Penodaan Takbir

0
881 views

nodai takbirBila waktu shalat tiba, terutama di bulan suci Ramadhan masjid dan surau  berlomba mengumandangkannya hingga kadang saking padatnya lalu lintas gelombang yang memuatnya, suaranya tak terdengar karena tabrakan di angkasa.

Zikir yang sangat populer dan sering dimanipulasi adalah kata takbir “Allahu akbar”. Banyak yang mengartikannya dengan “Allah mahabesar”. Padahal “mahabesar”dalam list Asmaul Husna telah diwakili oleh”Alkabir”.

“Akbar” mengikuti format baku gramatika Arab yangbermakna superlatif sehingga bsa diterjemahkan”paling besar” dan “lebihbesar”. Allahu akbar menjadi password untuk memasuki ruang kedap dosa dansteril dari semua hal yang duniawi. Ia juga menjadi kata yang menegaskankekerdilan makhluk2 semi ada supaya tidak lupa diri dan menganggap dirinya besar.

Takbir seperti zikir lainnya telah menjadi korban manipulasi, interpolasi, seremisasi dan dangdutisisasi. Takbir bisa terdengar bukan saat kegembiraan silaturahmi tapi ia bisa menjadi kata pembuka mutilasi, penggorokan, pemancungan, pembunuhan, penyeretan dan segala aksi kesadisan yang dilakukan oleh orang-orang yang menganggapnya sebagai ibadah dan amar makruf, nahi munkar serta jihad.

Takbir dulu biasanya dikumandangkan dari masjid. Kini justru sangat mungkin diteriakkan sambil membakar masjid kelompok yang  disesatkan dan dikafirkan. Takbir juga sering terdengar di ruang sidang pengadilan saat orang yang nyata-nyata melakukan korupsi divonis bebas atau saat orang yang tidak terbukti melakukan tindakan kriminal divonis penjara dengan tuduhan menodai agama.

Inilah verbalisme takbir yang justru mereduksi bahkan menodai makna takbir itu sendiri.

Yandasadra

 

sumber : http://islammoderat.com/

NO COMMENTS