Pengamat: Ladang Minyak, Motif ISIS Merebut Mosul

0
380 views

NO-to-ISIS1Mosul, LiputanIslam.com — Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah mendeklarasikan “Khilafah Islam” sejak awal Ramadhan lalu, diduga sengaja menaklukkan daerah-daerah yang kaya minyak di kawasan kaya minyak di Suriah dan Irak. Untuk apa?

Matar Matar, seorang pengamat politik dalam wawancaranya dengan Press TV, mengungkapkan bahwa motif teroris Takfiri menyerang berbagai kota di Suriah dan Irak, demi ladang minyak di kawasan itu, sehingga mereka bisa menimbun pundi-pundidollar. Dengan dana yang mereka dapatkan, maka operasi mereka di kedua negara Arab itu otomatis akan terjamin.

Matar menyoroti kawanan teroris Takfiri ISIS, yang rela bertikai dengan kelompok teroris lainnya di kawasan Deir Ezzor, Suriah, tempat kilang minyak dan gas berada. Padahal jika niat mereka murni untuk menggulingkan Bashar al-Assad dan mendirikan “Khilafah Islam”, seharusnya pertikaian antara sesama “pejuang Khilafah” sangat dihindari.

“Ladang minyak ini menjadi salah satu sumber pendanaan untuk memuluskan misi mereka,” ujar Matar, 17 Juli 2014 seperti dilansir Press TV.

Matar juga merujuk pada penaklukan kota Mosul, Irak, oleh ISIS bulan lalu yang telah menewaskan ribuan tentara dan rakyat sipil Irak. Menurutnya, ISIS mengambil-alih Mosul guna mengontrol jalur pipa minyak Kirkuk- Ceyhan dan Baiji, yang merupakan ladang minyak terbesar di negara Irak.

Lalu, ISIS menjual minyak mentah dengan harga murah kepada Turki, karena bagaimanapun – mereka membutuhkan dana dan senjata, diluar pasokan yang diberikan oleh negara-negara pendukungnya. Menurut Perdana Menteri Irak, Nouri Al-Maliki, kelompok ISIS didukung oleh Arab Saudi dan Qatar.

Awal bulan ini, ada laporan yang menyatakan bahwa keberhasilan ISIS menaklukkan beberapa kota di Irak,  diikuti dengan penjualan minyak mentah kepada pengusaha di daerah Kurdistan dengan harga yang sangat murah, 25 USD per barrel.

The British Daily Telegraph juga melaporkan pada tanggal 11 Juli 2014, bahwa teroris ini mendapatkan dana tidak kurang dari 1 juta USD perharinya dari hasil penjualan minyak mentah dari Mosul, yang dijual ke negara-negara tetangga.

Walau demikian, para pendukung ISIS di Indonesia tetap meyakini bahwa Khilafah telah tegak, dan mereka tanpa ragu membaiat   “Sang Khalifah”, Abu Bakar Al-Baghdadi. (ba)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS