perjuangan, partai, IT, serta persenjataan modern.

Warga #NahdlatulUlama perlu mengenali gerakan-gerakan sesama umat Islam yang berbeda dengannya. Bukan karena bermusuhan dengan mereka, namun agar bisa lebih arif dalam menempatkan diri dan menyikapinya.

Saat ini banyak jamaah2 islam bermunculan di indonesia, namun secara makro ada beberapa yang perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Yaitu Salafi (dengan variannya), Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Syi’ah dan kelompok Jihadi.

Akan aku bahas satu-satu secara bertahap, karena banyak pembahasannya, jadi kubagi dalam berbagai ‘episode’.

Aku mulai dari Salafi dulu tweeps.

Salafi adalah seseorang yang mengikuti manhaj salaf, manhaj salaf adalah istilah untuk sebuah jalan yang terang dan mudah. Jalan yang di tempuh oleh para generasi Sahabat Rasulullah SAW, Tabi’in dan Tabiut tabi’in dalam memahami ajaran islam.

Orang-orang ini yang mengikuti manhaj salaf (Salafiun) biasa di sebut dengan Ahlussunnah Wal Jamaah, di singkat ASWAJA. di karenakan berpegang teguh kepada Al Qur’an dan as-Sunnah. Selain itu di sebut juga ahlul hadits wal atsar dan a-Firqatun najiyah.

Di Indonesia Salafi dan Salafiyah memiliki DUA PENGERTIAN yang berbeda. Perlu dicatat dan digaris bawahi.

Salafiyah yaitu kelompok, pesantren atau ormas Islam yang kental dengan nilai-nilai tradisional lokal dan klasik. Berpegang pada al-Qur’an dan as-Sunnah serta bermanhaj Ahlussunnah Wal Jamaah. dalam kelompok inilah selama ini pesantren2 #NahdlatulUlama dikenal, yang berarti klasik secara manhaji dan metode pengajarannya.

Sedangkan Salafi adalah kelompok, pesantren atau ormas islam yang berpaham Salafi (Wahabi) yang juga berpegang pada al Qur’an dan as-sunnah. Salafi di Indonesia terdiri dari tiga kelompok. Yaitu Salafi Wahabi Yamani, Salafi Haroki (sururi) dan Salafi Jihadi.

Salafi Wahabi merupakan gerakan pemurnian ajaran Islam kembali kepada Al Qur’an dan Hadits. Yang di prakarsai oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab (1744 M).

Gerakan Wahabi ini berkembang secara internasional melalui jaringan ulama-ulama wahabi dan dukungan dana dari kerajaan Saudi Arabia. Pendekatannya tekstual, literal, skripturalis, non politik, anti bid’ah dan khurafat.

Kelompok ini dapat dikenali dalam gerakannya yang hanya untuk kepentingan ukhuwah islamiyah dan bukan kepentingan politik.

Persebaran gerakan Salafi Wahabi di indonesia dimulai pada awal dekade 1980-an. Dorongan utamanya adalah berdirinya LIPIA (lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab). di Jakarta Selatan didirikan pada tahun 1400 H/ 1980 M.

LIPIA merupakan cabang dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh di Indonesia. LIPIA pertama kali dipimpin oleh Syeikh Abdul Aziz Abdullah al Ammar, murid tokoh ulama Wahabi Syeikh Abdullah bin baz.

‘Beruntung’ aku punya kakak yang pernah mengenyam di LIPIA, dia sering bercerita pengalamannya ‘nyantri’ di LIPIA. Intinya di LIPIA pelajar di cetak menjadi Salafi Wahabi. Kata-kata semacam ‘Thagut’ menjadi santapan setiap hari bagi pelajar di LIPIA.

Alumni LIPIA angkatan pertama, kini menjadi tokoh terkemukan dikalangan Salafi. Diantaranya adalah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pesantren Minhajus sunnah, Bogor).

Yazid Jawas

Alumni Generasi pertama LIPIA: Farid Okbah (direktur al irsyad)

Farid Okbah
Ainul Harist (Nida’ul Islam, Surabaya), Abubakar M Altawy (al-Sofwa, Jakarta), Ust. Ja’far Umar thalib (mantan komandan Laskar Jihad)Adapun nama ketua FPI, Habib Rizieq Shihab, tercatat juga alumni LIPIA. Walaupun tidak menjadi Wahabi. Namun nampaknya Habib Rizieq tampaknya telah mengadopsi mentalitas Wahabisme.

Habib Rizieq menampilkan model Islam konfrontatif terhadap apa yang ia pandang maksiat atau kesesatan. Amar makruf nahi munkar. Sebagaimana ciri umum Salafi, generasi pertama LIPIA tersebut sangat anti kepada kelompok gerakan Islam yg lain seperti HT, IM dll.

Sedangkan Salafi Haroki adalah varian dari Salafi yg terpengaruh paham Ikhwanul Muslimin. yang menerapkan sistem harakah (pergerakan) atau tandzim (sistem organisasi). Seperti al-Muntada al-Islamy, Ihyaut Turast al-Islamy, Al-Wahda, Darul Birr, Harakah Sunniyah Islamiyah, dan lain sebagainya.

Gerakan Salafi Haroki juga di sebut Salafi Sururi karena tokoh kelompok ini bernama Muhammad Surur bn Nayef (mantan tokoh Ikhwanul Muslimin). Muhammad Surur bin Nayef Zaenal Abidin berasal dari Syria memimpin sebuah Yayasan Al Muntada Islamiyah di London.

Salafi Haroki/Sururi tetap berpegang pada doktrin-doktrin dasar Salafi, namun tidak mengharamkan politik. Tokoh utama gerakan ini sebagian besar adalah oposisi pemerintah kerajaan Saudi Arabia, seperti Muhammad Surur bin Nayef bin Zainal Abidin.

Gerakan ini sekarang bermarkas di Inggris dan Kuwait.

Salafi Haroki secara tegas menolak dan menentang modernisasi yang dianggap gagal dalam memperbaiki kehidupan sosial, ekonomi & politik. Khususnya yang terjadi di negara-negara muslim, bahkan sistem tsb di pandang menjadi sumber kerusakan moral.

Kelompok Salafi sebenarnya dalam perkembangannya terpecah ke dalam beberapa varian. Sehingga sulit menempatkan satu kelompok menganut satu aliran sepenuhnya.

Di Indonesia banyak sekali kalangan Salafi yang mendapat gelar Sururiyah atau yang mempunyai pandangan berbeda dengan Salafi Wahabi.  Jadi tidak usah heran kalau kelompok Salafi ini gemar Takfir, karena di kalangan mereka sendiri mereka rentan bersebrangan dan berlawanan.

Masih ingat bagaimana konflik Ustadz Jafar Umar Thalib versus Abubakar Ba’asyir. Parah sekali. Belum antar tokoh Salafi yang lainnya..

Oleh karena modus pengembangan salafi berbasis pesantren, maka gerakan salafi di Indonesia umumnya bertabrakan langsung dengan warga NU. Hal ini seperti yang pernah terjadi di daerahku di Jember beberapa tahun silam.

Bagian Salafi cukup sampai sini, besok giliran Ikhwanul Muslimun atau IM (akrab terdengar Ikhwanul Muslimin).

APA ITU IKHWAN QUTHBIYAH? Silahkan baca terlebih dahulu berikut ini : (13/1/2014)

 Kemarin ketika membahas Salafi, aku membagi Salafi yang masuk di Indonesia menjadi 3; Salafi Wahabi, Salafi Haroki/Sururi & Salafi Jihadi.

Salafi Wahabi dan Salafi Haroki/Sururi sudah aku bahas, tinggal Salafi Jihadi.

Pembahasan Salafi Jihadi, akan aku bahas setelah bagian Ikhwanul Muslimin yang akan aku bincangkan sebentar lagi.

Bahasan soal kelompok Salafi Jihadi akan masuk dalam bagian Kultwit Kelompok JIHADI (Salafi Jihadi & Ikhwan Quthbiyah). Nanti setelah IM.

Pada awal tahun 1962, paman #Gusdur dari garis Ibunya, Aziz Bisri sempat mendorong #Gusdur untuk mendirikan Cabang Ikhwanul Muslimin. Azis Bisri adalah adik laki-laki Solichah, Ibu #Gusdur. Ia salah seorang pengagum Ikhwanul Muslimin kala itu.

#Gusdur sempat mempertimbangkan usulan itu, namun usaha itu segera terputus, karena ke Kairo untuk melanjutkan Study pd bulan November 1963. Dan di Kairo #Gusdur pada akhirnya menentukan posisinya terhadap ide-idenya.

Ikhwanul Muslimin, di dirikan oleh Hasan Al Banna.

Ikhwanul Muslimin berdiri pada tahun 1928, dua tahun setelah Nahdlatul Ulama, NU berdiri pada tahun 1926.

Berbeda dengan Salafi/Wahabi yang non politik, Ikhwanul Muslimin sangat kental dengan perjuangan politik.

Dalam hal amaliah dan teologinya Salafi dan Ikhwanul Muslimin cukup berbeda. Salafi tidak mengenal Dzikiran, maulid nabi atau tawasul dsj. Dalam Ikhwanul Muslimin masih ada dzikir, Maulid Nabi & amalan2 seperti halnya NU. Paling tidak, Ikhwanul Muslimin tidak mengharamkannya.

Dalam perjuangan politiknya, Ikhwanul Muslimin menerima sistem demokrasi dan nasionalisme yang penting kehidupan syariat Islam berjalan dalam suatu negara, dan berusaha menegakkannya dalam suatu negara.

Oleh karena itu, perlu melakukan jalur politik kekuasaan dengan membentuk partai politik dan ormas.

Kekuatan utama gerakan ini adalah pembentukan kelompok pengajian2 (halaqah) kecil yang mengimplementasikan ajaran “Islam Kafah”.

Gerakan Ikhwanul Muslimin dalam perkembangannya terbelah dalam 2 Arus besar. Pertama, Madrasah Hudaybiyah. IM Madrasah Hudaybiyah (Tarbiyah/Formal) merupakan resmi gerakan IM yang komando gerakannya berada di tangan Mursyid Am di Mesir.

Kedua, Madrasah Quthbiyah (Radikal, tidak akomodatif). Gerakan ini mengembangkan jaringan jihad global.

Perpecahan ini sudah dimulai sejak meninggalnya Hasan Al Banna. Pada 1949 Hasan Al-Banna meninggal karena ditembak agen pemerintah.

Ikhwan Hudaybiyah merupakan Ikhwan versi resmi. Secara internasional dikendalikan oleh Mursyid Am. Ikhwan Hudaybiyah tidak terlalu radikal.

Ikhwan Hudaybiyah tetap mau menerima sebagian sistem modern, seperti partai politik, organisasi dsb. Namun dalam hal cita-cita politik Islam, mereka tidak pernah kompromi. Seperti halnya saat ini yang terjadi pergolakan di Mesir.

Kalau mereka mau menerima sistem sekuler, pada dasarnya hanyalah bersifat temporal. Tujuannya utamanya tetap, yaitu Daulah Islamiyah.

Namun cara yang di tempuh bersifat non kekerasan. Mereka memanfaatkan instrumen demokrasi untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Pada mulanya, gerakan Ikhwan Hudaybiyah kurang mendapat sambutan. Namun kemenangan partai ikhwan di Aljazair, FIS, mjdi momentum penting jalur tarbiyah, moderat & parlementarian dpt menemukan efektifitasnya.

Model ini kemudian di terima secara luas di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Model ini menjadi katub penyelamat penting kala Ikhwan Quthbiyah sedang terpukul di beberapa negara.

Nah, bagaimana masuknya Ikhwanul Muslimin di Indonesia?. Bagaimana dengan PKS?.

Di Indonesia, transmisi Ikhwanul Muslimin telah berlangsung pada dekade 1980-an melalui para aktifis Islam yang belajar di timur tengah.

2 Tokoh penting yang mengusung jalur ini, pertama adalah Rahmat Abdullah. Kedua Hilmi Aminuddin, yang sekarang menjabat Ketua Majelis Syuro PKS.

Rahmat Abdullah
Hilmi Aminuddin

Jika Muhammadiyah ada Film “Sang Pencerah”, NU ada Film “Sang Kiai”, PKS filmkan Rahmat Abdullah judul “Sang Murabbi”

Film Sang Murabbi

Himi Aminuddin inilah yang mempertemukan paham Ikhwanul Muslimin kepada aktifis Darul Islam (DI).

Sehingga dalam perkembangannya terdapat tiga jalur penting yang menyebabkan ikhwan hudaybiyah tumbuh pesat di Indonesia. Hingga mampu memprakarsai berdirinya sebuah partai, PKS.

Pertama, kelompok “Usroh” di kampus yang merupakan basis gerakan Hilmi Aminuddin bersama aktifis Darul Islam lainnya.

Kedua, alumni timur tengah, khususnya yang belajar di Mesir dan Arab Saudi penganut gerakan Ikhwan.

Ketiga, alumni LIPIA terutama dekade 1980an tatkala sebagian dosen LIPIA berasal dari Mesir penganut gerakan Ikhwan.

Presiden PKS saat ini @anismatta (Anis Matta) dan Gubernur Jabar yang diusung PKS @aheryawan (Ahmad Heryawan) keduanya juga alumnus dari LIPIA.

Meskipun PKS diprakarsai oleh aktifis Ikwanul Muslimin, namun tidak semua anggota PKS mengikuti Ikhwanul Muslimin. Hanya pada lingkaran inti PKS didominasi oleh para aktifis Ikhwanul Muslimin.

Sedangkan sayap tarbiyah dan hanif-nya terdiri dari beraneka latar belakang. Oleh karena itu, kader PKS dapat berasal dari manapun.

PKS memiliki cita-cita mendirikan negara Islam ketika memimpin negara, karena ini merupakan cita2 akhir Ikhwanul Muslimin di negara lainnya. Karena dalam partainya berusaha merangkul anggota dari latar belakang yang berbeda.

Hasan Al-Banna sendiri dulu berusaha mengakomodasi kelompok salafy, kaum tradisional dan kaum pembaharu yg dipengaruhi oleh Muhammad Abduh.

Dalam pertemuan internasional para anggota parlemen yang berasal dari Ikhwanul Muslimin di Jakarta pada bulan Februari 2007. Telah menetapkan Jakarta sebagai sekretariat gerakan Ikhwanul Muslimin se-dunia.

Hal ini menunjukkan bahwa PKS bagian dari Ikhwanul Muslimin. Tanda telah memiliki jaringan internasional yang memiliki tujuan bersama.

Sekian, sebagai penutup ini FOTO Hasan Al-Banna bersama Raja Saudi; Abdul Aziz, yang sempat menghebohkan dunia.

Mari kita lanjutkan, kembali ke topik bahasan.

Doktrin gerakan Jihadi adalah buah perkawinan antara konsep keislaman Salafi Haroki dan pemahaman keislaman Ikhwan Quthbiyah. Pemikir besarnya adalah 1. Abdullah Azzam.  2. dr. Ayman Al Zawahiri, Dan 3. Abu Muhammad Al Maqdisy.

Syekh Abdullah Azzam
dr. Ayman az-Dzawahiri
Abu Muhammad Al Maqdisi
Dengan terbentuknya doktrin, strategi dan metode perjuangan sendiri, maka gerakan Jihadi pada akhirnya semakin menemukan bentuknya. Yang dapat di bedakan dengan ikhwan atau salafi— 2 gerakan yang menjadi bahan baku utama gerakan ini–. Pertemuan antara pengikut Ikhwan Quthbiyah dan Salafi Haroki inilah yang menjadi tiang utama gerakan Jihadi.Saya istilahkan Gerakan Jihadi ini adalah anak haram dari hasil hubungan gelap antara Islam Salafi dan gerakan Islam Ikhwan.

Pengikut gagasan ini sebagian besar adalah alumni Afghanistan, Moro dan Chechnya. Agenda utamanya Jihad Global. Jika di runut kebelakang munculnya Al Qaeda berawal dari peran Rabihtah Alam Islami (Liga Muslim se-dunia) dan Ikhwanul Muslimin.

Dua organisasi tersebut mendirikan Maktab al Khidmah (kantor pelayanan) bagi para pejuang mujahidin di Afghanistan yang di pimpin abdullah azzam. Maktab al khidmah ini kemudian berkembang menjadi maktab al bayyinat (kantor informasi).

Maktab al bayyinat berfungsi juga menerima bantuan dari para dermawan muslim. Maktab ini memiliki database para pejuang mujahidin di seluruh dunia yang berjuang di afganistan. Maktab ini juga memiliki banyak cabang di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Maktab ini melaksanakan misi pelatihan kemiliteran dan mengatur teknis dan jadwal keberangkatan ke medan pertempuran di Afganistan.

Setelah Abdullah Azzam terbunuh, Osama bin Laden kemudian mengendalikan maktab al bayyinat.

Osama bin Laden
Osama bin Laden kemudian mendesainnya menjadi sebuah pusat data untuk para mujahidin afghanistan. Sehingga di kenal dengan nama Al Qaeda. (Qaidatul Bayanat)Dengan adanya database tersebut, maka Osama bin Laden dapat mengendalikan berbagai kelompok salafi di seluruh dunia.

FYI: Osama bin laden dulu adalah anggota Ikhwanul Muslimin Arab Saudi.

Aiman Az-Zhawahiri menyebutkan, Osama bin Laden keluar dari IM sebelum pergi ke Afghanistan melawan Uni Soviet.

Interaksi kepentingan dan budaya serta ideologi secara internasional di afganistan telah membangun kesamaan semangat, visi, strategi tujuan perjuangan gerakan Jihadi, untuk menegakkan Daulah Islamiyah, Khilafah Islamiyah dan Formalisasi syariat Islam serta bersikap anti barat.

Kelompok Jihadi ini ingin mendirikan negara islam di Afghanistan (Taliban) untuk membangun Khilafah Islamiyah.  Strategi untuk mendirikan negara Islam, pada hakekatnya sejalan dengan cita-cita Salafi Haroki, Ikhwanul Muslimin, dan Hizbut Tahrir.

Bagaimana dengan gerakan jihadi ini di Indonesia?
Bahan baku gerakan Jihadi di Indonesia terutama berasal dari Darul Islam faksi Abdullah Sungkar.

Abdullah Sungkar
Dalam konteks rekruitmen dan pematangan jihad, Abdullah sungkar dan Abu Bakar Baasyir merupakan tokoh kunci.
ABB / Abu Bakar Ba’asyir
Jumlah mereka yang pernah di kirim ke Afgan atau Moro telah mencapai ratusan mujahid. Mereka inilah yang kini mentransmisikan pemikiran-pemikiran Jihadi. Termasuk strategi dan taktik perjuangan di kalangan masy Islam Indonesia.
Basis pendukung gerakan Jihadi umumnya masih didominasi pengikut Darul Islam. Khususnya alumni Afganistan dan Moro. Gerakan Jihadi di Indonesia menamakan diri Jamaah Islamiyah yang merupakan jaringan Salafi Haroki.Abu Bakr Ba’asyir merupakan figur yang berideologi salafi haroki dan memiliki jaringan dengan lembaga2 Salafi, Al haramain dan As Shofwa.

Gerakan Jihadi tentu sangat berbahaya, kejadian penggerebekan teroris Ciputat pada tahun baru 2014 telah membuka rencana teror mereka. Mereka berenca akan meledakkan beberapa kantor kedutaan asing dan beberapa tempat ibadah di Indonesia.

Di timur tengah, seperti di Irak gerakan Jihadi tidak hanya mengancam barat tapi juga sesama kaum muslim yang berbeda aliran. Para peziarah kaum syi’ah sering menjadi sasaran teror bom yang di lakukan oleh gerakan Jihadi.

Saya tidak bisa membayangkan jika benih2 gerakan Jihadi ini tumbuh subur di negeri ini. bisa-bisa suatu saat merayakan Maulid Nabi di Bom!.

Ada kelompok memperingati kematian Ulama seperti Haul di Bom, ada tahlilan di Bom, makam-makam auliya’ di Bom. Naudzubillah.

Indikasi ini sudah ada, seperti beberapa waktu lalu Makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI, dirusak sekelompok orang. Di coreti Syirik.

Bukan tidak mungkin, makam-makam Sunan yang bertebaran di tanah Jawa yang ramai oleh peziarah akan menjadi sasaran berikutnya.

Maka dari itu, kita tidak boleh lengah dengan keberadaan gerakan Jihadi ini. Dengan mengenali ciri-ciri dasar paham keagamaan gerakan ini.

Saya tutup rangkaian twit ini dengan gambar ini :

Kunjungi www.facebook.com/muslimedianews Sumber MMN: http://www.muslimedianews.com/2014/08/penyebaran-salafi-jihadi-di-indonesia.html#ixzz3Teh3ZsjC

No tags for this post.

NO COMMENTS