Pemerintah Turki Akui ISIS Lakukan Perekrutan

0
428 views

ISIL takes Turkey govt. hostage: Terrorists raises flag at Turkish borderAnkara, LiputanIslam.com — Pemerintah Turki mengakui kelompok teroris ISIS telah berhasil merekrut sejumlah warga Turki untuk berperang di Irak dan Suriah dengan imbalan sejumlah uang.

Para pejabat Turki, sebagaimana dikutip situselectronic resistance.net, Kamis (7/8), mengatakan di hadapan parlemen Turki bahwa setidaknya 1.000 orang warga Turki telah berbabung dengan ISIS. Mereka umumnya direkrut di masjid-masjid, sekolah dan bahkan melalui jaringan di aparat keamanan.

“ISIS melakukan perekrutan di seluruh wilayah, dan Turki tidak terkecuali,” kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah adanya kritikan para politisi oposisi di parlemen yang menyebutkan bahwa Turki telah digunakan sebagai ladang perekrutan dan pelatihan kelompok ISIS. Oposisi juga menyebutkan keberadaan rekaman video yang menunjukkan sebuah upacara perayaan yang dilakukan kelompok ISIL di luar kota Istanbul akhir Juli lalu.

Turki telah lama dicurigai memberi toleransi kepada ISIS sebagai bagian dari upayanya meneruskan peperangan di Suriah. Kubu oposisi menuduh aparat inteligen pemerintah telah memfasilitasi suplai senjata dan kebutuhan lainnya kepada kelompok ISIL melalui Turki menuju Suriah.

“Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) selalu bungkam saat berhadapan dengan organisasi teroris ISIS, dan masih belum berbicara apapun tentang masalah ini,” kata pemimpin oposisi Faruk Logoglu tanggal 4 Agustus lalu.

Kemunculan ISIS ini juga diiringi dengan meningkatnya aksi-aksi kekerasan sektarian di Turki. Itu termasuk serangan atas sebuah masjid Syiah, serta munculnya laporan-laporan tentang aksi perekrutan oleh ISIS di berbagai wilayah di Turki.

Sejauh ini pemerintah masih bungkam dengan tuntutan oposisi untuk membongkar aktifitas ISIS dan keberadaan mereka di Turki. Sebaliknya Perdana Menteri Erdogan dan sekutu-sekutunya mengeluhkan kurangnya dukungan yang diberikan NATO untuk mengontrol perbatasan Turki dengan Suriah.

“Sebelum terlambat, inteligen dan aparat keamanan harus waspada penuh untuk menghentikan pertumbuhan kelompok-kelompok ekstremis, sementara pemerintah harus mengeluarkan pernyataan keras yang tidak mentolerir keberadaan kelompok ini,” tulis redaksional Hurriyet, 2 Agustus lalu.(ca)


Mari share berita terpercaya, bukan hoax
sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS