NU dan Muhammadiyah Pun Tolak ISIS

0
934 views

ISIS-BaijiJakarta, LiputanIslam.com–Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL) resmi mendeklarasikan khilafah dan meminta kepada kaum muslimin untuk membaiat Abu Bakar al-Baghdady sebagai Amir. PBNU dan Muhammadiyah secara tegas menolak seruan ini.

Sekjen PP Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’thi, menyatakan bahwa Muhammadiyah menolak dan tak akan mematuhi Amir IS, Abu Bakar Al-Baghdadi.

“Muhammadiyah memandang apa yang dilakukan ISIS justru bisa menyulut terjadinya kekerasan dan konflik yg meluas. Di tengah realitas politik umat Islam dan negara-negara Muslim, yang diperlukan adalah kerjasama antar bangsa dan antar negara, bukan hegemoni dan utopia politik ala ISIS. Muhammadiyah menyatakan tidak menyetujui dan tidak akan mengikuti ajakan ISIS,” ujar Sekjen PP Muhammadiyah ini, dalam wawancaranya dengan ABI Press.

Pernyataan senada juga muncul dari organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Khatib Aam PBNU, KH. Malik Madani menyatakan NU menolak mematuhi seruan Abu Bakar Al-Baghdadi.

“Pegangan NU dalam menanggapi perang antar sesama Muslim adalah mengupayakan ishlah, sesuai dengan perintah Allah Swt dalam Q.S. Al-Hujurat; aslihuu baynahuma… (berdamailah antara kamu semua). NU tidak mencita-citakan sebuah khilafah dan menganggap ide itu sebagai sebuah utopia, setelah umat Islam tersebar di berbagai penjuru dunia di bawah naungan negara-negara bangsa,” ujar KH. Malik Madani, seperti diberitakan website ahlulbaitindonesia.org.

Penolakan terhadap seruan baiat dari ISIS bahkan juga muncul dari kelompok-kelompok yang selama ini menyerukan tegaknya khilafah. Situs Hizbut Tahrir Indonesia misalnya, menyatakan bahwa organisasi yang memproklamirkan al-Khilafah tersebut (ISIS) tidak memiliki kekuasaan atas Suriah dan tidak pula atas Irak. Amir Hizbut Tahrir, Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah, memandang Deklarasi ISIS menyalahi apa yang dilakukan Rasulullah SAW.

Selama ini, akibat seruan mendirikan khilafah di Suriah, tidak kurang dari 160.000 jiwa melayang di Suriah. Pejuang khilafah di Suriah akhirnya terpecah. ISIS, yang mengontrol daerah di Suriah (Raqqah) dan sebagian wilayah di Irak, telah terlibat pertikaian hingga saling bantai di Suriah melawan Front al-Nusra. Pada awalnya, kedua kelompok tersebut berasal dari rahim Al-Qaeda di bawah pimpinan  Ayman al-Zawahiri  (pengganti Osama bin Laden), namun kini mereka berpecah. ISIS menghendaki didirikannya khilafah di Irak dan Suriah, sementara Front Al-Nusra hanya menginginkan Suriah.(dw)

 

sumber : http://liputanislam.com/

NO COMMENTS