PBNU: peringatan Asyura bukan kegiatan sesat

1
888 views

PBNU: peringatan Asyura bukan kegiatan sesat

SUMBER: http://www.antaranews.com/berita/405107/pbnu-peringatan-asyura-bukan-kegiatan-sesat

Tidak ada yang membela Yazid bin Muawiyah, Bapaknya Muawiyahpemimpin kelompok yang disebut dalam hadis Bukhari dll sebagi Penganjur ke Api Neraka dan Bani Umayah kecuali kaum nawashib pembenci keluarga Rasulullah saw, yang sekarang diwakili oleh sekte salafy-wahabi. kecintaan kepada keluarga Nabi saw -yang mana kita ucapkan sholawat kepada mereka sehari 5 kali dalam sholat-sholat kita-, adalah suatu kewajiban agama…, akan tetapi kaum nawashib merasa sesak napas jika ada orang menunjukkan ekspresi kecintaannya kepada mereka, dengan berbagai tuduhan ghulu dsb

Ahlussunnah sejati yang belum terjangkit virus kenashibian (nushb) adalah pembela keluarga Rasulullah saw. Kaum Nawashib merasa sakit hati jika ada orang membela keluarga Nabi saw dari musuh-musuhnya apalagi memperingati tragedi yang menimpa keluarga Rasulullah saw.  Karena peringatan ini akan mengingatkan orang akan kedholiman dan kefasadan idola-idola mereka khususnya Yazid dan bapaknya Muawiyah dalam peristiwa Karbala dan  Hurrah (*1). lalu mereka akan menggertak pecinta keluarga Rasulullah saw ini dengan tuduhan-tuduhan syiah dan rafidhah. seakan-akan pecinta dan pembela keluarga Nabi saw ini hanyalah orang-orang syiah (Abu Salafy telah menulis beberapa tulisan tentang Yazid si terkutuk ini, bisa anda baca DISINI dan DISINI)

Dalam hal ini KH. Said Agil Siroj yang mewakili organisasi Ahlussunnah Waljamaah terbesar di Indonesia (bukan nawashib yang mendompleng nama ahlussunnah waljamaah) bersuara lantang menentang kaum nawashib yang mensesatkan kegiatan Asyura yang mengenang syahidnya Cucu Nabi saw tercinta al Husain bin Ali bin Abi Thalib  penghulu pemuda ahli sorga.

kh-said-aqil-siroj

Tulungagung (ANTARA News) – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan acara peringatan Asyura seperti yang dilakukan kaum Syiah bukanlah kegiatan sesat asalkan melakukannya tidak berlebihan sampai menyakiti diri sendiri.

Said Aqil juga mengajak semua umat Muslim di Indonesia, khususnya kaum Nahdliyin, untuk menghormati kegiatan Asyura yang biasa diperingati kaum Syiah setiap pada 10 Muharam, tapi ia mengecam cara-cara mereka yang menyakiti diri-sendiri.

“Adapun acara Asyura itu adalah acara Islam, hanya cara yang dilakukan Syiah itu kadang berlebihan. Kita yang bukan Syiah pun sebenarnya (juga) harus ikut memperingati 10 Asyura, harus,” tandasnya usai mengisi dakwah keislaman di kantor PCNU Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (14/11) malam.

Pernyataan Said Aqil tersebut secara khusus menyoroti insiden/ketegangan yang mencuat bersamaan dengan kegiatan peringatan Asyura yang diikuti sekitar 7.000 umat Syiah se-Indonesia di Jakarta, Kamis (14/11).

Menurut dia, memperingati Asyura sebagaimana dilakukan kaum Syiah bukanlah kegiatan yang sesat secara ajaran Islam.

Ia justru menyerukan agar peristiwa bersejarah dimana salah satu cucu Nabi Mohammad SAW, Imam Husain yang dibantai dalam sebuah peperangan di Padang Karbala, juga dikenang untuk bahan refleksi bagi seluruh umat Islam di dunia.

“Sebagai ahli sunah, wajib hukumnya memperingati 10 Asyura, 10 Sura (Muharam),” tandasnya.

Said Aqil yang merupakan tokoh kunci ormas Islam terbesar beraliran Sunni di Indonesia ini juga tidak mempersoalkan eksistensi Syiah di tanah air.

Ia hanya mengecam sejumlah ajaran Syiah yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam, seperti menyakiti diri-sendiri hingga mengeluarkan darah yang dilakukan warga Syiah dalam memperingati Asyura.

“Cara-cara yang seperti ini yang kita tentang. Kalau soal (keberadaan) Syiah tidak apa-apa,” tandas Said Aqil sebelum meninggalkan kantor PCNU Tulungagung.

Sebelumnya, sejumlah kelompok Islam yang mengatasnamakan perwakilan Aliansi Sunnah untuk Kehormatan Keluarga dan Sahabat Nabi berunjuk rasa mendesak pemerintah mengeluarkan larangan peringatan Asyura oleh kaum Syiah Indonesia di Balai Samudera, Jakarta.

Ribuan jemaah Syiah hadir dari berbagai penjuru Indonesia. Di saat yang sama, gabungan ormas Islam yang kontra terhadapa Syiah melakukan aksi pembubaran. Ratusan orang hadir dan sempat terjadi ketegangan saat massa ingin membubarkan Asyura.

Peringatan Asyura sendiri akhirnya diselesaikan lebih cepat dari jadwal. Acara seharusnya selesai pukul 17.00 WIB namun sudah selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Hal ini diambil sebagai langkah pengamanan dari kepolisian.

____________________________

(*1) Peristiwa Hurrah, adalah tragedi terkenal yang banyak di tulis oleh para sejarawan saya singgung sedikit disini, Yazid mengirim Muslim bin Uqbah (baca Mujrim bin Uqbah) dengan pasukannya ke Madinah (sesuai pesan dan wasiat ayahnya Muawiyah)  untuk memaksa bai’at penduduk Madinah. Dalam peristiwa ini Pasukan Yazid diberi kebebasan untuk berbuat sesukanya dalam tiga hari, dan terjadilah pembantaian penduduk Madinah dan perkosaan besar-besaran terhadap para gadis dari keluarga Muhajirin dan Anshar. As Suyuthi mengukuhkan dalam bukunya, Tarikh Al Khulafa, bahwa tak kurang seribu gadis direnggut keperawanannya oleh perbuatan tentara biadab tersebut. Sampai-sampai setelah peristiwa itu apabila seorang ayah hendak mengawinkan anak gadisnya ia tidak mau menjamin keperawanannya, dan diberitakan sejarawan banyak wanita hamil karena perbuatan biadab pasukan Yazid tersebut. Sementara yang terbunuh dikalangan Muhajirin dan Anshar serta putra-putra mereka  berjumlah 10.780 orang, sejak itu tidak seorangpun pahlawan Badar yang masih hidup. Silahkan Baca buku-buku sejarah yang membahas peristiwa Hurrah ini seperti buku Al Imam Ibnu Jarir At Thabari dalam “Tarikh”nya yang menyebutkan peristiwa th 63H. Juga Al-Iqd Al Farid, Karya Ibn Abdi Rabbih Al Maliki. Ibn Khallikan dalam bukunya “Wafayat Al A’yan”. Ibn Qutaibah dalam “Al Imamah Wa As-Siyasah”. Ibn Ath-Thaqthaqy dalam bukunya “Al Fakhri “dll.

Mereka sama sekali tidak menghiraukan kutukan Nabi saw yang dalam hadisnya bersabda “Barangsiapa menggetarkan penduduk kota Madinah, niscaya Allah SWT akan menggetarkan dirinya, laknat Allah, para malaikat dan segenap Umat manusia atasnya, dan tidak diterima darinya tebusan apapun, pada hari kiamat” Demikian yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari hadis Saib bin Khallad melalui dua saluran. Ibnu Katsir yang dibanggakan oleh pengikut sekte salafy-wahabi ketika menerangkan hadis yang mengatakan barang siapa membuat takut penduduk kota suci Madinah secara zalim, maka Allah akan membuatnya takut dan Allah akan melaknatnya, Ibnu Katsir mengatakan:

“Dan berdasarkan hadis ini dan yang semisalnya telah berdalil ulama yang membolehkan melaknat Yazid bin Mu’awiyah. Ini adalah pendapat Ahmad yang diriwayatkan darinya dalam satu riwayat dan dipilih oleh al Khallâl, Abu Bakar Abdul Aziz, Qadhi Abu Ya’la dan putranya; Qadhi Abul Husain. Dan Abul Fajar membela pendapat ini dalam sebuah kitab karya khususnya dan ia membolehkan melaknat Yazid.” (Tarikh Ibnu Katsir,8/223.)

.

Perbuatan kebiadaban mereka itu ternyata di praktekkan ulang oleh para ghulat salafy-wahabi pemuja Yazid, Muawiyah dan Bani Umayah Di Suriah yang diimpor dari berbagai dunia untuk menjatuhkan rezim Asad dengan bantuan Zionis, Amerika dan negara-negara Barat, disamping rezim Arab Antek zionis dan Amerika seperti Qatar dan Saudi Arabia,  Mereka melakukan tindakan kekejian diluar batas kemanusiaan dan melanggar hukum perang internasional apalagi Islam, terhadap semua yang tidak mendukungnya baik itu suni, syiah, alawi dll (salah satu korban mereka adalah ulama suni terkenal Syaikh Al Bouthy) mereka lakukan kebiadaban dengan menggorok, melempar musuhnya dari atap bangunan, membakar, memakan jantung mayat musuhnya dan dari konyol dan kejamnya mereka sampai-sampaiteman sendiri dipenggal kepalanya karena dituduh syiah. tidak sampai disitu mereka dengan bangga menyebarkan semua gambar dan video kejahatannya di youtube dan internet. Bandingkan kejahatan mereka tersebut dengan kejahatan Yazid, Muawiyah dan Bani Umayah yang ditulis para sejarawan Islam.

Perbuatan mereka benar-benar mencoreng nama Islam yang rahmatan lil-alamin, apakah perbuatan mereka mewakili ajaran islam yang rahmatan lil-alamin? hanya orang yang tidak waraslah yang menganggapnya begitu!

Mengapa mereka ngotot melarang dan mensesatkan orang memperingati syahidnya cucu Rasulullah saw Al Husain bahkan dengan kekerasan? tidak lain tidak bukan mereka takut sejarah tokoh-tokoh bengis idola mereka yang di cap oleh Rasul saw sebagai “duattunnaar”/para penganjur ke dalam api neraka terbongkar kembali.. yang sengaja oleh mereka mau ditutupi dan dikubur dengan segala macam cara.

sumber : http://abusalafy.wordpress.com/

1 COMMENT

  1. Dalam beragama cukup dengan apa yg datang dari rosululloh saja jangan bikin repot pak kyai !!! Jika asas ini dipakai pasti tidak akan cekcok, jadi yg bikin cekcok itu yang menambahi (berbuat bid’ah) bukan yang menentang bid’ah, para sahabat tidak cekcok karena tidak berbuat bid’ah setelah banyak para pembuat bid’ah kemudian umat ini cekcok. Jadi jangan dibalik ! Jangan dianggap yg melarang bid’ah dianggap tukang recok karena itu nahyil munkar !!! Syi’ah jelas dari dulu tukang merecokin ummat islam dengan kesesatan dan kekejiannya, hari asysyuro sudah jelas datangnya dari syi’ah jangan ikuti mereka…

Comments are closed.