Pastur Patriarch Ortodoks: “Umat Kristen Tak akan Tunduk pada Takfiri”

0
788 views
Islam Times- Elemen-elemen Takfiri di berbagai negara adalah sebuah kelompok bengis anti toleransi dengan ideologi kaku ala Wahabi yang sengaja diternakkan oleh kerajaan Saudi Arabia untuk menebar teror dan horor di kehidupan umat beragama.
Pastur Patriarch Ortodoks Yunani di Suriah, John Yazigi

Pastur Patriarch Ortodoks Yunani di Suriah, John Yazigi

Pastur Patriarch Ortodoks Yunani di Suriah, John Yazigi, dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa umat Kristen Suriah tidak akan pernah tunduk dan dan menyerah ekstremis dukungan asing yang menyerang dan tempat-tempat suci mereka.

Pernyataan itu diutarakan John Yazigi pada Sabtu (19/04/14), saat memperingati hari Paskah dan meminta setiap orang membantu mengakhiri segala bentuk intimidasi, pemaksaan, ekstremisme dan mentalitas takfiri.

Elemen-elemen Takfiri di berbagai negara adalah sebuah kelompok bengis anti toleransi dengan ideologi kaku ala Wahabi  yang sengaja diternakkan oleh kerajaan Saudi Arabia untuk menebar teror dan horor di kehidupan umat beragama.

Kelompok radikal bengis berideologi Wahabi ini menyerang semua penganut agama termasuk Kristen Suriah, terutama di kota-kota kecil dan desa-desa sebagai hukuman atas apa yang mereka anggap sebagai dukungan umat Kristen kepada Presiden Bashar Assad.

Ratusan kelompok bengis ini menyebar di berbagai wilayah Suriah dan sebagian menjalin jaringan dengan Takfiri al-Qaeda, yang membunuh rakyat dan tentera Suriah. Mereka juga membunuh rival satu ideologi Takfiri.

Mereka saling cengkeram dan saling penggal kepala atas rival satu ideologi.

Pesaing utama kelompok Takfiri di Suriah dari jaringan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), pada November 2013, dibubarkan oleh tokoh sentral gerakan teroris global, Ayman al-Zawahri dan menyatakan bahwa ISIS adalah saingan utama Front al-Nusra dan membaptis Front al-Nusra sebagai cabang resmi al-Qaeda di Suriah.

Pembubaran ISIS oleh emir al-Qaeda itu membuat Abu Bakr al-Baghdadi murka dan menyebut, al-Zawahri telah menyimpang dari jalan yang benar dan menghianati cita-cita Osama bin Laden.

“Mereka (al-Zawahri cs, red) memecah belah jajaran mujahidin (Takfiri, red) di setiap tempat, kata juru bicara ISIS Abu Mohammad al-Adnani dalam pernyataan yang dimuat di forum Takfiri.ah pangkal keretakan mengemuka ke publik.

Terkait pendeklarasian negara ISIS, al-Baghdadi mengatakan wilayah yang di bawah kekuasaannya memerlukan keberadaan seorang gubernur. Dan itu sangat penting dari perspektif syariah. Selanjutnya, dewan Syura dibentuk yang kemudian diangkatlah al-Baghdadi sebagai emir umat beriman. al-Baghdadi kemudian menunjuk para menteri, gubernur, dan pejabat lain untuk mengumpulkan uang zakat dan menggariskan kebijakan dalam dan luar negeri.

Masih terkait dengan semua itu, al-Baghdadi mewajibkan semua faksi bersenjata berada di bawah kendali ISIS termasuk Front al-Nusra dan harus berbaiat dan sumpah setia kepada al-Baghdadi. Mereka juga diminta untuk meninggalkan peperangan di daerah lain dan meletakkan senjata.

Dengan semua langkah itu, al-Baghdadi mengikuti jejak pemimpin Taliban Mullah Omar saat mendeklarasikan Emirat Negara Islam di Afghanistan. Ini semacam metamorfosa politik al-Baghadadi, dari seorang emir kelompok untuk menjadi seorang emir negara. Hal yang sama dapat dikatakan terjadi pada kelompok Ansar al-Sharia di Yaman, dan emirat al-Qaeda di Mali.

al-Baghdadi juga menganggap dirinya sebagai emir berkuasa yang levelnya di atas al-Zawahri yang digambarkanya sekadar emir kelompok — sekalipun al-Zawahiri notabene emir global jaringan teroris di seluruh dunia. Gambaran itu dilatari fakta al-Zawahiri tidak mengontrol suatu wilayah geografis yang di dalamnya Syariah ditegakkan. [IT/Onh/Ass]

sumber : http://www.islamtimes.org/

NO COMMENTS