PBB kutuk serangan kelompok militan di Irak

0
1,060 views

140611210939_sp_convoy_militantes_isis__624x351_ap

Kelompok militan ISIS telah menguasai kota Mosul dan Tikrit, Irak.

 

Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan militer di Irak oleh kelompok militan Islam yang telah menguasai dua kota besar, yaitu Mosul dan Tikrit.

PBB juga memprihatinkan persoalan kemanusiaan di sekitar Mosul, ketika Kliksekitar 500.000 orang telah meninggalkanwilayah itu, sebagai peristiwa “mengerikan dan makin memburuk.”

Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki telah bersumpah untuk melawan Kelompok Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL).

Maliki juga mengatakan, dia akan melakukan tindakan hukum terhadap tentara yang melarikan diri atau yang menolak bertempur terhadap kelompok tersebut.

Kelompok militan itu melakukan konsolidasi kekuatannya di Tikrit, kota asal Saddam Hussein, yang telah mereka kuasai pada Selasa lalu, Kliksehari setelah menguasai Mosul, kota kedua terbesar di Irak.

Sekitar 5.000 orang meninggalkan wilayah yang dikuasai kelompok ISIS.

ISIS, yang juga dikenal sebagai ISIL, merupakan bagian dari kelompok al-Qaeda. Mereka mengontrol sebagian besar wilayah di Suriah timur dan Irak bagian barat dan tengah.

‘Pertempuran setan’

Dalam sebuah pernyataan, Dewan Keamanan PBB mengatakan, mereka “menyesalkan peristiwa yang terjadi baru-baru ini di kota Mosul”.

Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menyerukan “masyarakat internasional untuk bersatu dan mendukung pemerintah Irak untuk menghadapi tantangan keamanan serius”.

PBB mengkhawatirkan kondisi masyarakat sipil setelah kelompok ISI menguasai beberapa wilayah Irak.

Dewan Keamanan juga menyatakan “prihatin terhadap ratusan ribu orang yang meninggalkan rumah mereka”.

Sebelumnya, perwakilan Unicef di Irak, Marzio Babille, mengatakan situasi di Mosul sebagai “mengkhawatirkan”.

“Situasi sangat mengerikan dan makin memburuk belakangan. Kita harus membantu anak-anak yang kekurangan air bersih, makanan, dan minimnya perlindungan. Mereka tidak bisa menunggu.”

 

sumber : http://www.bbc.co.uk/

NO COMMENTS